Kisah Anas Khan dan Ray Vicheasophea, Penerima Diplomat Scholarship Program di MBA FEB UGM

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Selasa, 2 September 2025 | 07:08 WIB
Penerima Diplomat Scholarship Program di MBA FEB UGM Kampus Jakarta. (Dok. Humas FEB UGM)
Penerima Diplomat Scholarship Program di MBA FEB UGM Kampus Jakarta. (Dok. Humas FEB UGM)

“Saya memiliki minat besar pada dunia bisnis dan ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi saya untuk terus belajar sambil tetap menjalankan tugas diplomatik di Jakarta,” ungkap Ray.

Ray meyakini pengalaman belajar di UGM, berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang, serta berjejaring dengan komunitas bisnis Indonesia akan menjadi bekal berharga. Ia yakin gelar yang akan diraihnya kelak akan membantu dalam upaya mempererat kerja sama bisnis antara Kamboja dan Indonesia.

Baca Juga: Mendikdasmen Apresiasi KICAU 2025, Bentuk Penguatan Karakter Anak Usia Dini Lewat Lagu

“MBA ini tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga akan saya wujudkan dalam praktik nyata untuk mempererat kerja sama bisnis antara Kamboja dan Indonesia,” imbuhnya.

Diplomat Scholarship Program

Diplomat Scholarship Program merupakan inisiatif baru MBA FEB UGM Jakarta yang diluncurkan pada 2025. Inisiatif ini menjadi wujud nyata diplomasi pendidikan Indonesia sekaligus strategi membangun jejaring internasional melalui jalur akademik.

Ketua Program Studi MBA FEB UGM Kampus Jakarta, Prof. Eduardus Tandelilin menjelaskan, Diplomat Scholarship Program memberi ruang bagi perwakilan asing untuk memahami Indonesia lebih dekat, bukan hanya lewat ritus kenegaraan, melainkan juga melalui disiplin manajemen dan bisnis yang dibutuhkan era modern.

Baca Juga: Film 'Dia Bukan Ibu' Ikut Kompetisi Fantastic Fest 2025 di AS

Menurutnya, beasiswa ini bukan sekadar dukungan finansial, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk memperkuat diplomasi publik.

Dengan belajar di jantung ekonomi Indonesia, para diplomat diharapkan dapat memahami Indonesia dari sisi budaya, dinamika ekonomi, sekaligus kekuatan akademiknya.

“Sebagai institusi pendidikan terkemuka, MBA FEB UGM Jakarta tidak hanya mendidik profesional, tetapi juga merawat ekosistem pengetahuan yang inklusif dan relevan global,” ujar Prof. Eduardus.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Humas UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X