Kali Pertama, BRIN Lakukan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2022

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Kamis, 16 Juni 2022 | 11:55 WIB
BRIN akan melakukan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2022 bekerjasama dengan BKKBN dan BPS. (Youtube.com/BRIN Indonesia)
BRIN akan melakukan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2022 bekerjasama dengan BKKBN dan BPS. (Youtube.com/BRIN Indonesia)

TINEMU.COM - Kegiatan lima tahunan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) kembali dilaksanakan. Kali ini, SDKI digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi, bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Kegiatan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2022 diawali dengan Kick off SDKI 2022 di Gedung BJ. Habibie, Jakarta, pada 16 Juni 2022. Rangkaian SDKI berupa uji coba survei rencananya segera dimulai Juli 2022.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2022 merupakan survei demografi dan kesehatan ke-9, sejak pertama kali dilaksanakannya pada 1987. Pelaksanaannya selama ini oleh BPS dan BKKBN. Pada 2022 ini, untuk kali pertama SDKI dilaksanakan oleh BRIN dengan berbagai inovasi survei atau keterbaruan survei.

Baca Juga: WIR Group Raih Penghargaan dari Presiden Malta

Inovasi pertama, penggunaan Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI) menggantikan Paper-Assisted Personal Interviewing (PAPI) yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pelaksanaan survei.

Inovasi kedua, keterlibatan rekan rekan mahasiswa dan akademisi lainnya dari perguruan tinggi pada 34 provinsi untuk menjadi petugas pewawancara. Inovasi ketiga, pelibatan Periset BRIN sebagai Koordinator Lapangan dan Tim Analisis untuk menemukenali kondisi demografi dan kesehatan di masyarakat dan menghasilkan analisis yang mendalam dan komprehensif.

“Kehadiran mahasiswa dan akademisi lainnya tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kualitas data kependudukan dan kesehatan Indonesia,” tutur Handoko.

Baca Juga: Transjakarta dan KAI Kolaborasi Bangun Sistem Integrasi Antarmoda

SDKI diarahkan memenuhi kebutuhan data yang memiliki keterbandingan internasional. Data SDKI digunakan untuk penyusunan kebijakan, program kependudukan, dan kesehatan.

“Data hasil SDKI akan digunakan Bappenas untuk menyusun indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), dan Sustainable Development Goals (SDGs) terkait kependudukan,” terang Handoko.

Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi, Boediastoeti Ontowirjo mengatakan, dalam memenuhi Global Statistical Business Process Model.

Baca Juga: Telkomsat Peroleh Hak Labuh Starlink dari Kominfo

SDKI 2022 telah melakukan tahapan perencanaan data yang mencakup identifikasi kebutuhan data dan membangun rancangan survei dengan metodologi yang diharapkan dapat menghasilkan Indikator Demografi dan Kesehatan pada tingkat nasional dan provinsi serta mengacu pada Demographic Health Survey Program untuk dapat diperbandingkan secara internasional.

“Pengumpulan data SDKI 2022 dilaksanakan pada 34 Provinsi, dengan sampel sebanyak 2.080 Blok Sensus mencakup daerah perkotaan dan perdesaan dengan target responden yang terdiri dari Wanita Usia Subur, Pria Kawin, dan Remaja Pria. Kerangka sampel SDKI 2022 ini menggunakan Master Sampel Blok Sensus dari hasil Sensus Penduduk Long Form 2020 (SPLF2020),” ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Humas BRIN

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X