Simthud-Durar, Kitab Maulid Habib Ali Al-Habsyi yang Dibaca Muslim Seluruh Dunia

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Minggu, 1 Januari 2023 | 17:05 WIB
Foto dari khaskempek.com
Foto dari khaskempek.com

Jika ada yang kekurangan, pergilah ke tempat fulan dan fulan.” Beliau menyebutkan beberapa nama sehingga mereka dapat mendatangi orang-orang itu untuk mengambil semua yang diperlukan.

Maulid yang agung ini dihadiri oleh para munshib, dai dan ulama yang berasal dari berbagai daerah. Mereka semua berkumpul sehingga turunlah madad (pertolongan Allah), kebaikan, keberkahan dan nafahat (ilham-ilham) yang agung.

Para munshib datang dengan rombongan hadhrah mereka. Kota Seiwun dipadati oleh manusia sebagaimana dikatakan olehHabib Ali Al Habsyi:
“Seiwun memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh kota-kota lain.”

Menjelang hari Kamis terakhir bulan Rabi’ul Awwal, para buruh biasa meminta ijin dari majikan mereka untuk tidak masuk kerja. Pernah seorang buruh ditanya mengapa harus libur, ia menjawab: Wahai Habib, ketahuilah, waktuku setahun berlalu begitu saja; sia-sia. Sekarang yang kumiliki tinggal dua hari ini saja, yaitu hari-hari pembacaan maulid.”

Nanti, ketika manusia telah berkumpul di lembah itu,Habib Ali Al Habsyi akan berdiri dan menyeru orang-orang ke jalan Allah SWT, mengajak mereka bertobat dan mendoakan mereka, maka semua dosa dari orang-orang yang berkumpul di situ (dengan izin Allah) akan diampuni.

‘Umar bin Hasan Al-Haddad berkata, “Perhatikanlah, bagaimana kaum awam dapat menemukan sirr (lewat pembacaan maulid ini).”

Baca Juga: Ada Jutaan Asteroid di Tatasurya Kita

Isi Kitab maulid Simthud-Durar terbagi ke dalam 5 bagian:

Bagian I: Tentang Penciptaan dan Keberadaan Nabi Muhammad Saw di Alam Ruhani, sebagai Nur Muhammad, yakni Faidh (Pancaran) atau Tajaliy Nur Allah SWT.

Bagian II: Kisah Saat-saat Kelahiran Nabi saw di bumi dan Mukjizat-mukjizat yang Menyertainya.

Bagian III: Puji-pujian dan Tawasul (Dalam Bentuk Qashidah) kepada Rasul Saw, Saat Pembaca Berdiri (Mahallul-Qiyam).

Bagian IV: Tentang Gambaran Fisik, Perangai, dan Akhlak Mulia Nabi Saw.

Bagian V: Doa yang Dipanjatkan bagi Penyusun (dan  Pembaca), setelah membaca Simthud-Durar, Berisi Pujian kepada Nabi Kekasih Allah ini, sebagai Wasilah bagi Makbulnya Doa itu.

Oleh Haidar Bagir
(Presiden Direktur Kelompok Mizan,
penulis buku-buku tentang Tasawuf, dan Dai Islam Cinta)
Dilansir dari ganaislamika.com ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Serigala yang Memilih Kembali ke Hutan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:41 WIB

Ketika Opini Publik Dianggap Lebih Esensial

Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:44 WIB

Bilal: Suara Azan yang Bergetar oleh Cinta

Kamis, 12 Maret 2026 | 22:26 WIB

Puasa: Ibadah Rahasia yang Disimpan Langit

Kamis, 5 Maret 2026 | 21:19 WIB
X