SBY Art Community Gelar Pameran ‘Art for Peace and a Better Future’, Angkat Pesan Perdamaian dan Keberlanjutan

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Senin, 8 September 2025 | 15:54 WIB
SBY Art Community menggelar Pameran Art for Peace and a Better Future. (Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf)
SBY Art Community menggelar Pameran Art for Peace and a Better Future. (Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf)

TINEMU.COMSBY Art Community resmi membuka pameran seni lukis bertajuk Art for Peace and a Better Future di Spac8, Ashta District 8 SCBD, Jakarta. Pameran yang berlangsung dari 7 September hingga 5 Oktober 2025 ini digelar untuk memperingati 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Pendiri dan Pembina SBY Art Community mengatakan pameran ini lahir dari keyakinan bahwa seni adalah bahasa universal yang menyatukan.

Melalui tema Art for Peace and a Better Future, SBY ingin mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat perdamaian, melestarikan lingkungan, dan menatap masa depan dengan optimisme.

Baca Juga: 'Dying to Survive', Film yang Berhasil Mengubah Kebijakan Kesehatan di Tiongkok

"Hadirnya pameran ini sebagai bentuk seniman peduli pada masalah kehidupan, baik bangsa Indonesia maupun bangsa-bangsa lain. Seniman juga ingin menjadi bagian dari solusi, sebagaimana kita semua mencintai kedamaian dan perdamaian," ujar SBY saat membuka pameran pada Sabtu, 6 September 2025.

Seni Rupa sebagai Jembatan Perdamaian

SBY Art Community lahir dari gagasan SBY bahwa seni rupa dapat menjadi jembatan perdamaian sekaligus ruang reflektif bagi keadilan global. SBY yang saat ini menekuni seni Lukis berharap seni lukis Indonesia dapat turut menggaungkan suara kedamaian dan keberlanjutan dunia kepada masyarakat internasional.

Komunitas ini berlandaskan pada tiga pilar tematik: resolusi konflik, penegakan kemanusiaan, dan kelestarian lingkungan. Sebanyak 31 karya lukis dipamerkan, mengusung tema kedamaian, keberlanjutan, dan harapan lintas generasi.

Baca Juga: Penyair Asia Tenggara Disambut Tradisi Betawi Uluk Sapun di PPN XIII

Pameran ini melibatkan kolaborasi empat institusi seni nasional yaitu: FSRD ISI Yogyakarta, FSRD ISI Surakarta, FSRD ITB, FSRD IKJ, bersama lima pelukis profesional independen, termasuk SBY. Kolaborasi tersebut menjadikan pameran ini ruang dialog visual yang memadukan nilai kemanusiaan dan ekologi.

Sorotan utama pameran adalah lukisan kolaboratif berukuran 2,5 x 7 meter, yang dikerjakan oleh para Pelukis SBY Art Community bersama SBY. Karya kolaborasi ini merupakan adaptasi dan ekspresi dari tema besar Art for Peace and a Better Future dengan visual sebuah video musik Save Our World sebuah seruan artistik untuk menyelamatkan bumi dan memperkuat solidaritas global.

Lukisan Kolaboratif yang berjudul Destruction Ruins, Peace Paints ini merupakan karya monumental dan wujud nyata dari karya kreatif para pelukis dalam bingkai semangat kebersamaan dan tekad dalam menyuarakan suara kedamaian dan keberlanjutan dunia.

Baca Juga: Peneliti Muda Indonesia Temukan Senyawa Baru Kendalikan Diabetes

Selain itu, delapan lukisan pribadi karya SBY juga turut dipamerkan, menghadirkan refleksi personal beliau mengenai kedamaian, kemanusiaan, dan cinta Tanah Air.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: ekraf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X