Sejak Kapan Manusia Mengenal Kosmetik? Ini Jawabannya...

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Sabtu, 27 Januari 2024 | 19:52 WIB
Gambaran AI tentang Cleopatra (Dedy Tri Riyadi / Playground AI)
Gambaran AI tentang Cleopatra (Dedy Tri Riyadi / Playground AI)

TINEMU.COM - Sejarah kosmetika mencerminkan perjalanan panjang manusia dalam upaya untuk mempercantik diri dan mengekspresikan identitas mereka melalui berbagai bentuk seni riasan.

Praktik kosmetika telah ada sejak zaman kuno, mencatat transformasi budaya dan nilai-nilai estetika yang berkembang dari satu peradaban ke peradaban lainnya.

Salah satu bukti tertua tentang penggunaan kosmetika dapat ditemukan di reruntuhan peradaban Mesir kuno.

Para arkeolog menemukan artefak kosmetik seperti celak mata, yang digunakan untuk membingkai mata dengan garis hitam, dan berbagai jenis minyak wangi.

Baca Juga: Soal Mahfud MD Mundur, Wapres Ma'ruf Amin: Hak Setiap Menteri, Gibran: Sudah Mundur?

Meskipun tujuan utama kosmetika pada masa itu mungkin melibatkan aspek keagamaan dan perlindungan dari sinar matahari, tetapi penggunaannya telah memberikan indikasi bahwa manusia kuno memiliki pemahaman awal akan keindahan dan perawatan tubuh.

Zaman kuno Yunani dan Romawi juga memperlihatkan pentingnya kosmetika dalam budaya mereka.

Sosialitas dan keindahan dihargai, dan produk kosmetik mulai menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.

Krim wajah, bedak, dan pewarna bibir menjadi populer di kalangan wanita Romawi, menandai pergeseran dari penggunaan kosmetika yang terbatas pada keperluan praktis menjadi manifestasi seni riasan yang lebih kompleks.

Baca Juga: Review Buku: Impact Player karya Liz Wiseman, Membedah Karakter Pemimpin

Selama Abad Pertengahan, penggunaan kosmetika mengalami penurunan signifikan di Eropa sebagai dampak dari pandangan agama yang menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak bermoral.

Namun, di Timur, terutama di Tiongkok dan Jepang, praktik kosmetika terus berkembang.

Cat kuku, pewarna bibir, dan bedak menjadi produk yang sangat dicari, menggambarkan bahwa di tengah-tengah pergolakan sejarah, kecintaan manusia pada keindahan dan ekspresi diri tetap bertahan.

Renaissance di Eropa membawa perubahan dalam pandangan terhadap kosmetika.

Kembali ke nilai-nilai keindahan klasik, masyarakat Eropa mulai mengadopsi kembali praktik kosmetika yang pernah diabaikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X