Pilot Project Wingko Semarang untuk Pengendalian DBD

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Kamis, 1 Juni 2023 | 09:49 WIB
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti penyebab DBD yang akan dikendalikan dengan teknologi wolbachia.  (Pixabay.com/FotoshopTofs)
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti penyebab DBD yang akan dikendalikan dengan teknologi wolbachia. (Pixabay.com/FotoshopTofs)

TINEMU.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menghadiri peluncuran Implementasi Pilot Project Wolbachia di Semarang pada Selasa, 30 Mei 2023. Pilot project ini mengusung tagline Wingko Semarang atau Wolbachia Ing Kota Semarang.

Teknologi wolbachia merupakan salah satu inovasi yang melengkapi strategi pengendalian demam berdarah dengue (DBD) yang berkasnya sudah masuk ke Stranas (Strategi Nasional).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan No 1341 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pilot Project Penanggulangan Dengue melalui Wolbachia.

Baca Juga: Libur Panjang, Penumpang Kereta Api Mengalami Lonjakan

Pilot project wolbachia ini akan dilaksanakan di 5 kota yaitu Semarang, Jakarta Barat, Bandung, Kupang dan Bontang. Kota semarang menjadi kota pertama yang akan memulai implementasi inovasi teknologi wolbachia.

“Semarang sebenarnya berada di posisi tengah pada kasus DBD terbanyak dari kelima kota tersebut, namun Semarang ini paling maju dan paling berani walikota dan timnya. Walaupun di tengah-tengah tapi lebih progresif, jadi Semarang ini menjadi kota pertama untuk implementasi pilot project wolbachia,” ungkap Menkes Budi.

Pencegahan DBD dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pemberian vaksin kepada masyarakat dan perkawinan nyamuk dengan teknologi wolbachia agar nyamuknya tidak dapat menyebarkan virus aedes aegypti.

Baca Juga: Bank OCBC NISP Ajak Pengusaha UMKM BeraniNaikLevel

“Masuknya virus demam berdarah dari nyamuk yang bernama aedes aegypti, yang harus dicari tahu bagaimana cara mencegahnya agar tidak digigit nyamuk, jangan hanya fokus kepada pengobatannya saja, tapi dicoba dengan pecegahannya,” tutur Menkes Budi.

“Pencegahan ini ada dua cara yaitu yang pertama dengan vaksinasi supaya saat di gigit kita kuat, yang kedua adalah nyamuknya kita bikin mandul dengan wolbachia. Jadi pencegahannya itu dengan vaksinasi dan wolbachia, wolbachia juga sudah dimulai pada tahun 2011,” imbuhnya.

Efektivitas wolbachia telah diteliti sejak 2011 yang dilakukan oleh WMP di Yogyakarta dengan dukungan filantropi yayasan Tahija. Penelitian dilakukan melaui fase persiapan dan pelepasan aedes aegypti berwolbachia dalam skala terbatas (2011-2015).

Baca Juga: Kemenag Buka Pendaftaran Program Gelar Beasiswa Indonesia Bangkit 2023

Wolbachia ini dapat melumpuhkan virus dengue dalam tubuh nyamuk aedes aegypti, sehingga virus dengue tidak akan menular ke dalam tubuh manusia. Jika aedes aegypti jantan berwolbachia kawin dengan aedes aegypti betina maka virus dengue pada nyamuk betina akan terblok.

Selain itu, jika yang berwolbachia itu nyamuk betina kawin dengan nyamuk jantan yang tidak berwolbachia maka seluruh telurnya akan mengandung wolbachia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: sehatnegeriku.kemekes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X