Adrian Jonathan Pasaribu Bawa Indonesia di Komite Alternativa Film Festival 2026

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Selasa, 9 September 2025 | 10:39 WIB
Alternativa Film Festoval Colombia 26 (istimewa)
Alternativa Film Festoval Colombia 26 (istimewa)

TINEMU.COM - Setelah sukses diselenggarakan pada tahun 2024 di Yogyakarta, Indonesia, Alternativa kini melangkah ke babak baru dengan secara resmi memulai debutnya di Kolombia melalui sebuah panel di Bogotá Audiovisual Market (BAM). Hal ini menjadi tonggak penting menuju Alternativa Film Festival 2026, yang akan digelar di Kolombia dengan fokus regional pada perfilman Amerika Latin.

Di BAM, Alternativa bersama mitra pendirinya, inDrive, menggelar sesi bertajuk “Festival-Ready: 5 Ways to Boost Your Film’s Visibility and Impact.” Lewat sesi ini, para pembicara Natalia Pylaeva (Program Director Alternativa), Anna Gudkova (Head of Industry and Labs, Alternativa), dan Marcela Lizcano (Creative Producer, Strategis Dampak, sekaligus Founder Nodo Sur) berbagi pengalaman tentang strategi meningkatkan visibilitas film, membangun hubungan yang lebih kuat dengan penonton, hingga menggunakan sinema sebagai sarana untuk mendorong perubahan sosial.

Pada sesi tersebut, Alternativa juga meluncurkan program baru, Residency for Impact Campaigns yang dijalankan bersama mitra regionalnya, Nodo Sur. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung enam film dari Amerika Latin dalam merancang strategi distribusi sekaligus kampanye sosial, dengan harapan dapat memperkuat peran sinema di kawasan ini untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi ekosistem film yang berdampak.

Baca Juga: Rachel Zephaniah Awali Debutnya Bersama Hear2Ear Records,USA

Pada panel tersebut, salah satu bagian yang paling ditunggu adalah pengumuman Komite Seleksi Festival 2026. Komite ini beranggotakan kurator film, programmer, hingga pakar dampak sosial dari berbagai penjuru dunia, mulai dari Amerika Latin, Asia Tenggara, Asia Tengah, hingga kawasan lainnya. Kehadiran mereka akan menjadi kunci dalam merancang Program Kompetisi dan menghadirkan kisah-kisah global yang penuh daya gugah ke layar lebar.

Natalia,program director
Natalia,program director

Natalia Pylaeva, Program Director di Alternativa menyambut kehadiran para anggota baru komite seleksi. “Pada tahun 2026, Alternativa Film Festival akan menjadi titik temu bagi film-film berdampak dari Asia dan Amerika Latin. Kami bangga menyambut anggota baru komite seleksi yang memiliki pengetahuan mendalam serta kecintaan terhadap sinema di kawasan Amerika Latin, seperti Kolombia, Meksiko, Argentina, Chile, Brasil, Kuba, dan lainnya.”

Adrian Jonathan Pasaribu, Co-founder Cinema Poetica, Kurator Jakarta Film Week, sekaligus anggota Komite Seleksi dari Indonesia mengharapkan kehadiran lebih banyak film daerah pada festival ini. “Menurut saya, film itu penting karena bisa mewakili banyak latar belakang. Di Alternativa Film Festival berikutnya, saya ingin ada lebih banyak cerita dari daerah yang jarang ditampilkan, lebih banyak tokoh dari wilayah yang jarang dibicarakan, dan lebih banyak komunitas yang biasanya tidak terlihat. Saya juga berharap festival ini bisa makin dekat dengan masyarakat.”

Baca Juga: SBY Art Community Gelar Pameran ‘Art for Peace and a Better Future’, Angkat Pesan Perdamaian dan Keberlanjutan

Komite Seleksi Alternativa Film Festival 2026

Film Panjang

Komite Seleksi kategori film panjang terdiri dari sosok-sosok penting perfilman dunia. Indonesia diwakili oleh Adrian Jonathan Pasaribu (Co-founder Cinema Poetica, Kurator Jakarta Film Week), bersama dengan Ashley Salman (Chile/AS, sutradara, penulis, sinematografer), serta Chong Lee Yow (Malaysia, dosen film dan kandidat PhD). Farha Khatun (India, sineas/editor) dan Gulnara Abikeyeva (Kazakhstan, kritikus film, Presiden Kazakh Film Critics Association, anggota NETPAC) juga turut serta.

Adrian Jonathan Pasaribu
Adrian Jonathan Pasaribu (istimewa)

Nama lainnya meliputi Hà Lệ Diễm (Vietnam, sutradara peraih penghargaan), Hossein Eidizadeh (Iran, kritikus dan konsultan festival), Ignacio Catoggio (Argentina, Sekretaris Eksekutif Ibero-American Cinema/CAACI), serta Javier Martín (Spanyol/Prancis, delegasi San Sebastian Film Festival). Dari Kolombia ada Luis Felipe Raguá Miranda (programmer Cinemateca de Bogotá), dari Brasil Marcia Vaz (Instituto Moreira Salles), dan dari Ceko Martin Horyna (programmer Karlovy Vary IFF, Presiden FIPRESCI Czech Section). Komite ini juga diperkuat oleh Rajan Kathet (Nepal, sineas, alumni Berlinale Talents) serta Sharofat Arabova (Tajikistan, sineas dan akademisi, anggota NETPAC).

Acara Impact Lab
Acara Impact Lab (istimewa)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X