Seiring perkembangan penelitian, beberapa spesies baru dari Jawa telah dideskripsi, antara lain C. semiadii (2014), C. petani (2015), C. klakahensis (2016), dan C. belanegara (2024).
Baca Juga: Film Terbaru Falcon Pictures 'Rumah untuk Alie' Segera Tayang!
Namun, Mecke et al. (2016) menemukan bahwa populasi C. fumosus di Jawa sebenarnya merupakan variasi dari C. marmoratus. Riyanto et al. (2020) juga mensinonimkan C. klakahensis sebagai C. petani berdasarkan taksonomi integratif.
Secara filogenetik, C. pecelmadiun berkerabat dekat dengan C. petani, dengan jarak genetik 0,1–1,6%. Spesies ini menjadi bukti kedua keberadaan grup darmandvillei di Jawa setelah C. petani, grup ini melimpah di kawasan Sunda Kecil.
Secara keseluruhan, Cyrtodactylus di Jawa terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu grup darmandvillei dan marmoratus, yang keduanya merupakan kompleks spesies.
Baca Juga: Cegah Judol, Kemkomdigi dan Gojek Luncurkan Kampanye #JudiPastiRugi
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Zootaxa (https://mapress.com/zt/article/view/zootaxa.5570.1.3) pada edisi 16 Januari 2025 dan menjadi referensi penting dalam studi taksonomi serta konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia.
"Penemuan ini semakin mendorong eksplorasi lebih lanjut untuk mengungkap keragaman tersembunyi (hidden diversity) dari Cyrtodactylus di Jawa, mengingat masih banyak spesies yang belum teridentifikasi secara menyeluruh," pungkas Awal.***
Artikel Terkait
Peneliti BRIN Temukan Deparia stellata, Tumbuhan Paku Jenis Baru
Papeda, Cecak Jarilengkung dari Pulau Obi
Peneliti BRIN Temukan Oreophryne riyantoi, Katak Jenis Baru Endemik Sulawesi
Peneliti BRIN Temukan Jenis Ular Air Baru dari Danau Towuti, Jumlah Ular di Sulawesi Genap 60 Spesies
Peneliti BRIN Temukan Tiga Ngengat Jenis Baru dari Pulau Sangihe dan Papua