Kunjungi Desa Wisata Wanurejo, Sandiaga Uno Jajal Atraksi dan Bikin Rengginang

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Jumat, 12 Juli 2024 | 10:23 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno menjajal membuat rengginang saat mengunjungi Desa Wisata Wanurejo,  (kemenparekraf.go.id)
Menparekraf Sandiaga Uno menjajal membuat rengginang saat mengunjungi Desa Wisata Wanurejo, (kemenparekraf.go.id)

TINEMU.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno Desa Wisata Wanurejo, Magelang, Jawa Tengah yang menjadi gerbang masuk kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur pada Kamis, 11 Juli 2024.

Menparekraf Sandiaga berkesempatan menjajal sederet atraksi wisata yang ditawarkan di Desa Wisata Wanurejo. Sebelum tiba di Balkondes Wanurejo, Menparekraf Sandiaga disambut oleh tarian Kang Gareng di Candi Pawon, Dusun Bronjolanan.

Menparekraf Sandiaga menuju lokasi UMKM Rengginang Bu Yatin menggunakan VW. Di sini, Sandiaga melihat secara langsung proses pembuatan rengginang, makanan ringan yang terbuat dari beras ketan. Kemudian berbelanja oleh-oleh khas Desa Wisata Wanurejo.

Baca Juga: Muhibah Budaya Jalur Rempah Singgah di Lampung

Perjalanan dilanjutkan menuju lokasi terakhir yakni Balkondes Wanurejo. Sepanjang perjalanan, Menparekraf Sandiaga disuguhkan panorama hamparan sawah berlatar belakang Bukit Menoreh serta Gunung Merapi membuat siapapun yang melihat terpesona dengan keindahannya. Ini menjadi atraksi wisata yang sayang jika dilewatkan.

Setibanya di Balkondes Wanurejo, Menparekraf Sandiaga disambut tarian Topeng Ireng yang menceritakan tentang Wanurejo. Menparekraf juga sempat melihat beraneka produk UMKM di pendopo mulai dari kerajinan, kuliner, fesyen. Menparekraf juga menanam pohon kelengkeng di area paling barat Balkondes Wanurejo.

"Dari 6.016 desa wisata yang tergabung dalam Jadesta, Wanurejo ternyata memiliki banyak keunggulan. Saya tadi melihat langsung mulai dari rengginang sampai ke Candi Pawon. Dan saya berharap tempat-tempat semua berkolaborasi untuk mendukung Wanurejo," kata Menparekraf Sandiaga.

Baca Juga: Tinggal Berdua, NonaRia Rilis Album Baru yang Lebih Dewasa

Keberhasilan desa wisata tersebut berkat kolaborasi yang kuat antara sembilan dusun yang menghadirkan ragam daya tarik wisata pedesaan yang terintegrasi, dari mulai penginapan, atraksi, kuliner, kriya, hingga budaya dengan tetap mengedepankan kearifan lokal.

Penginapan yang ditawarkan berupa homestay. Desa Wanurejo menyediakan sekitar 63 homestay yang siap dan layak huni dengan harga sekitar Rp350.000 hingga Rp450.000 per malam.

"Untuk itu, saya canangkan Desa Wisata Wanurejo sebagai desa wisata terbaik Indonesia. Mudah-mudahan ini akan menjadi world class tourism destination. Kita akan angkat di kawasan Asia Tenggara dan mancanegara," kata Menparekraf Sandiaga.

Baca Juga: Tiga Proyek Film Indonesia Raih Penghargaan di Project Market BIFAN 2024 Korea

Adapun sembilan dusun yang terlibat dengan luas 470.100 hektare, di antaranya dusun Bronjonalan, dusun Tingal Kulon, dusun Tingal Wetan, dusun Bejen, dusun Ngentak, dusun Soropadan, dusun Barepan, dusun Jowahan, dan dusun Gedongan.

Desa ini merupakan salah satu desa wisata yang menjadi pintu gerbang masuk ke kawasan Borobudur. Letaknya berada di antara kaki pegunungan Menoreh dan diapit oleh sungai Progo dan sungai Sileng.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Kemenparekraf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X