Penonton itu justru menulis esai-esai bertema sepak bola. Tulisan-tulisan memikat sebelum ia menjadi presiden. Babak masih teringat: kritik-kritik atas tingkah dan kebijakan Gus Dur biasa mengandung diksi-diksi sepak bola. Kita menghormati Gus Dur gandrung menonton dan menulis sepak bola.
Baca Juga: Gelar International Kawi Culture Festival, BRIN Dukung Riset Budaya Kawi
Gus Dur tak lama menjadi presiden. Babak-babak berbeda dengan presiden-presiden berbeda. Mereka masih berurusan dengan sepak bola. Kemenangan dan kehormatan belum menjadi janji termanis untuk Indonesia. Para presiden biasa ikut menonton di stadion atau menikmati siaran di televisi saat tim Indonesia dalam pertandingan-pertandingan penting. Indonesia jarang menang.
Pada 26 Agustus 2023, Indonesia masih mengabarkan kekalahan. Presiden tak hadir di stadion untuk mengetahui lelah dan keringat para pemain. Di sana, ada sosok-sosok mengurusi PSSI. Mereka duduk dan berdoa dengan keinginan Indonesia menang. Mereka tak berlari dan berkeringat. Tepuk tangan mungkin kepatutan saja. Mereka menjadi saksi kemenangan Vietnam.
Joko Widodo tak hadir di stadion. Ia sedang sibuk menuntaskan beragam kebijakan. Ia pun masih mau repot mengurusi “kemenangan” sosok untuk Indonesia tahun depan. Joko Widodo sedang berjarak dengan sepak bola.
Baca Juga: Dahsyatnya Letusan Gunung Krakatau 140 Tahun Lalu, 30 Ribu Kali Ledakan Bom Atom Hiroshima
Kita tak bisa menuduh ia abai atau gagal mengartikan sepak bola. Di majalah Tempo, 1-7 September 2014, kita melihat foto Joko Widodo mengenakan celana pendek dan kaus. Ia sebagai pemain sepak bola, tak cuma penonton.
Pertandingan antara Selebriti Hitam FC melawan Selebriti Hijau FC. Joko Widodo dalam Selebriti Hitam FC. Penuturan dari Darius Sinathrya, rekan di tim: “Tapi Darius enggan mengambil penalti itu. Ia langsung menghampiri Joko Widodo dan bilang, ‘Pak ambil penaltinya.’ Jokowi pun kaget.” Sosok bertubuh ceking itu setuju.
Adegan tak seperti dalam pertandingan Indonesia melawan Vietnam: “Dengan mengambil ancang-ancang beberapa langkah, tendangan Jokowi berhasil mengecoh kiper.” Joko Widodo mencetak gol. Ratusan penonton bersorak dan bertepuk tangan. Kini, kita mengingat Joko Widodo dalam adegan penalti. Kita pun mengingat Joko Widodo tak hadir di stadion saat Erlando gagal dalam penalti. Indonesia kalah dan kecewa. Begitu.
Artikel Terkait
Arkeolog Tolak Pemasangan Chatra Borobudur, Kemenag Jelaskan Perspektif Keagamaannya
Marga T dalam Dua Foto Lama
Prof. Melani Budianta Terima Penghargaan Sarwono Award 2023