'Mickey 17', Pesan Moral Di Antara Olok-Olok Kepada Teknologi

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Minggu, 8 Juni 2025 | 10:55 WIB
Robert Pattinson sebagai Mickey (istimewa)
Robert Pattinson sebagai Mickey (istimewa)

TINEMU.COM- Semula film ini mungkin hanya sekedar memberi info apabila penyelewengan sains dengan mampu menggandakan spesies manusia itu sendiri-demi percobaan agar manusia lainnya bisa hidup di planet baru-berakibat kekacauan. Ternyata film ini lebih jauh bicara soal itu.

Ambisi politik, pengorbanan manusia yang merasa hidupnya tak berguna sehingga rela menjadi spesimen manusia yang bisa digandakan terus menerus, hingga sampai pada kenyataan bahwa merekalah bangsa manusia itu sendiri sebagai penjajah pengganggu spesies yang sudah ada sebelumnya-berhasi diramu dalam satu cerita menarik Mickey 17 karya sutradara Bong Joon Ho berdasarkan novel karya Edward Ashton.

Film berjenis fiksi ilmiah dibalut komedi gelap ini dibuka dengan dua pemuda Mickey Barnes (Robert Pattinson) dan Timo (Steven Yeun) yang hidupnya begajulan. Mickey bahkan merasa tak berguna dan sadar dirinya tak punya keahlian saat melamar sebagai relawan untuk projek pengembangan koloni di planet yang baru ditemukan Niflheim. Timo melamar sebagai pilot sedangkan Mickey dengan sadar melamar sebagai orang yang jasadnya boleh dikloning atau dikopi. Posisi aneh bin konyol memang,walau dengan adanya Mickey, ekspedisi tersebut berhasil membuat manusia bisa bernafas dan menyesuaikan diri dengan cuaca dingin bersalju di Niflheim.

Baca Juga: 'The Age of Adaline', Nggak Selamanya Awet Muda Menyenangkan

Mickey yang terbukti mati berkali-kali dan hidup lagi, menjadikan dirinya menarik di antara rekan lainnya. Saat jam istirahat atau sedang bertugas ada saja yang bertanya kepadanya "bagaimana rasanya sih mati itu?". Tak hanya itu,sebagai sosok yang tadinya cuma pengangguran di Bumi, di projek ini baru Mickey merasa dibutuhkan bahkan mendapatkan kekasih, Nasha (Naomi Ackie) petugas sekuriti. Selain itu Mickey juga disenangi Kai Katz (Anamaria Vartolomei). 

Mickey dari pemuda pengangguran jadi disukai cewek, Kai Katz (Anamaria Vartolomei)
Mickey dari pemuda pengangguran jadi disukai cewek, Kai Katz (Anamaria Vartolomei)
Saat duplikat Mickey mencapai ke-17 kali, teman-temannya mengira ia sudah tewas ditelan monster alien raksasa planet Nifheim. Nyatanya ia tidak mati, sedangkan projek tersebut sudah buru-buru mencetak jasadnya yang ke-18. Mickey 17 mampu dengan selamat kembali ke baraknya bahkan bertemu dengan duplikatnya. Masalah muncul ketika Nasha dan Kai mengetahui adanya 2 Mickey-lelaki yang mereka sukai. Tak hanya itu kedua Mickey juga mengetahui akan mendapat ancaman berbahaya dari politikus Kenneth Marshall (Mark Ruffalo) - sosok yang membiayai penelitian dan ekspedisi ini untuk menguasai planet Niflheim. Mengetahui posisi Mickey satu-satunya yang sebagai sosok yang boleh dikopi jika mati karena eksperimen gagal, Kenneth dan istrinya juga mengeksploitasi Mickey dengan misalnya mencoba mencicipi daging buatan yang diolah menjadi steak. 

Film ini menjadi menarik karena konflik dan masalah tak lagi berkutat soal akibat kloning yang membahayakan-apalagi salah satu ilmuwan ekspedisi ini juga diam-diam mengkloning dirinya sendiri dan berbuat kriminal. Mickey 17 - 18 yang disukai dua perempuan Nasha dan Kai malah dianggap Nasha memudahkan- karena tak harus berbagi kekasih jika sedang ingin bercumbu.

Baca Juga: 'Predator Killer of Killers', Adaptasi yang Menjanjikan

Hubungan antar manusia yang saling memanfaatkan-juga angan-angan menguasai planet lain dengan menghancurkan makhluk lain yang sebenarnya penduduk asli planet Niflheim-berhasil dirangkai secara intens tak membosankan oleh sutradara Bong Joon Ho yang kondang gara-gara film Parasite (2019) dan juga fiksi ilmiah, Okja (2017).

Kendati tema tak sepenuhnya baru (rekayasa genetika, eksploitasi manusia) konflik dalam film ini berhasil dirangkai dengan baik lewat dialog yang segar. Tak mudah memang mengeksekusi berbagai konflik dalam kisah ini yang semula Mickey-nya cuma 7 (novel aslinya berjudul Mickey 7) menjadi 17-demi hiperbolik namun nyatanya tetap mudah diikuti. **

 

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X