BRIN Kembangkan Analisis Authorship Berbasis AI untuk Ungkap Penulis Teks Anonim

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Senin, 11 Agustus 2025 | 10:39 WIB
ilustrasi buku kuno (pixabay.com/garten-gg)
ilustrasi buku kuno (pixabay.com/garten-gg)

TINEMU.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas (PR BSK) terus berinovasi di bidang linguistik forensik. Salah satu terobosannya adalah pengembangan model analisis authorship berbasis kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) untuk mengidentifikasi penulis dari teks anonim.

Inovasi ini dipimpin oleh Devi Ambarwati Puspitasari, peneliti PR BSK BRIN, yang memanfaatkan teknologi AI untuk authorship attribution, sebuah metode untuk mencari siapa penulis atau pemilik suatu teks.

“Kami ingin mengumpulkan data terkait variasi bahasa. Karena hal ini ternyata menjadi data yang sangat penting untuk riset linguistik forensik,” kata Devi, dalam Webinar seri 68 bertajuk Korpus: Masa Depan Riset, Jumat (25/7/2025).

Baca Juga: Diperankan Fedi Nuril, 'Qorin 2' Segera Gentayangan di Bioskop!

Sejak 2023, Devi dan tim yang tergabung dalam Kelompok Riset (Kelris) Bahasa dan Hukum mulai melakukan penelitian dan pengambilan data lapangan dengan lokus penelitian yang cukup multilingual, yakni di Ibu Kota Negara (IKN). Bahkan, hingga ke titik Indonesia Timur serta Pontianak dan Entikong, Kalimantan Barat.

Devi menyebut, analisis authorship adalah salah satu metode untuk memastikan keaslian tulisan dari penulis yang diklaim dengan metode pendekatan komparatif. Melalui metode ini, ia membandingkan teks-teks anonim atau teks-teks yang dipertanyakan kepenulisannya atau kepemilikannya dengan teks-teks referensinya.

“Kami mengembangkan analisis authorship karena sudah punya model AI-nya. Kami bergerak menuju ke sociolinguistic profiling, yakni dengan lebih dalam menganalisis teks-teks untuk mengumpulkan dan mengidentifikasi karakteristik dari penulis atau pemilik teks tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: Syiska Diranti Ventia: Menyapa Dunia Lewat “Sileo Ergo Vivo” di Art Moments 2025

Sejalan dengan riset tersebut, Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR Arbastra) BRIN memberi perhatian khusus dalam mendukung riset menggunakan perangkat digital. Pada periode 2025-2029, perhatian tersebut diwujudkan dalam bentuk dua Rumah Program tentang data raya (big data), salah satunya terkait korpus.

Kepala OR Arbastra BRIN, Herry Jogaswara, menekankan pentingnya membangun kolaborasi dengan para pihak yang memiliki kegiatan mengembangkan korpus.

“Saya kira kerja samanya harus diperluas dalam hal pengembangan korpus. Karena ini akan menjadi salah satu program utama kita, riset-riset yang berbasis digital,” katanya.

Baca Juga: Kreatif dan Unik! Lomba Fashion Show Warnai Perayaan Kemerdekaan RI di RT 02/04 Kampung Kekupu

Herry mengemukakan, dengan adanya korpus, para periset BRIN harus semakin siap bahwa nantinya riset akan dapat dilakukan oleh siapa saja. Orang-orang dari manapun tidak perlu datang ke Indonesia untuk melakukan riset berbasis korpus.

Karena itu, dia menekankan untuk memperkuat jejaring. Misalnya, BRIN menyediakan wadah melalui Pusat Kolaborasi Riset.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: brin.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X