TINEMU.COM - Plutarch, seorang sejarawan dan biografer Romawi kuno, menulis tentang Galba dan Otho dalam karyanya "Lives of the Twelve Caesars."
Galba (Servius Sulpicius Galba) dan Otho (Marcus Salvius Otho) adalah dua dari empat kaisar yang memerintah singkat pada Tahun Empat Kaisar (Year of the Four Emperors) setelah kematian Nero.
Keduanya memiliki kehidupan dan pemerintahan yang singkat, masing-masing mencerminkan kekacauan politik dan kegagalan kepemimpinan pada periode tersebut.
Galba, seorang senator dan gubernur Hispania, diproklamasikan sebagai kaisar oleh pasukan di provinsi tersebut.
Namun, pemerintahannya di Roma tidak stabil karena kebijakan ketat dan kurangnya dukungan militer yang kuat. Dia digulingkan oleh Otho, seorang teman dekatnya yang memiliki ambisi untuk menjadi kaisar.
Baca Juga: Kabar Gembira! Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi Sidang Umum UNESCO
Otho, sebelumnya adalah seorang sahabat Nero, bersekutu dengan pasukan Prætorian untuk menyingkirkan Galba. Setelah berhasil menggulingkannya, Otho menjadi kaisar.
Namun, pemerintahannya juga singkat karena pertempuran dengan pasukan Vespasian yang kemudian memproklamasikan diri sebagai kaisar.
Otho memilih bunuh diri untuk menghindari perang saudara lebih lanjut.
Motivasi Plutarch untuk menuliskan kisah ini adalah menyajikan studi karakter dan kepemimpinan dalam situasi politik yang kacau.
Plutarch tertarik pada motivasi dan keputusan para pemimpin, serta konsekuensi dari tindakan mereka. Karya-karyanya, termasuk "Lives of the Twelve Caesars," bertujuan untuk memberikan pelajaran moral dan etika politik kepada pembacanya.
Baca Juga: Bermain Landak dan Rubah, Filosof Isaiah Berlin - Bagian 2
Plutarch sangat peduli dengan nilai-nilai moral dan etika, dan kisah-kisah biografisnya seringkali digunakan sebagai bahan bacaan untuk memahami sifat manusia dan prinsip-prinsip kepemimpinan.
Dengan menyajikan kehidupan Galba dan Otho, Plutarch mengeksplorasi tema-tema seperti ambisi, kekuasaan, dan konsekuensi dari tindakan-tindakan politik yang gegabah.
Sebagai sejarawan dan filsuf moral, Plutarch berusaha untuk menggambarkan kisah hidup tokoh-tokoh sejarah sebagai cerminan bagi pembaca untuk merenung tentang kebijaksanaan dan moralitas.