TINEMU.COM - Senin, 4 Juli 2022, telah datang. Lagu-lagu asmara membikin sedih dan muurung terdengar seperti tak ada malu di hadapan matahari. Pagi itu Durjana menanggungkan “kesalahan” telinga dan perasaan.
Pembeda di halaman terakhir Media Indonesia, 4 Juli 2022. Ada foto pemain film bernama Lukman Sardi. Ia sudah menua dengan rambut perlahan memutih. Sosok penting dalam jagat peran di Indonesia.
Pada suatu hari, ia berada di panggung teater. Lukman Sardi dalam pementasan berjudul Ismail Marzuki: Senandung di Ujung Revolusi. Di situ, ia memainkan biola. Lekaslah kita ingat bahwa Lukman Sardi itu anak dari Idris Sardi. Pada masa lalu, orang-orang musik dan film gampang mengenali: ingat Idris Sardi, ingat biola. Adalah suatu kelumrahan jika ia kemudian mengajari si anak bermain biola.
Baca Juga: Lupakan K-Pop, Aktivisme Korea yang Sebenarnya Ada di Bawah Tanah
Di Media Indonesia, Lukman Sardi mengungkapkan: “Mungkin papa di surga bilang. ‘Udah lu main biola lagi.’ Memang biola sudah lama enggak disentuh sih. Tapi bukan berarti enggak sama sekali. Cuma jadi kayak reminder lagi. Untungnya dulu aku lumayan diajarin keras sama papa basic-nya biola. Terutama untuk nada panjang.”
Ia bukan aktor tiba-tiba di panggung pegang biola. Pada masa bocah, ia sudah bergaul dengan biola gara-gara bapak. Di pentas, ia memerangkan Ismail Marzuki. Wajiblah mahir memainkan biola!
Kita diajak mengingat dua sosok masa lalu: Idris Sardi dan Ismail Marzuki.
Di majalah Tempo, 24 November 1984, iklan album Idris Sardi produksi Pertiwi. Tampaklah wajah Idris Sardi dan biola! Ia mencipta sejarah dalam perkembangan musik dan film di Indonesia.
Baca Juga: Menparekraf: Wacana Tiket Terusan di Taman Nasional Komodo Masih Akan Dibahas
Dua kaset ditawarkan kepada penikmat musik: Album Solo Biola dan Album Cinta Pertama Marini. Iklan mungkin masih dikoleksi Lukman Sardi. Iklan mungkin saja tak teringat oleh anak-cucu Idris Sardi.
“Bertutut lewat biola ihwal cinta anak manusia dan beringasnya Jakarta,” tulis di Tempo. Kalimat terlalu menggoda bagi kaum penikmat musik bermutu.
Pengenalan sosok: “Permainan biolanya yang menggayut hati, lebih bisa bercerita ketimbang seribu kata. Prestasinya meraih 5 piala Citra dan 7 kali predikat the best…” Ia memang wajib dikenang dan dihormati. Pada suatu hari, ia mungkin digunakan untuk nama ruang konser, jalan, atau institusi pendidikan.
Pada masa berbeda, orang-orang bisa mengingat Idris Sardi melalui Lukman Sardi.
Baca Juga: Luar Kotak Production Juara Karya Musik Anak Komunitas (KAMU AKU) 2022
Kita pun mengingat sosok Ismail Marzuki. Ia mewariskan lagu-lagu terus terdengar di telinga kita. Ia telah digunakan untuk penamaan pusat seni di Jakarta. Kita mudah mencari dan menikmati gubahan-gubahan Ismail Marzuki di hari-hari bergawai.
Artikel Terkait
Obituari Tjahjo Kumolo: Orang Baik itu Telah Pergi
Setelah 30 Hari Berlayar, KRI Dewaruci Selesaikan Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022
Tino Sidin: Gemar Menggambar dan Nama Jalan
Tutup Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022, Laskar Rempah Telusuri Peninggalan Majapahit
Obituari Bob Tutupoly - Tentang Widuri, dan Puisi Penghormatan