TINEMU.COM - Pada sutau hari, Mochtar Lubis “memuji” Soeharto. Ia mengakui anjuran-anjuran Soeharto bisa menimbulkan kebaikan-kebaikan di Indonesia dan Asia.
Di Indonesia, Soeharto menjari presiden dengan ribuan anjuran. Kita tak sanggup mencatat anjuran-anjuran terlaksana dan anjuran-anjuran disepelekan jutaan orang di Indonesia.
Pada masa Orde Baru, tugas presiden memang memberi anjuran setelah seribu perintah. Anjuran mengesankan santun tanpa paksaan.
Kalimat terbaik dan tersopan disampaikan dengan kalem agar jutaan orang mengerti. Anjuran kadang kata-kata di mulut saja, belum diwajibkan menggunakan dokumen bertanda tangan dan memiliki stempel resmi negara.
Pada 5 Januari 1974, Mochtar Lubis menulis di Indonesia Raya mengenai anjuran dan lelucon. Mochtar Lubis belum habis kata.
Baca Juga: Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (300)
Ia masih keranjingan menulis beragam tema. Di bibliografi, ia tak sekadar sebagai penulis cerita pendek atau novel.
Peran sebagai jurnalis membuat ia luwes membuat tulisan-tulisang menanggapi beragam kejadian di Indonesia.
“Kita sungguh gembira menyambut anjuran Presiden Soeharto agar kita di Indonesia menghemat pemakaian bensin,” tulis Mochtar Lubis.
Dulu, bensin mengingatkan sepeda motor dan mobil. Pada abad XXI, anak dan remaja kebingungan dengan istilah bensin.
Mereka masih melihat sepeda motor dan mobil tapi kehilangan kata: “bensin”. Kata itu milik kaum tua.
Soeharto berulang dalam menganjurkan “hemat” dan “sederhana”. Sekian tahun berlalu, publik justru melihat kehidupan para pejabat boros dan mewah.
Baca Juga: Chicco Kurniawan dan Amanda Manoppo Bintangi Film Berlatar Peristiwa 1965
Pengunaan kata-kata menjadi rancu saat diteliti dalam kamus-kamus. Publik mengetahui Orde Baru itu “orde ragu” dalam kata dan makna.
Mochtar Lubis menanggapi anjuran Soeharto dengan saran: “Menghentikan sama sekali pemakaian mobil-mobil dinas pemerintah tiap hari Minggu dan hari besar. Memerintahkan pemadaman penerangan reklame sesudah pukul 8 malam hingga pagi, semua lampu reklame dan merek harus dimatikan.”
Artikel Terkait
4 Januari 1966: Mochtar Lubis dan Indonesia
Kisah Cinta Bob Dylan - Joan Baez : Kandas Karena Beda Ideologi?
Awalnya Gitar Listrik itu Mirip Penggorengan!
Sistem Braille, Awalnya Diabaikan Pemerintah Prancis, Sekarang Berkembang di Seluruh Dunia!