KJA SMART, Solusi Kurangi Limbah Budidaya Ikan di Waduk

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Senin, 21 Maret 2022 | 04:00 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan mengembangkan KJA SMART, salah satu solusi mengurangi limbah kegiatan budidaya ikan di waduk. (kkp.go.id)
Kementerian Kelautan dan Perikanan mengembangkan KJA SMART, salah satu solusi mengurangi limbah kegiatan budidaya ikan di waduk. (kkp.go.id)

TINEMU.COM - Selain input dari sungai, sumber pencemaran Waduk Kaskade Citarum, Jawa Barat, berasal dari kegiatan budidaya ikan dalam Karamba Jaring Apung (KJA). Sisa pakan yang terbuang dan sisa metabolisme ikan dari kegiatan KJA merupakan sumber pencemaran organik.

Eutrofikasi merupakan salah satu dampak pencemaran organik akibat tingginya konsentrasi fosfor dan nitrogen. Untuk itu diperlukan suatu teknologi budidaya ikan dalam KJA yang ramah lingkungan sehingga mampu mencegah dan mengendalikan beban cemar tersebut.

Menjawab permasalahan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) mengembangkan KJA SMART (Sistem Manajemen Air dengan Resirkulasi dan Tanaman).

Baca Juga: Indonesia GrandPrix 2022: Miguel Oliviera Pertama, Pawang Hujan, Kondisi Marc Marquez, dan Anies Baswedan

Teknologi KJA ramah lingkungan ini mengadopsi sistem akuaponik yang telah dimodifikasi sehingga dapat diterapkan di perairan waduk dan danau. Prinsip kerja teknologi resirkulasi air dengan memanfaatkan tumbuhan sebagai fitoremidator dan filterisasi yang dapat memperbaiki kualitas air.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada Selasa, 15 Maret 2022, melakukan kunjungan kerja ke Waduk Djuanda, Jatiluhur, Jabar, bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Pada kegiatan tersebut, Menteri Trenggono mengunjungi Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan (BRPSDI) BRSDM dan mendapat penjelasan terkait KJA SMART hasil inovasi Balai tersebut.

Baca Juga: Sero Survei: 86,6% Penduduk Indonesia Miliki Antibodi terhadap Covid-19

Di BRPSDI, Menteri Trenggono diperlihatkan miniatur atau maket KJA SMART dan dijelaskan mengenai cara kerja dan keunggulan teknologi tersebut. Ia berharap KJA SMART dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi limbah akibat aktivitas budidaya ikan di Waduk Jatiluhur.

"Permasalahan yang ditemukan di lapangan memang harus segera ditangani dengan baik. KKP siap," ujar Menteri Trenggono.

Kepala BRSDM I Nyoman Radiarta menjelaskan bahwa BRSDM telah menghasilkan inovasi-inovasi untuk mengurangi pencemaran di waduk dan danau.

Baca Juga: Mari Mengenal Kampung Madras, The Little India di Kota Medan

Salah satunya teknologi KJA SMART yang mengintegrasikan antara sistem budidaya ikan dan pertanian (akuaponik) yang telah dimodifikasi, sehingga dapat diterapkan di perairan terbuka, seperti waduk atau danau.

Kepala BRPSDI Iswari Ratna Astuti mengatakan pihaknya telah melakukan penelitian di Waduk Jatiluhur dengan KJA SMART Jaring Ganda. KJA SMART menggunakan kolam yang terdiri dari tiga lapisan dan dilengkapi dengan penampung sisa pakan sehingga mempermudah penyedotan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kkp.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X