Baca Juga: Adrian Jonathan Pasaribu Bawa Indonesia di Komite Alternativa Film Festival 2026
Panggung OLENG UPUK dikurasi oleh LaMunai Records, sebuah label rekaman yang fokus pada preservasi karya musik eksperimental dari musisi-musisi ikonik dan legendaris Indonesia. Panggung yang identik dengan bentuk kaleng krupuk ini akan menampilkan antara lain Cul De Sac Collective, Dubyouth, Huru Hara by Preachja, Kasimyn, Maft Sai (Thailand), Prontaxan, Toxicdev!, Yella Sky Sound, dan lain-lain.
PANGGUNG GETARRR dikurasi oleh Kobra Musik, kolektif asal Pamulang yang dikenal dekat dengan musik akar rumput dan selalu memberi ruang pada grup musik eklektik sekaligus eksentrik, seperti musik “orkes” atau dangdut alternatif. Panggung ini menampilkan antara lain Asep Balon, Orkes Pensil Alis, Syarikat Idola Remaja, Bujang Orgen Lampung, dan Orkes Nunung Cs, Symphoni Polyphonic Geng X White Chorus.
Sedangkan GIGS STAGE dikurasi oleh Extreme Moshpit, salah satu media yang paling konsisten menyuarakan musik bawah tanah dan terus bergerilya menjadi counter-culture hegemoni yang seringkali bias dalam melihat komunitas musik cadas. Extreme Moshpit akan memboyong Final Attack, Iron Voltage, MTAD, Negatifa, Peach, dan Rounder. Penampilan di panggung ini akan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Extreme Moshpit.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-16, KAI Wisata Beri Promo dan Diskon Spesial
Tradisi dan komitmen Synchronize menghadirkan panggung spesial terjaga dengan baik tahun ini. Sebuah suguhan eksklusif yang sulit terulang dua kali, semakin memberikan pengalaman maksimal dan tak tergantikan dalam merayakan musik Indonesia. Penampilan spesial tahun ini datang dari Centil Era: Astrid, Aura Kasih, Citra Scholastika, Shanty, She, Sinta dan Jojo, T2, Duo Maia, Naykilla (Music by Oomleo Berkaraoke); Jatiwangi Art Factory; Haddad Alwi & Opick; Jakarta Movin & RAPOT Present Putar Kembali Ost. Film Indonesia; Nasida Ria & Mother Bank; Riffmeister: The Legacy of Ricky Siahaan (Amerta, Burgerkill, Komunal, Stepforward, Host: Arian13, Sammy Bramantyo, Edy Khemod, Soleh Solihun, Jill Van Diest, Fadli Aat), dan banyak lagi.
“Para musisi menyadari pentingnya menghadirkan konsep spesial di sebuah festival. Banyak banget spesial program justru berangkat dari inisiasi musisinya, seperti Tribute To Gusti Irwan Wibowo datang dari Morad dan Pamungkas, The Adams yang tampil dengan Hornstar Big Band, kemudian konsep Ambon Jazz Rock gagasan Barry Likumahuwa, dan masih banyak lagi lainnya” ungkap Aldila Karina, Director of Communication Synchronize Fest.
Konsep penampilan spesial juga menjadi momentum untuk menyalakan mesin waktu dan menghidupi kembali sejarah yang punya jejak tebal dalam sirkuit musik nasional sampai hari ini. Penampilan Stadium All-Star (Bobby Suryadi, Jacky, Zaldy Garcia) contohnya yang menjadi retrospektif kultur klab malam. Menghadirkan pengalaman nyata musik yang identik dengan istilah pesta ugal-ugalan “masuk (kelab) Jumat, pulang Senin” yang populer di kalangan anak muda ibu kota era 90-an akhir hingga 2000-an awal. Stadium All-Star sekaligus menjadi set terpanjang di Synchronize Fest tahun ini dengan total durasi 150 menit. Fragmen lain yang patut diantisipasi adalah hadirnya Guruh Gipsy (Guruh Sukarno Putra, Keenan Nasution, Abadi Soesman, Bubi Sutomo, Yoes JF, Raidy Noor, Warman Nasution, Andy /Rif, Irang Arkad, Karisk, Daryl Nasution, Biko Nasution, Peter NL, Kompiang Raka, Gamelan Saraswati, Harry Murti). Sebagaimana kita ketahui bersama, Guruh Gipsy melalui album mereka yang dirilis pada 1977 menjadi salah satu prasasti penting dalam perjalanan musik Indonesia modern.
“Guruh Gipsy itu adalah album tonggak musik populer Indonesia. Penting sekali buat perkembangan musik rock Indonesia karena dia berusaha membuat musik relevan saat itu, progressive rock yang bisa digandrungi anak muda, tapi tetap memiliki narasi ke-Indonesia-an,” ungkap David Tarigan, Artist & Repertoire Synchronize Fest.
Synchronize Fest terus menjaga semangat energi berkelanjutan dengan menerapkan pengelolaan sampah terpadu, dan mendukung perilaku peduli lingkungan dengan menyediakan titik pengisian air minum untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Pada tahun ini Synchronize Fest bekerja sama dengan Kredivo untuk memberikan kemudahan para Warga-Wargi dalam mendapatkan tiket melalui program cicilan dan paylater. Pembeli tiket mendapat diskon senilai Rp.150.000 untuk setiap transaksi tiket menggunakan metode pembayaran Kredivo (transaksi pertama/pengguna baru). Sedangkan bagi pengguna setia Kredivo, akan mendapatkan cashback senilai Rp.120.000 Kredivo Points. Penjualan tiket hanya melalui situs synchronizefestival.com
Artikel Terkait
Rakernas KONI 2025 Fokus pada Sinergi dan Penyempurnaan Regulasi
Farel Prayoga Bawakan OST 'Air Mata di Ujung Sajadah 2', Persembahan Kepada Ibu Tercinta
Dua Maestro Ballads Indonesia Bersatu Ebiet G. Ade & Iwan Fals, Rilis Lagu 'Titip Rindu Buat Ayah'
'Yakin Nikah' Rilis Trailer & Poster: Angkat Dilema Percintaan Masa Kini