Almanak dan Nostalgia

photo author
Bandung Mawardi, Tinemu
- Kamis, 14 Juli 2022 | 10:07 WIB
Kumpulan Almanak Dewi Sri (Koleksi Pribadi Bandung Mawardi)
Kumpulan Almanak Dewi Sri (Koleksi Pribadi Bandung Mawardi)

TINEMU.COM - Pada 12 Juni 2022, pedagang buku bekas di Solo mengunggah foto setumpuk buku di media sosial. Tujuh buku berukuran tampak sama. Ketebalan pun hampir sama.

Keterangan dibuat pedagang bernama Enthis: Almanak Dewi Sri, paket 7 buku, 200 ribu. Ada pula foto sampul buku mengingatkan selera rupa masa lalu: tokoh wayang dan perempuan.

Almanak Dewi Sri diterbitkan masa 1970-an dan 1980-an. Sekian hari berlalu, dagangan mungkin (belum) laku.

Dulu, buku sejenis itu laris. Sejak awal abad XX, Balai Pustaka dan penerbit-penerbit partikelir sering menerbitkan almanak umum dan almanak tematik. Buku berukuran waktu setahun atau sekian tahun memuat beragam pengetahuan.

Baca Juga: The Good, The Bad and The Ugly, Masuk Film Barat Terbaik Sepanjang Masa

Para pembaca diuntungkan dengan mengoleksi dan membaca almanak (tahunan). Mereka bisa mengetahui masalah pendidikan, perdagangan, pertanian, agama, politik, hiburan, dan lain-lain.

Tahun demi tahun, almanak-almanak dari pelbagai penerbit ingin tampil memikat dan menjadi idaman para pembaca. Tata cara membuat almanak dan kemasan pun diperhitungkan saksama untuk persaingan sengit di pasar buku.

Pada masa Orde Baru, penerbitan almanak masih dilakukan sekian penerbit meski tak semeriah masa lalu. Siasat publik mencari pengetahuan telah berubah.

Almanak mulai dipandang sebagai warisan atau sisa dari masa lalu. Almanak sekadar nostalgia bagi orang-orang mengalami zaman membutuhkan petunjuk, pedoman, atau peringatan.

Baca Juga: Ingin Hadiah Liburan ke Asia/Eropa? Ikuti ISC Speech Contest

Dulu, almanak sering berupa buku kecil dan agak tebal. Penerbit-penerbit memperhitungkan agar harga terjangkau oleh para pembaca. Almanak-almanak sering menjadi koleksi keluarga, disimpan di lemari tampak rapi atau menumpuk di meja berdalih sering dibaca.

Almanak Dewi Sri termasuk laris di pasar buku. Almanak diterbitkan UP Indonesia. Orang-orang mengingat sosok penting dalam perkembangan penerbit UP Indonesia dan redaksi pembuatan almanak: Karkono Partokusumo (Kamajaya).

Nama tenar sejak masa 1950-an dengan beragam buku dan keseriusan mengelola penerbitan beralamat di Jogjakarta. UP Indonesia turut dalam deru revolusi dan memajukan Indonesia dengan buku-buku, berlanjut mengiringi impian-impian Orde Baru.

Di Bilik Literasi (Solo), ada puluhan almanak terbitan sejak masa kolonial. Ada pula sekian Almanak Dewi Sri. Koleksi nostalgia untuk mengerti ikhtiar orang-orang masa lalu berpengetahuan.

Baca Juga: Izin Pesantren Shiddiqiyah yang Sempat Dicabut Telah Dipulihkan, Ini Alasannya

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Novel: "Untung" dan Penolakan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X