TINEMU.COM - Selain input dari sungai, sumber pencemaran Waduk Kaskade Citarum, Jawa Barat, berasal dari kegiatan budidaya ikan dalam Karamba Jaring Apung (KJA). Sisa pakan yang terbuang dan sisa metabolisme ikan dari kegiatan KJA merupakan sumber pencemaran organik.
Eutrofikasi merupakan salah satu dampak pencemaran organik akibat tingginya konsentrasi fosfor dan nitrogen. Untuk itu diperlukan suatu teknologi budidaya ikan dalam KJA yang ramah lingkungan sehingga mampu mencegah dan mengendalikan beban cemar tersebut.
Menjawab permasalahan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) mengembangkan KJA SMART (Sistem Manajemen Air dengan Resirkulasi dan Tanaman).
Teknologi KJA ramah lingkungan ini mengadopsi sistem akuaponik yang telah dimodifikasi sehingga dapat diterapkan di perairan waduk dan danau. Prinsip kerja teknologi resirkulasi air dengan memanfaatkan tumbuhan sebagai fitoremidator dan filterisasi yang dapat memperbaiki kualitas air.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada Selasa, 15 Maret 2022, melakukan kunjungan kerja ke Waduk Djuanda, Jatiluhur, Jabar, bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Gubernur Jabar Ridwan Kamil.
Pada kegiatan tersebut, Menteri Trenggono mengunjungi Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan (BRPSDI) BRSDM dan mendapat penjelasan terkait KJA SMART hasil inovasi Balai tersebut.
Baca Juga: Sero Survei: 86,6% Penduduk Indonesia Miliki Antibodi terhadap Covid-19
Di BRPSDI, Menteri Trenggono diperlihatkan miniatur atau maket KJA SMART dan dijelaskan mengenai cara kerja dan keunggulan teknologi tersebut. Ia berharap KJA SMART dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi limbah akibat aktivitas budidaya ikan di Waduk Jatiluhur.
"Permasalahan yang ditemukan di lapangan memang harus segera ditangani dengan baik. KKP siap," ujar Menteri Trenggono.
Kepala BRSDM I Nyoman Radiarta menjelaskan bahwa BRSDM telah menghasilkan inovasi-inovasi untuk mengurangi pencemaran di waduk dan danau.
Baca Juga: Mari Mengenal Kampung Madras, The Little India di Kota Medan
Salah satunya teknologi KJA SMART yang mengintegrasikan antara sistem budidaya ikan dan pertanian (akuaponik) yang telah dimodifikasi, sehingga dapat diterapkan di perairan terbuka, seperti waduk atau danau.
Kepala BRPSDI Iswari Ratna Astuti mengatakan pihaknya telah melakukan penelitian di Waduk Jatiluhur dengan KJA SMART Jaring Ganda. KJA SMART menggunakan kolam yang terdiri dari tiga lapisan dan dilengkapi dengan penampung sisa pakan sehingga mempermudah penyedotan.
Artikel Terkait
Kelola Keberlanjutan Danau Maninjau, Ini Langkah KKP
Menjaga Ekosistem Danau Maninjau dengan Pengolahan Lahan Basah Apung dan Aerasi Terpadu
Pelabuhan Penyeberangan dan KMP di Danau Toba Diresmikan Presiden Jokowi
Wisata di Waturaka, Tak Sekadar Jadi Orang Desa Di Dekat Danau Tiga Warna