TINEMU.COM - Pemerintah Indonesia telah mengakui potensi dan pentingnya industri e-sport bagi penyumbang perekonomian nasional. Pemerintah juga telah memberikan dukungan dalam pengembangan bidang ini, hingga sedang merumuskan sebuah Peraturan Presiden (Perpres).
Untuk mengembangkan industri gim nasional, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membagi e-sport sebagai subsektor prioritas. Di sisi ekonomi kreatif, e-sport masuk ke dalam 17 subsektor yang masuk dalam skala prioritas dan unggulan.
Di sisi lain, eSport masuk juga ke dalam sektor pariwisata. Kegiatan ini dinilai dapat menarik wisatawan domestik maupun luar negeri. Sebab itu, e-sport mampu meraih perhatian Kemenparekraf hingga merancang berbagai program pengembangan gim nasional.
Baca Juga: Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (98)
Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kemenparekraf, Muhammad Neil El Himam mengatakan Indonesia yang termasuk dalam pasar gim terluas ke-16 di dunia dan tercepat pertumbuhannya, membuka harapan baru bagi Pemerintah untuk dapat menghadirkan program Rancangan Peraturan Presiden tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional untuk esport.
“Hal ini merupakan perhatian pemerintah yang mendalam sehingga Indonesia bisa menjadikan gim ini sebagai kekuatan ekonomi baru,” ujar Neil El dalam The 11th Annual Jakarta Marketing Week 2023 pada 17 Juni 2023 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta.
Pada kesempatan yang sama, Ivan Chen, CEO Anantarupa Studios menjelaskan bahwa esport menjadi sorotan saat pandemi dan mampu bertahan, bahkan berkembang hingga 37% setahun.
Baca Juga: PT Widya Matador Inovasi Ikut Berpartisipasi dalam 1st Indonesian Mining Safety Summit 2023 di Bogor
“Hal ini menjadikan peluang besar bagi esport di Indonesia. Pasalnya, Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara dan jumlah pemain game di Indonesia lebih dari setengah penduduk,” ujar Ivan.
Bukan hanya sebuah game, COO Alter Ego Indra Hadiyanto menganggap game serupa dengan kehidupan sehari-hari. Ia menggunakan prinsip Mario Bros, “Alter Ego yang ingin menjadi top di dunia, meskipun gagal atau kalah, tetap fokus dengan goal.”
“Salah itu gapapa, salah itu pembelajaran. Hal terpenting adalah memiliki keberanian layaknya Mario Bross dalam misi menyelamatkan sang putri,” imbuhnya.
Baca Juga: Potensi Konten Lokal Melonjak, Vidio.com Jadi Platform OTT Terkini di Asia Tenggara
Marketeers Community Tournament: Call of Duty Mobile
Selain panel sesi, The 11th Annual Jakarta Marketing Week ini juga menggelar kompetisi esport skala komunitas di dalam Marketeers Community Tournament: Call Duty Mobile. Menggandeng game publisher global, Garena, Marketeers Community Competition berhasil meraih atensi yang begitu besar dari para komunitas pecinta game Call of Duty Mobile, besutan Garena.
Artikel Terkait
Kurang dari 5 Persen Perempuan Terjun ke Industri Esports
PB ESI Dorong Indonesia Sebagai Sentra Esports Dunia
PB ESI Bahas Fenomena Disrupsi Web 3.0 bagi Perkembangan Ekosistem Esports
Aplikasi mobile ONE Esports, Hadirkan Konten Esports Eksklusif untuk Pengguna Samsung Galaxy