Kisah Giri, Mahasiswa Disabilitas Netra Raih Sarjana di UGM (Bagian 1)

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Kamis, 24 Februari 2022 | 05:00 WIB
Giri Trisno Putra Sambada (25) terpilih menjadi wakil wisudawan untuk memberikan kata sambutan di hadapan seluruh wisudawan dan pimpinan UGM.  (Humas UGM/Firsto)
Giri Trisno Putra Sambada (25) terpilih menjadi wakil wisudawan untuk memberikan kata sambutan di hadapan seluruh wisudawan dan pimpinan UGM. (Humas UGM/Firsto)

TINEMU.COM - Giri Trisno Putra Sambada (25) begitu bahagia sekaligus bangga berhasil menyandang gelar Sarjana Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Giri yang merupakan disabilitas netra mampu membuktikan keterbatasan fisik tak menjadi hambatan untuk menorehkan prestasi.

Rabu, 23 Februari 2022 merupakan hari bersejarah baginya. Sebab di hari itu ia berhasil diwisuda dengan Indeks Prestasi 3,43 atau sangat memuaskan dari prodi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. Momen wisuda juga menjadi kado ulang tahun bagi ayah tercintanya yang berulang tahun tepat pada 23 Februari.

Perjalanan Giri untuk meraih gelar sarjana tidaklah mudah. Awalnya ia merupakan remaja yang normal seperti anak-anak lainnya. Namun ia mulai kehilangan penglihataan saat kuliah pada tahun 2015.

Baca Juga: Kisah Giri, Mahasiswa Disabilitas Netra Raih Sarjana di UGM (Bagian 2)

“Saat masuk UGM masih bisa melihat hingga semester dua, Allah mengambil pengelihatan saya secara total. Seolah runtuh semua cita-cita, hilang semua harapan, seperti tak mungkin lagi menjadi apa-apa,” papar Giri yang terpilih menjadi wakil wisudawan untuk memberikan kata sambutan di hadapan seluruh wisudawan dan pimpinan universitas.

“Namun dengan motivasi dan tekad yang tinggi serta keterbukaan UGM melayani pendidikan yang inklusif di hari ini saya bisa berada di wisuda ini bersama teman-teman,” imbuhnya.

Anak Penjual Soto

Giri merupakan putra pertama pasangan Sutrisno (55) dan Ngersi Suprihatin (45) yang tinggal di Minggiran MJII/1197, Matrijeron, Yogyakarta. Kedua orang tuanya sehari-hari berjualan soto di daerah Tamanan, Bantul.

Baca Juga: Grab bersama KemenKopUKM Sediakan Vaksin Booster untuk Ribuan Masyarakat dan UKM

Sebelumnya, sang ayah sempat memiliki usaha event organizer. Namun karena kondisi kesehatan mengidap diabetes dan jantung koroner memaksanya berhenti menjalankan usaha tersebut dan memilih membantu isterinya berjualan soto.

Sementara sang adik, Avitrsina saat ini tengah menempuh pendidikan sarjana masuk semester empat di salah satu perguruan tinggi swasta Yogyakarta.

Penglihatannya Menurun

Fungsi penglihatannya menurun saat ia mengikuti perkuliahan di kelas. Tanpa merasa sakit secara tiba-tiba ia mulai tidak bisa melihat lagi. Semua terlihat samar dan semua wajah teman dan yang dilihatnya hanya berwarna putih.

Baca Juga: Ada Warga Minum Segelas Teh Dicampur Bongkahan Hujan Es, Pakar ITS Ingatkan Kandungan Polutan Berbahaya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Humas UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X