Baca Juga: Hoax Tentang Pangeran Pabelan dan Ke-novel-an Babad Tanah Jawi
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan merasa sangat senang. Terkait dengan ini, Habib Ali berkata:
“Dakwahku akan tersebar ke seluruh wujud (ciptaan). Maulidku ini akan tersebar ke tengah-tengah masyarakat, akan menyatukan mereka (untuk menuju) kepada Allah, dan akan membuat mereka dicintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Jika seseorang menjadikan kitab maulidku ini sebagai salah satu wiridnya atau menghafalnya, maka rahasia (sir) Al-Habib shallallahu ‘alaihi wa sallam akan tampak pada dirinya.
Aku yang mengarangnya dan mendiktekannya, namun setiap kali kitab itu dibacakan kepadaku, dibukakan bagiku pintu untuk berhubungan dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pujianku kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat diterima oleh masyarakat.
Ini karena besarnya cintaku kepada Nabi shallallahu alaihiwa sallam. Bahkan saat aku menggambarkan (Rasul saw) , ketika aku menyifatkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, Allah SWT membukakan kepadaku susunan bahasa yang tidak ada (di pikiranku) sebelumnya. Ini adalah ilham yang diberikan Allah SWT kepadaku.
Andaikan Nabhani membacanya, tentu ia akan memenuhi kitab-kitabnya dengan sifat-sifat agung itu.
Baca Juga: Kiprah Wong Kalang di Kotagede, Kawasan Tertua Cikal Bakal Kerajaan Mataram
Munculnya Maulid Simthud-Durar di zaman ini akan menyempurnakan kekurangan orang-orang yang hidup di zaman akhir. Sebab, tidak sedikit pemberian Allah Swt kepada orang-orang terdahulu yang tidak dapat diraih oleh orang-orang zaman akhir.
Tapi setelah maulid ini datang, ia akan menyempurnakan apa yang telah terlewatkan. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai maulid ini.”
Maulid Hari Kamis Akhir Bulan Rabi’ul Awwal, dihadiri oleh masyarakat dari berbagai daerah. Ada yang datang dari Hijaz, Dhafar, Swahil, dan negara-negara lainnya. Ada yang memperkirakan, jumlah orang yang menghadiri maulid tersebut sekitar 30.000 orang.
Habib Ali membiayai keperluan mereka semua dan beliau juga mengurus jamuan dan kendaraan mereka. Sebab, saat itu tidak ada mobil atau pesawat. Semua orang datang dengan mengendarai onta dan kendaraan lain.
Beberapa orang dan pegawai pemerintah mengkhawatirkan hal ini, “Habib Ali Al Habsyi manusia berdatangan dari segenap penjuru, bagaimana pembiayaannya”
Habib Ali Al Habsyi menjawab, “Kalian sambut saja mereka, bukalah rumah kalian untuk mereka, Allah nanti yang akan memberi mereka rezeki, bukan aku atau kalian. Bukalah rumah kalian untuk mereka, aku akan menyediakan segala sesuatunya kepada kalian.
Baca Juga: Chicxulub, Asteroid Penabrak Bumi 65,5 Juta Thn Lalu, 75 Persen Kehidupan Punah