Peringatan Harbuknas 2024, Peluang Benahi Literasi dan Numerasi melalui Buku Bacaan Bermutu

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Selasa, 21 Mei 2024 | 15:24 WIB
Peringatan Harbuknas 2024 menjadi peluang untuk membenahi literasi dan numerasi melalui buku bacaan bermutu. (kemdikbud.go.id)
Peringatan Harbuknas 2024 menjadi peluang untuk membenahi literasi dan numerasi melalui buku bacaan bermutu. (kemdikbud.go.id)

Hafidz menjelaskan bahwa pencetakan dan pengiriman buku di tahun 2024 dibagi menjadi 5 paket/kelompok. Masing-masing sekolah akan mendapatkan buku sebanyak 600 eksemplar (200 judul masing-masing 3 eksemplar).

Dalam perencanaan program, Pencetakan dan Pengiriman Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia Tahun 2024 (Tahap 2) akan mulai dilaksanakan pada akhir Mei 2024 hingga akhir Agustus 2024.

“Sasarannya adalah SD Kategori 2 AN 2022 yang beririsan dengan Kategori 1 AN 2023, dengan jumlah sasaran sebanyak 9.292 sekolah. Jika ditotalkan kita akan mengirim kurang lebih 27 juta eksemplar buku,” terang Hafidz.

Baca Juga: Film Terbaru Keanu Reeves Kisahkan Tentang Penerbangan Jarak Jauh

Praktik Baik Satuan Pendidikan

Sementara itu, Namira Syarah dari Sekolah Muslim Cendekia Tangerang membagikan pemodelan yang dapat dilakukan satuan pendidikan dengan cara membaca menyenangkan yang dapat dilakukan di satuan pendidikan. Menurutnya, guru harus dapat menciptakan pengalaman membaca buku atau teks yang menyenangkan kepada peserta.

Hal itu dapat dilakukan dengan cara menghindari membaca monoton dan membosankan. Seperti, mengajukan sejumlah pertanyaan yang menguji, membuat penugasan kreatif dan imajinatif dari bacaan yang disampaikan, serta memberikan pesan moral yang kuat agar dapat diingat peserta didik secara mudah.

“Praktik ini dapat dilakukan melalui read aloud atau membacakan nyaring. Aktivitas sangat sederhana, di mana guru atau seseorang menyisihkan sedikit waktunya untuk membacakan cerita kepada anak secara rutin dan terus menerus yang berdampak membuat anak biasa mendengar, mau membaca, dan akhirnya bisa membaca,” jelas Namira.

Baca Juga: 'Marni The Story of Wewe Gombel' Tawarkan Action Horor

Sementara itu, Riski dari Sekolah Dasar Negeri Sidotopo I, Sidoarjo, Jawa Timur, pada kesempatan yang sama mengungkapkan proses peningkatan literasi dan numerasi di sekolahnya telah membuahkan hasil dengan meningkatnya skor literasi di sekolahnya.

“Hal ini mengejutkan kami. Sebuah hadiah yang layak dirayakan. Tentunya ini adalah perayaan dari sebuah perjalanan panjang. Berawal dari keresahan skor literasi yang kurang memuaskan di tahun 2022. Kami berefleksi dan mencari cara terbaik untuk anak didik kami,” ujarnya.

“Kami bermimpi anak-anak lebih suka membaca dan guru-guru akrab dengan buku bacaan bermutu,” imbuhnya. Pemanfaatan buku bacaan bermutu seperti yang diperagakan Namira dapat diimplementasikan untuk pembelajaran dan projek penguatan profil pelajar pancasila (P5).

Baca Juga: Angginaprita Rilis Single Debutnya 'Istimewa'

Ditambahkan oleh Guru SDN Sidotopo, Surabaya, Riski, cara sederhana untuk memanfaatkan buku bacaan bermutu melalui pembelajaran yaitu menganalisis capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran, kemudian memilih buku yang relevan dengan tujuan pembelajaran, serta menyusun rencana pembelajaran merujuk pada buku bacaan bermutu.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X