Pakan Lamtoro Dongkrak Mutu Daging Sapi Lokal

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Selasa, 3 Mei 2022 | 14:48 WIB
Ketut Rajin, salah satu peternak di Sumbawa yang memberi pakan lamtoro untuk ternaknya. Pakan lamtoro bisa mendongkrak mutu daging lokal. (Setiyo)
Ketut Rajin, salah satu peternak di Sumbawa yang memberi pakan lamtoro untuk ternaknya. Pakan lamtoro bisa mendongkrak mutu daging lokal. (Setiyo)

Di sisi lain, lamtoro merupakan tanaman legume, jika ditanam di daerah kering bisa berfungsi sebagai tanaman konservasi. Lamtoro juga membantu terbentuknya iklim mikro di lokasi yang beriklim kering.

Baca Juga: Opini Bandung Mawardi: Ki Hadjar Dewantara, Iklan KHD, dan Buku Seharga 4 Rupiah

Lamtoro Taramba

Pengembangan lamtoro dimulai pada tahun 2001 melalui penelitian kerjasama oleh BPTP NTB dengan BPTP Nusa Tenggara Timur dan Universitas Queensland, Australia. Tanda menjelaskan bahwa penelitian dimulai dengan menguji berbagai jenis lamtoro untuk mencari lamtoro yang bisa adaptif untuk wilayah kering beriklim kering seperti wilayah NTT dan NTB.

Sebenarnya ada beberapa lamtoro yang cukup bagus, tetapi yang paling mudah untuk dikembangkan adalah lamtoro taramba. “Pengembangan lamtoro taramba dimulai di NTB dan NTT secara masif mulai 2010 melalui penelitian kerjasama dari Balitbangtan dan Universitas Queensland dengan pelaksanaannya BPTP NTB dan BPTP NTT,” terang Tanda.

Pada 2010 dimulai penanaman lamtoro taramba di beberapa tempat. Menurut Tanda, saat ini total petani di NTB yang menggunakan lamtoro untuk pakan ternaknya sudah mencapai 3.500 petani.

Baca Juga: Gus Baha : Mendoakan Orang yang Telah Meninggal, Itu Ada Dalilnya!

“Dari sistem ini kita sudah bisa mendapatkan sapi bali lamtoro berkualitas baik yang bisa menghasilkan kualitas daging yang tinggi,” lanjutnya.

Sebelum menggunakan lamtoro taramba, para petani melakukan penggemukan berbasis hijauan rumput terutama baik rumput budidaya maupun rumput alam. Jika hanya menggunakan pakan rumput yang proteinnya di bawah 9% pertambahan berat badan yang bisa dicapai hanya sekitar 0,3 kilogram/hari/ekor.

“Setelah menggunakan lamtoro taramba, pertumbuhan sapi bisa menjadi 2 kali lipat sekitar 0,5 - 0,6 kg/hari/ekor. Dengan demikian, lama pengemukan bisa terpotong sampai 50 persen. Karena itu kita bisa menghasilkan sapi dengan berat potong yang tinggi pada umur yang lebih muda,” pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X