“Film ini lucu, manis, tapi juga bikin mikir. Aku suka karena pesannya nggak sekadar soal relationship, tapi juga tentang menghargai diri sendiri dalam sebuah hubungan,” ungkap Maxime Bouttier.
“Menurutku, film ini bakal jadi bahan obrolan penting. Banyak orang muda ngalamin dilema ini: menikah karena cinta, atau karena tuntutan? Dan film ini mengemasnya dengan cara yang hangat dan menghibur," kata Jourdy Pranata.**
Artikel Terkait
Nicholas Saputra Terjebak Drama Petaka di Pesawat!
'Dying to Survive', Film yang Berhasil Mengubah Kebijakan Kesehatan di Tiongkok
Adrian Jonathan Pasaribu Bawa Indonesia di Komite Alternativa Film Festival 2026
Mainan, Patung, atau Ibadah Pop? KAWS Menggoda Publik Jakarta di Meiro Gallery