Rekayasa Bakteri EcN, Tim Mahasiswa UGM Raih Emas dan Special Award iGEM Competition di Paris

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Selasa, 14 November 2023 | 10:00 WIB
Tim Mahasiswa UGM berhasil meraih emas dan Special Award di ajang iGEM Competition di Paris. (Tim UGM)
Tim Mahasiswa UGM berhasil meraih emas dan Special Award di ajang iGEM Competition di Paris. (Tim UGM)

TINEMU.COM - Tim mahasiswa UGM (Universitas Gadjah Mada) berhasil meraih medali emas dari ajang Grand Jamboree-International Genetically Engineered Machine Competition 2023 atau iGEM Competition, yang berlangsung di Paris, Prancis pada 2-5 November 2023.

Di iGEM Competition, tim mahasiswa UGM juga sukses membawa pulang special award yakni Inclusivity Award dan masuk Top 5 Best Diagnostics Project.

Capaian ini menjadi pertama kalinya dalam 20 tahun berlangsungnya iGEM Competition, tim dari Indonesia berhasil meraih special award serta masuk dalam nominasi untuk best project. Pada 2021, tim pertama dari UGM membawa pulang penghargaan medali perak.

Baca Juga: Tim Yacaranda UGM Juara Umum Kompetisi Mobil Listrik Indonesia

Dalam ajang lomba internasional bergengsi di bidang Synthetic Biology ini tim mahasiswa UGM berkompetisi dengan lebih dari 400 tim dari 66 negara yang terdiri atas siswa SMA serta mahasiswa S1 dan S2 dari seluruh dunia.

iGEM Competition yang digelar iGEM Foundation ini berawal dari sebuah kegiatan summer school di Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada 2003.

Selama dua puluh tahun penyelenggaraan iGEM Competition, kegiatan ini telah mendorong lahirnya inovasi riset, perusahaan, dan startup bioteknologi terkemuka seperti Ginkgo Bioworks, Asimov, dan Benchling.

Baca Juga: Tak Bisa Dibayangkan Kelezatan Masakan Jawa Kuno

Tim UGM-Indonesia berasal dari berbagai program studi yang diketuai I Made Rhamandana Putra dari Fakultas Farmasi. Ia dan tim mengusung proyek bertema diagnostik dengan judul "Novel Biodevice for Colorectal Cancer Screening using Escherichia coli Nissle 1917 (EcN) with miRNAs as Biomarker".

"Kami berhasil merekayasa bakteri EcN untuk mendeteksi miR-92a dan miR-21 sebagai biomarker sel kanker kolorektal dan meningkatkan sensitivitas Loop-Initiated RNA Activator (LIRA) melalui pemodelan matematis dan simulasi komputer," terangnya.

Tim ini beranggotakan I Made Rhamandana (Fakultas Farmasi), Dennaya Kumara (Fakultas Farmasi); Adhelia Intan Sabhira, Fathur Syahrian Ramadhani, Sofyan Maulana, Ulfah Nur Azizah (Fakultas Biologi); Bagus Amartya Yudhananto, Farrel Alfaza Marsetyo, Nayaka Bagus Wahyu Agung Hertanto, Ofadhani Afwan (Fakultas KKMK); Afra Majida Hariono, Kayla Queenazima Santoso, Saddan Syah Akbar (Fakultas Teknik); Melodia Rezadhini (Fakultas Pertanian); Muhammad Bagus Sajiwo (Fakultas Teknologi Pertanian); dan Farrel Amroe Azhari (Fakultas MIPA).

Baca Juga: Rajamangsa, Makanan Kaum Elit Jawa Zaman Dulu

Selama proyek mereka berdiskusi dengan peneliti, stakeholders, dan instansi pemerintah, serta melakukan komunikasi dengan masyarakat pedesaan dan pasien kanker kolorektal.

Mereka juga melakukan pemberdayaan masyarakat mengenai skrining kanker kolorektal dan wawasan yang berkaitan dengan hal tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Humas UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X