Karena itu, Hasbi menilai penting untuk membuka komunikasi untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan literasi dan numerasi sehingga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan pendidikan.
Baca Juga: FoodStartup Indonesia, Perkuat Ekosistem Kuliner Agar Berjaya di Kancah Global
“Dengan memberikan informasi yang mudah diakses, pemerintah memastikan warganya memiliki pengetahuan yang memadai, yang pada gilirannya membantu menciptakan masyarakat yang lebih terdidik dan terlibat dalam pembangunan negara,” tambahnya.
Survei PISA selama 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa literasi dan numerasi peserta didik Indonesia masih di bawah kompetensi minimal, dengan perubahan yang belum signifikan akibat krisis pembelajaran yang bertahun-tahun merundung Indonesia.
Krisis ini antara lain disebabkan karena ketimpangan antarwilayah dan kelompok sosial-ekonomi, serta disparitas teknologi pembelajaran. Untuk mengatasi hal ini, transformasi pembelajaran menjadi prioritas utama yang memerlukan percepatan.
Baca Juga: Bali Street Carnival Lengkapi Kemeriahan World Water Forum ke-10
Langkah Strategis Tingkatkan Literasi
Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam pemaparannya mengatakan pemerintah melalui Kemendikbudristek telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi rendahnya nilai literasi dan numerasi peserta didik.
Salah satunya dengan pengiriman buku bacaan bermutu (Merdeka Belajar Episode 23), penguatan Kurikulum Merdeka (Merdeka Belajar Episode 15), dan program Kampus Mengajar (Merdeka Belajar Episode 2).
“Pada tahun 2022, dalam Merdeka Belajar Episode Ke-23: Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia, Kemendikbudristek melalui Badan Bahasa telah menyediakan lebih dari 15 juta eksemplar buku bacaan bermutu disertai dengan pelatihan dan pendampingan untuk lebih dari 20 ribu PAUD dan SD yang paling membutuhkan di Indonesia,” terang Hafidz.
Baca Juga: 'Daredevil Born Again' akan Rilis Maret 2025 di Disney+
Ini menjadi program pengiriman buku dengan jumlah buku dan jumlah penerima yang terbesar sepanjang sejarah Kemendikbudristek.
Kemendikbudristek juga turut menyediakan pelatihan dan pendampingan untuk membantu sekolah memanfaatkan buku-buku yang diterima.
“Tahun ini kita melanjutkan program Program Merdeka Belajar Episode Ke-23: Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia ini melalui kolaborasi Badan Bahasa, BSKAP, Ditjen PAUD Dikdasmen, dan Ditjen GTK dengan melaksanakan Program Pencetakan dan Pengiriman Buku Pengayaan Pendukung Gerakan Literasi Nusantara (GLN) Tahun 2024,” terang Hafidz.
Baca Juga: Perjalanan Detektif Alzheimer dalam 'Sleeping Dogs'
Artikel Terkait
Review Buku "Brand Thinking and Other Noble Pursuit" karya Debbie Millman
Menparekraf Apresiasi Peluncuran Buku ‘Atlas of Sustainable Design in Yogyakarta’ karya 42 Mahasiswa UTS Australia
Buku Resep Mustika Rasa, Gagasan Presiden Soekarno yang kembali Dibicarakan
Review Buku: The Good Enough Job ... Perspektif Menenangkan dan Realitis tentang Karir
Sastra Masuk Kurikulum Dorong Peningkatan Minat Baca dan Asah Kreativitas