TINEMU.COM - Pelajar dari berbagai daerah di Indonesia menyemarakkan kampanye Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 21 Februari 2022. Mereka bergabung dalam kampanye digital melalui tanda pagar (tagar) #MariBergerak dengan #KerenTanpaPlastik melalui karya video pendek.
Video kampanye #KerenTanpaPlastik yang diproduksi pelajar dari berbagai daerah ini menjadi karya dari dua pelatihan digital Sekolah Mitra (PASCH) Goethe-Institut Indonesien pada Juli hingga Agustus 2021.
Dua tema diangkat dalam pelatihan itu, ‘Menjadi Tenaga Ahli Keberlanjutan! Menghindari Plastik’ dan ‘Menjadi Ahli Pelestarian Lingkungan! Tenaga Surya’.
Baca Juga: Kurangi Penggunaan Plastik, Pelajar Kampanyekan Gerakan Keren Tanpa Plastik
Video Sofia Rahma, siswa kelas XII SMAN 1 Puri Mojokerto, Jawa Timur, menceritakan kisahnya menjadi #KerenTanpaPlastik melalui video 5 menit 8 detik di sekolahnya. Karya Sofia mengisahkan mudahnya sampah plastik ditemukan di berbagai lingkungan, termasuk sekolah.
Bungkus belanja, botol bekas, dan kemasan makanan menjadi contoh yang paling sering Sofia temui di lingkungannya. Bahkan, Sofia bersama teman-temannya melihat langsung kondisi tempat pembuangan sementara.
Banyaknya sampah plastik ini menggerakkan keinginan Sofia untuk bisa mengubah kebiasaan mengurangi sampah. Ia mengajak teman-temannya mengampanyekan #KerenTanpaPlastik di wilayah Mojokerto.
Baca Juga: Prof. Roosseno Peroleh Penghargaan Herman Johannes Award dari KATGAMA
Ia menyebarkan perubahan ini ke berbagai jenjang sekolah, komunitas satu ke komunitas lain, agar mulai meninggalkan plastik. Solusinya, ia dan teman-teman membagikan totebag sebagai pengganti plastik.
Apa yang dilakukan Sofia juga dilakukan para siswa binaan Goethe-Institut yang tergabung dalam Inisiatif “Sekolah: Mitra Menuju Masa Depan“ (PASCH) di provinsi lain.
Di Kota Surabaya, Khansa Khalisha dan timnya dari SMAN 15 Surabaya melakukan hal serupa. Tagar #MariBergerak #KerenTanpaPlastik dikampanyekan serentak melalui video berdurasi 3 menit 46 detik.
Baca Juga: Super Aplikasi Halo Bahasa Diluncurkan, Integrasikan Produk dan Layanan Kebahasaan
Dalam videonya, Khansa menyoroti jumlah sampah plastik dari jajanan di sekolah. Ia bersama tim mengajak teman-temannya mulai mengganti bungkus makanan dari plastik menjadi kain. Selain itu, Khanza juga mengajak generasi muda untuk mulai membawa botol minum sendiri untuk membeli minuman di sekitar sekolah.
Dari Palembang, Sumatera Selatan, Audrey Tsabita Paneja, pelajar SMA Ignatius Global School bersama teman-temannya ikut bergerak. Dalam videonya berdurasi 3 menit 28 detik Audrey lebih ingin menyampaikan pesan, generasi milenial harus mulai berubah sejak sekarang. #MariBergerak, mengubah paradigma dengan menyisihkan plastik melalui sikap #KerenTanpaPlastik.
Artikel Terkait
Kurangi Sampah Plastik, KAI Gunakan Kemasan Makanan Ramah Lingkungan
SABIC Bermitra dengan Heng Hiap Industries Malaysia untuk Menggarap Limbah Plastik Pesisir
Kurangi Penggunaan Plastik, Pelajar Kampanyekan Gerakan Keren Tanpa Plastik