TINEMU.COM - Terkait kasus ditemukan telah meninggalnya mahasiswi FKH Unair CA (21 tahun) yang ditengarai melakukan upaya bunuh diri dengan menghirup gas Helium, ternyata gas tersebut bermanfaat jika digunakan dengan baik.
Gas helium adalah gas yang tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. memang bermanfaat, baik untuk kehidupan sehari-hari maupun dalam bidang medis.
Gas ini kerap digunakan sebagai bahan utama untuk mengisi balon hias hingga balon udara. Sifatnya yang ringan memungkinkan balon untuk melayang dan terbang di udara. Di dunia medis, as helium digunakan bersama dengan oksigen atau disebut juga helioks untuk membantu penderita gangguan pernapasan, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Baca Juga: Hore! Tiket Kereta Api untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2024 Sudah Bisa Dibeli
Dilansir oleh Alodokter, helioks (campuran helium dan oksigen tersebut) dalam kadar tertentu dipercaya dapat meredakan otot yang tegang di saluran pernapasan, sehingga penderita PPOK bisa bernapas dengan lebih mudah.
Helioks juga digunakan untuk meredakan gejala susah napas pada penderita asma. Manfaat gas helium lain dalam bidang medis adalah sebagai pengisi rongga perut dalam operasi laparoskopi. Hal ini didukung oleh studi yang menunjukkan bahwa helium bisa menjadi bahan yang aman untuk menggantikan karbondioksida sebagai gas pengisi rongga perut dalam prosedur tersebut.
Meski begitu, helium apabila tidak sengaja terhirup dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu lama, gas helium dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, karena bisa menghambat pasokan oksigen, mengganggu fungsi paru-paru, dan bahkan mengakibatkan kematian.
Baca Juga: KAI Hadirkan Promo Patriotrip di Hari Pahlawan, Ada Diskon 25 Persen Tiket Kereta Api
Bahkan beberapa orang bisa mengalami pusing, mual, muntah, dan pingsan apabila menghirup gas helium. Secara umum, penggunaan gas helium yang sembarangan dan tanpa pengawasan bisa mengakibatkan; pusing, lemas, sakit kepala, penglihatan buram, sesak napas, kejang, bahkan kehilangan kesadaran.
Karena itu disarankan untuk menggunakan gas helium sesuai keperluan dan tidak berlebihan. Bagi Anda yang telah menghirup gas helium kemudian mengalami gejala, seperti sakit kepala, sulit bernapas, bibir kebiruan, dan penglihatan buram, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.**
Artikel Terkait
Mikroalga Chlorella vulgaris Potensial Obati Luka Penderita Diabetes
Alumni Teknik Arsitektur UGM Raih Penghargaan Kompetisi Tugas Akhir
Ini Rekomendasi PB IDI untuk Penanganan Kasus Cacar Monyet di Indonesia
BRIN dan Mitra Hasilkan 4 Varietas Baru Pinang, Tembakau, dan Kakao