'Born Again' Album Kesebelas Black Sabbath yang Penuh Caci Maki

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Sabtu, 16 November 2024 | 00:42 WIB
artwork Born Again, terburuk di dunia (foto istimewa)
artwork Born Again, terburuk di dunia (foto istimewa)


 

TINEMU.COM-Black Sabbath merilis album kesebelas mereka Born Again pada 9 September 1983 melalui label rekaman Vertigo dan Warner Bros. Album studio inilah yang mereka kerjakan setelah vokalis Ronnie James Dio dan penggebuk dram Vinny Appice hengkang. 

Hal menarik lainnya ini adalah album satu-satunya yang direkam dengan vokalis utama Ian Gillan, yang sangat terkenal bersama Deep Purple. Selain itu, ini juga album Black Sabbath terakhir yang menampilkan bassis asli Geezer Butler sebelum kepergiannya pada November 1984. Butler pernah kembali ke band pada 1991 untuk merekam Dehumanizer.

Band beralih manajemen ke Don Arden (ayah Sharon Osbourne) dan dialah yang menyarankan Ian Gillan sebagai vokalis baru band. “Band itu terbentuk bersama di atas kertas dan kami tidak pernah berlatih,” ungkap Tony Iommi dalam film dokumenter Black Sabbath: 1978-1992. 

Baca Juga: Kontroversi Sampul Album Scorpions

Awalnya, Iommi menginginkan ini adalah semacam projek yang dinamai Born Again dan bukan dimaksudkan sebagai album terbaru Black Sabbath. Tapi Arden bersikeras untuk menggunakan nama Black Sabbath yang sudah dikenal. Iommi menginginkan dan mempertimbangkan banyak kemungkinan vokalis seperti Robert Plant dan David Coverdale akan bergabung-sebelum mantap dengan Gillan, bahkan Michael Bolton yang saat itu belum terkenal turut mengikuti audisi.

Iommi mengatakan pada majalah Hit Parader (1983) bahwa Gillan adalah kandidat terbaik yang “lengkingannya adalah legenda.” Gillan pertama kali ragu untuk bekerja pada proyek ini, tapi manajernya kemudian meyakinkan Gillan untuk bertemu dengan Iommi dan bassis Geezer Butler di hotel The Bear, Oxford. Setelah pertemuan tersebut Gillan secara resmi menyatakan bergabung dalam proyek ini pada Februari 1983. Born Again juga menampilkan kembalinya anggota pendiri Bill Ward pada drum. Ward sebelumnya meninggalkan Sabbath pada 1980.

Ian Gillan,Butler, Iommi,Ward formasi 1983
Ian Gillan,Butler, Iommi,Ward formasi 1983 (foto istimewa)

Black Sabbath mulai merekam album ini pada Mei 1983 di The Manor Studio yang dimiliki oleh Richard Branson di wilayah Oxfordshire. Turut bergabung produser Robin Black yang sebelumnya pernah menangani Black Sabbath saat rekaman album Sabotage.

Baca Juga: Lagu Iron Man Black Sabbath Tidak Terinspirasi dari Komik Marvel

Sampul album didesain oleh Steve ‘Krusher’ Joule, berdasarkan pada sebuah fotokopi hitam putih dari sebuah foto bayi yang diterbitkan di sebuah majalah pada 1968. Martin Popoff menggambarkan mahluk di sampul itu sebagai sesosok “garish red devil-baby” (bayi iblis yang merah mengkilat). Bill Ward mengatakan bahwa dia secara pribadi membenci sampul album itu. Ian Gillan mengatakan kepada pers bahwa dia muntah saat pertama kali melihatnya. Namun, Tony Iommi menyetujui sampul album itu, yang belakangan hingga kini dianggap sebagai salah satu desain sampul album terburuk.

Ben Mitchell dari Blender menyebut sampul album itu “awful”. Majalah Inggris, Kerrang! menempatkan sampul album ini di tempat kedua terburuk di belakang Loverdrive milik Scorpions, dalam “10 Worst Album Sleeves di Metal/Hard Rock”. Daftar itu berdasarkan pilihan atau polling dari para pembaca majalah.

artwork Born Again,1983
artwork Born Again,1983 (foto istimewa)

NME menyertakan sampul album ini di daftar mereka “29 sickest album covers ever”. Manajer Black Sabbath, Don Arden, agak sedikit kesal pada mantan vokalis Ozzy Osbourne yang baru saja menikahi putrinya Sharon. Karena kesal dia mengatakan kepada Osbourne bahwa anaknya mirip dengan gambar sampul album Born Again.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Sumber: All Access Global Rock Stream

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X