Mengenang Walter Spies, Seniman Jerman yang Berkarya di Bali

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Senin, 31 Juli 2023 | 09:32 WIB
Rumah Budaya Indonesia di Berlin menjadi tuan rumah pelaksanaan pertemuan tahunan Asosiasi Walter Spies pada 22-23 JulI 2023. (kemdikbud.go.id)
Rumah Budaya Indonesia di Berlin menjadi tuan rumah pelaksanaan pertemuan tahunan Asosiasi Walter Spies pada 22-23 JulI 2023. (kemdikbud.go.id)

Pada hari Minggu diadakan acara peringatan untuk lima anggota Asosiasi Walter Spies yang telah meninggal sejak pandemi Covid-19, yaitu Heinrich Seemann, mantan Duta Besar Republik Federasi Jerman di Jakarta pada 1994-2000; dan Peter Sternagel, Direktur Goethe Institut Bandung, dan penerjemah sastra Indonesia.

Baca Juga: Serial Biopik Nike Ardilla Segera Beredar

Selanjutnya Viktoria Baronin von Plessen yang merupakan anak dari Baron Viktor von Plessen pembuat film berjudul ‘Island of the Demons‘; dan Horst-Henry Geerken, penulis buku tentang sejarah Indonesia.

Selain itu, terdapat salah satu acara sampingan yaitu pertunjukan Gamelan Jawa oleh grup Gamelan Java Lindhu Raras yang sangat mengesankan semua peserta acara.

Walter Spies merupakan seorang pelukis dan musisi berkebangsaan Jerman yang lahir di Moskow pada 1895. Terlahir dari keluarga kelas atas, Walter Spies terpapar dengan lingkungan kosmpolitan dan dikelilingi oleh hal-hal artistik. Tak ayal hal ini mempengaruhi minat dan bakat Walter Spies ketika ia beranjak dewasa.

Baca Juga: Lagi, Sigit Wardana Meluncurkan Single Baru

Pada 1923 ia berlayar ke Batavia dan menetap di rumah keluarganya di Bandung dimana ia bekerja sebagai pemain piano di sebuah teater film.

Pada 1924, Sultan Yogyakarta memberikan Walter Spies kesempatan untuk menjadi konduktor dan pianis di Keraton Yogyakarta. Di tahun awal kedatangannya, Walter Spies sangat sedikit melukis.

Ia lebih banyak berkecimpung di dunia musik. Pada tahun 1927 ia pindah ke pulau Bali setelah terpukau dengan alam, tradisi, dan kebudayaan masyarakat Bali. Semenjak itulah Walter Spies terhanyut mendalami kebudayaan Bali dan menghasilkan karya-karya seni salah satunya lukisan.

Baca Juga: Arkeolog Tolak Pemasangan Chatra Borobudur, Kemenag Jelaskan Perspektif Keagamaannya

Untuk terus melestarikan karya-karya dan ide Walter Spies, didirikanlah Asosiasi Walter Spies di Köln pada tahun 1996. “Kami bertujuan untuk terus menjaga karya-karya Walter Spies yang kini perlahan mulai dilupakan“ pungkas Jordt.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemenag.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X