Mobil dan 5 Januari 1974

photo author
Bandung Mawardi, Tinemu
- Sabtu, 6 Januari 2024 | 09:51 WIB
Iklan Mobil Zaman Dulu (Pinterest)
Iklan Mobil Zaman Dulu (Pinterest)

TINEMU.COM - Pada sutau hari, Mochtar Lubis “memuji” Soeharto. Ia mengakui anjuran-anjuran Soeharto bisa menimbulkan kebaikan-kebaikan di Indonesia dan Asia.

Di Indonesia, Soeharto menjari presiden dengan ribuan anjuran. Kita tak sanggup mencatat anjuran-anjuran terlaksana dan anjuran-anjuran disepelekan jutaan orang di Indonesia.

Pada masa Orde Baru, tugas presiden memang memberi anjuran setelah seribu perintah. Anjuran mengesankan santun tanpa paksaan.

Kalimat terbaik dan tersopan disampaikan dengan kalem agar jutaan orang mengerti. Anjuran kadang kata-kata di mulut saja, belum diwajibkan menggunakan dokumen bertanda tangan dan memiliki stempel resmi negara.

Pada 5 Januari 1974, Mochtar Lubis menulis di Indonesia Raya mengenai anjuran dan lelucon. Mochtar Lubis belum habis kata.

Baca Juga: Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (300)

Ia masih keranjingan menulis beragam tema. Di bibliografi, ia tak sekadar sebagai penulis cerita pendek atau novel.

Peran sebagai jurnalis membuat ia luwes membuat tulisan-tulisang menanggapi beragam kejadian di Indonesia.

“Kita sungguh gembira menyambut anjuran Presiden Soeharto agar kita di Indonesia menghemat pemakaian bensin,” tulis Mochtar Lubis.

Dulu, bensin mengingatkan sepeda motor dan mobil. Pada abad XXI, anak dan remaja kebingungan dengan istilah bensin.

Mereka masih melihat sepeda motor dan mobil tapi kehilangan kata: “bensin”. Kata itu milik kaum tua.

Soeharto berulang dalam menganjurkan “hemat” dan “sederhana”. Sekian tahun berlalu, publik justru melihat kehidupan para pejabat boros dan mewah.

Baca Juga: Chicco Kurniawan dan Amanda Manoppo Bintangi Film Berlatar Peristiwa 1965

Pengunaan kata-kata menjadi rancu saat diteliti dalam kamus-kamus. Publik mengetahui Orde Baru itu “orde ragu” dalam kata dan makna.

Mochtar Lubis menanggapi anjuran Soeharto dengan saran: “Menghentikan sama sekali pemakaian mobil-mobil dinas pemerintah tiap hari Minggu dan hari besar. Memerintahkan pemadaman penerangan reklame sesudah pukul 8 malam hingga pagi, semua lampu reklame dan merek harus dimatikan.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X