Detektor Varian Covid-19, RT-LAMP Inovasi BRIN Kantongi Izin Edar Kemenkes

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Kamis, 13 Januari 2022 | 07:17 WIB
Peneliti BRIN mengembangkan RT-LAMP, detector varian Covid-19. RT-LAMP telah memiliki Nomor Izin Edar Alat Kesehatan dari Kemenkes. (Humas BRIN)
Peneliti BRIN mengembangkan RT-LAMP, detector varian Covid-19. RT-LAMP telah memiliki Nomor Izin Edar Alat Kesehatan dari Kemenkes. (Humas BRIN)

TINEMU.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan RT-LAMP, detector varian Covid-19. RT-LAMP telah memiliki Nomor Izin Edar Alat Kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan merek dagang Qi-LAMP-O.

Metode RT-LAMP (reverse transcription loop mediated isothermal amplification) merupakan inovasi dari Pusat Riset Kimia, BRIN. RT-LAMP bisa menjadi metode alternatif pengujian virus Covid-19 yang banyak menggunakan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) sebagai metode standar.

RT-LAMP merupakan detektor Covid-19 tanpa alat PCR. Reaksi amplifikasi gen target dengan metode RT-LAMP berlangsung kurang dari 1 jam. Diagnosa hasil Covid-19 pun bisa diperoleh lebih cepat, dengan hasil seakurat RT-PCR (reverse transcription polymerase chain reaction).

Baca Juga: VMware Perkuat Jajaran Nakhoda Perusahaan untuk Wujudkan Visi Multi Cloud di Asia

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/3602/2021, RT-LAMP termasuk kategori tes molekuler NAAT (Nucleic Acid Amplification test) bersama dengan Quantitative Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (qRT-PCR) dan Tes Cepat Molekuler (TCM), dengan akurasi sangat baik.

Perbedaan RT LAMP dengan RT-PCR adalah dalam proses amplifikasi gen target, reaksi RT-LAMP berlangsung secara isothermal atau suhu konstan sehingga tidak memerlukan alat thermocycler atau alat PCR.

Invensi RT-LAMP berupa paten terdaftar P00202110865 yang memiliki desain sistem menggunakan 2 gen target ORF dan gen N, 6 set primer, enzim reverse transcriptase, enzim polimerase; dengan sistem deteksi berbasis turbiditas.

Baca Juga: 12 Januari 2022 Dimulai Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga (Booster) Gratis!

Metode temuan periset BRIN tersebut dikembangkan sejak bulan Maret 2020 bersama mitra PT Biosains Medika Indonesia yang akan melakukan komersialisasi produk.

RT-LAMP telah memiliki Nomor Izin Edar Alat Kesehatan Kemenkes RI AKD 2030322XXXX. Izin edar produk dengan merek dagang Qi-LAMP-O ini berlaku sampai dengan Januari 2027.

Peneliti Kimia BRIN, Tjandrawati Mozef sangat bersyukur dengan terbitnya izin edar RT-LAMP dari Kemenkes. Dengan diterbitkannya izin edar reguler untuk RT-LAMP hasil riset BRIN, maka kita memiliki alternatif baru untuk mendeteksi Covid-19.

Baca Juga: Vaksin Booster Segera Dimulai, Yuk Cek Tiket dan Jadwal Vaksinasi di PeduliLindungi

“Di beberapa negara seperti Belanda dan Spanyol juga telah menetapkan RT-LAMP sebagai salah satu metode setara RT-PCR yang digunakan untuk mendeteksi Covid-19," terang Tjandrawati melalui Siaran Pers pada Rabu, 12 Januari 2022.

"Keunggulan RT-LAMP dibandingkan dengan RT-PCR ini selain tidak memerlukan alat deteksi PCR yang mahal, harga kit-nya pun lebih murah,” imbuhnya. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X