TINEMU.COM - Kota Jakarta dahulu dikenal sebagai Batavia, menyimpan sejarah kuliner yang kaya dan berakar dari interaksi lintas budaya sejak abad ke-17.
Peneliti Senior bidang Linguistik Historis dari Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies (KITLV) Tom Hoogervorst memaparkan bahwa Batavia merupakan pusat jaringan perdagangan Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC).
Karena itu, Batavia menjadi tempat bertemunya berbagai kelompok etnis, mulai dari Eropa, Tionghoa, hingga orang-orang yang diperbudak dari India, Sri Lanka, dan wilayah Indonesia bagian timur.
Baca Juga: Filosofi Beragam Nama ‘Sego’ dalam Kuliner Tradisional Masyarakat Jawa
“Perpaduan ini membentuk fondasi kuliner Jakarta yang begitu beragam, tercatat secara rinci dalam arsip VOC yang kini tersimpan di Jakarta dan Belanda,” tutur Tom dalam kuliah umum bertajuk "Indonesian Identity in the Dynamics of Nusantara Cuisine" di Jakarta, pada Jumat, 11 April 2025.
Salah satu tokoh penting dalam dokumentasi awal kuliner Nusantara adalah Georg Rumpf, seorang Jerman yang dikenal menulis secara rinci bahan makanan lokal di Maluku.
“Tulisannya bisa dikatakan sebagai bentuk awal dari ensiklopedia kuliner Indonesia yang bersumber dari pengetahuan masyarakat setempat,” ujar Tom.
Baca Juga: Stasiun Ketapang Permudah Masyarakat Bali dan Nusa Tenggara Berlebaran Mudik ke Pulau Jawa
Ia juga menyoroti peran sumber daring seperti situs Globalise yang memuat surat-surat VOC berbahasa Belanda.
Meski bahasa menjadi tantangan, surat-surat ini mencatat menu harian dan bahan makanan pada masa kolonial, seperti bubur, kelapa, pindang kari, hingga kecap Jepang yang diduga merujuk pada kecap asin.
Tom menemukan bahwa istilah kuliner seperti pindang kari tidak hanya bertahan di Indonesia, tetapi juga dalam tradisi kuliner komunitas diaspora Indonesia di Afrika Selatan dan Sri Lanka.
Baca Juga: Bank DKI Sampaikan Progres Perbaikan Sistem Layanan Transfer Antar Bank
Di wilayah ini, hidangan serupa masih dibuat dengan versi lokal masing-masing. Bahkan kata-kata seperti sambal, pisang, dan kue putu masih digunakan, menunjukkan jejak budaya kuliner Indonesia di berbagai belahan dunia.
Temuan lainnya yang menarik adalah daftar inventaris kapal VOC yang mencantumkan bahan makanan seperti dodol, ketumbar, hingga terasi dan belacan. Hal ini membuktikan bahwa bahan makanan khas Indonesia telah tersebar melalui jalur perdagangan kolonial.
Artikel Terkait
Nusantara Food & Hotel Expo Perkuat Promosi Industri Kuliner dan Perhotelan
Buku Rempah Rindu Soto Ibu, Menikmati Rasa Kuliner dalam Puisi
Film Terbaru Hanung Bramantyo Angkat Petualangan Kuliner Nusantara
Inilah 5 Kuliner yang Wajib Dicoba Saat Imlek
Filosofi Beragam Nama ‘Sego’ dalam Kuliner Tradisional Masyarakat Jawa