Didasari Lahirnya Metaverse, Konsep ‘Marketing 6.0’ Diumumkan di World Marketing Summit 2022

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Sabtu, 8 Oktober 2022 | 08:56 WIB
Ilustrasi Metaverse. Didasari oleh kelahiran Metaverse, konsep Marketing 6.0 secara resmi diumumkan World Marketing Forum 2022 di Bali pada 7 Oktober 2022.  (Pixabay.com/@xresch)
Ilustrasi Metaverse. Didasari oleh kelahiran Metaverse, konsep Marketing 6.0 secara resmi diumumkan World Marketing Forum 2022 di Bali pada 7 Oktober 2022. (Pixabay.com/@xresch)

TINEMU.COM - Konsep ‘Marketing 6.0’ secara resmi diumumkan oleh Iwan Setiawan selaku CEO Marketeers Pada sesi terakhir hari kedua World Marketing Forum 2022 di Bali pada 7 Oktober 2022.

Konsep Marketing 6.0 merupakan buah pemikiran Philip Kotler yang dikenal sebagai The Father of Modern Marketing, Hermawan Kartajaya selaku Founder & Chairman M Corp, serta Iwan Setiawan CEO Marketeers.

Dalam kesempatan itu, Iwan membicarakan sekaligus mengumumkan versi terbaru konsep marketing, yakni ‘Marketing 6.0’ yang didasari oleh kelahiran Metaverse.

Baca Juga: Cryptocurrency Makin Marak Digunakan, Sudah Siapkah Ekosistem di Indonesia?

“Evolusi saluran pemasaran terdiri dari tiga fase yaitu multichannel marketing, omnichannel marketing, dan meta-marketing, evolusi meta-marketing dikemas dalam offline IN online,” terangnya.

Berbagai pihak telah menawarkan definisi Metaverse. Namun bagi Iwan, “Versi Metaverse kami terdiri dari empat hal diantaranya IoT sebagai data capturing device, AI sebagai data-analyzing device, blockchain sebagai data-storing device, dan VR sebagai human-machine interface device.”

Bagi industri pemasaran, terangnya, brand di Metaverse dapat memberikan petualangan, keuntungan, dan kenyamanan yang segar bagi semua orang.

Baca Juga: Philip Kotler Paparkan Tiga Trend Pemasaran Baru di World Marketing Forum 2022

Bicara soal Metaverse, tak lepas dari situs perdagangan (NFT) yang juga akan berfungsi sebagai cara baru untuk membuat kontrak, yang dilengkapi dengan pembayaran melalui mata uang kripto.

Selain itu, virtual identity dan digital content juga saat ini diakui sebagai pengalaman menarik yang dapat digunakan brand dalam meningkatkan approach humanisnya ke pelanggan.

Menutup sesi ini, Iwan menyatakan, “Buku ini masih pada perkembangan tahap awal, namun saat Marketing 6.0 diterbitkan, kita mungkin tidak akan melihat Metaverse seperti yang kita bayangkan sekarang.”

Baca Juga: Ingin Turunkan Berat Badan? Ini Lima Kunci Diet Sehat dari Ahli Gizi UGM

Brand dapat ‘bermain’ di metaverse hanya dengan mengambil keuntungan dari pelanggan yang ingin melarikan diri dari dunia nyata melalui diri virtual mereka, mendapatkan uang (didukung oleh blockchain), atau mereka yang hanya mencari kenyamanan,” imbuhnya.

Perkembangan Konsep Marketing

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: MarkPlus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Unique Genuine Content

Kamis, 9 April 2026 | 15:02 WIB
X