Peringatan Harbuknas 2024, Peluang Benahi Literasi dan Numerasi melalui Buku Bacaan Bermutu

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Selasa, 21 Mei 2024 | 15:24 WIB
Peringatan Harbuknas 2024 menjadi peluang untuk membenahi literasi dan numerasi melalui buku bacaan bermutu. (kemdikbud.go.id)
Peringatan Harbuknas 2024 menjadi peluang untuk membenahi literasi dan numerasi melalui buku bacaan bermutu. (kemdikbud.go.id)

Karena itu, Hasbi menilai penting untuk membuka komunikasi untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan literasi dan numerasi sehingga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan pendidikan.

Baca Juga: FoodStartup Indonesia, Perkuat Ekosistem Kuliner Agar Berjaya di Kancah Global

“Dengan memberikan informasi yang mudah diakses, pemerintah memastikan warganya memiliki pengetahuan yang memadai, yang pada gilirannya membantu menciptakan masyarakat yang lebih terdidik dan terlibat dalam pembangunan negara,” tambahnya.

Survei PISA selama 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa literasi dan numerasi peserta didik Indonesia masih di bawah kompetensi minimal, dengan perubahan yang belum signifikan akibat krisis pembelajaran yang bertahun-tahun merundung Indonesia.

Krisis ini antara lain disebabkan karena ketimpangan antarwilayah dan kelompok sosial-ekonomi, serta disparitas teknologi pembelajaran. Untuk mengatasi hal ini, transformasi pembelajaran menjadi prioritas utama yang memerlukan percepatan.

Baca Juga: Bali Street Carnival Lengkapi Kemeriahan World Water Forum ke-10

Langkah Strategis Tingkatkan Literasi

Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam pemaparannya mengatakan pemerintah melalui Kemendikbudristek telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi rendahnya nilai literasi dan numerasi peserta didik.

Salah satunya dengan pengiriman buku bacaan bermutu (Merdeka Belajar Episode 23), penguatan Kurikulum Merdeka (Merdeka Belajar Episode 15), dan program Kampus Mengajar (Merdeka Belajar Episode 2).

“Pada tahun 2022, dalam Merdeka Belajar Episode Ke-23: Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia, Kemendikbudristek melalui Badan Bahasa telah menyediakan lebih dari 15 juta eksemplar buku bacaan bermutu disertai dengan pelatihan dan pendampingan untuk lebih dari 20 ribu PAUD dan SD yang paling membutuhkan di Indonesia,” terang Hafidz.

Baca Juga: 'Daredevil Born Again' akan Rilis Maret 2025 di Disney+

Ini menjadi program pengiriman buku dengan jumlah buku dan jumlah penerima yang terbesar sepanjang sejarah Kemendikbudristek.

Kemendikbudristek juga turut menyediakan pelatihan dan pendampingan untuk membantu sekolah memanfaatkan buku-buku yang diterima.

“Tahun ini kita melanjutkan program Program Merdeka Belajar Episode Ke-23: Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia ini melalui kolaborasi Badan Bahasa, BSKAP, Ditjen PAUD Dikdasmen, dan Ditjen GTK dengan melaksanakan Program Pencetakan dan Pengiriman Buku Pengayaan Pendukung Gerakan Literasi Nusantara (GLN) Tahun 2024,” terang Hafidz.

Baca Juga: Perjalanan Detektif Alzheimer dalam 'Sleeping Dogs'

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X