TINEMU.COM -- Sudah banyak film dokumenter tentang para musisi, belum film cerita biopiknya. Tapi ada yang beda dengan “Hired Gun”, sebuah film dokumenter garapan Tim Calandrello dan Fran Strine ini. Film berdurasi 98 menit ini memfokuskan diri kepada sepak terjang para additional player, alias pemain musik yang bekerja secara freelance di berbagai artis dan grup.
“Hired Gun” adalah istilah yang lazim dipakai untuk menyebut profesi ini di industri musik. Kebanyakan memang bukan sebagai anggota tetap, tapi profesi ini sangat dibutuhkan guna memuluskan penampilan sang bintang di panggung. Sejumlah daftar panjang konser selain juga ketatnya jadwal rekaman menjadikan profesi ini masih menggiurkan di industri showbiz.
Sebutlah yang sempat hadir di sini ada Jason Hook (Alice Cooper), Liberty Devitto (Billy Joel), Steve Lukather (Michael Jackson), Phil X(Bon Jovi), Eric Singer (Kiss), Rudy Sarzo (Ozzy Osbourne), Justin Derrico (Pink) dan banyak lagi. Untuk pembuatan film ini Calandrello dan Strine berhasil mengumpulkan dan mewawancara 55 musisi.
Baca Juga: Surya Satellite-1 Siap Mengorbit
Misalnya Rudi Sarzo, yang pernah menjadi pemain bas di tiga grup besar diantaranya Quiet Riot, Whitesnake dan Dio - juga Ozzy Osbourne. Hingga kini mungkin dia adalah salah satu sosok “Hired Gun” yang berhasil. Phil X yang sekarang jadi gitaris Bon Jovi, Dave Eleffson, pemain bas Megadeth yang kini terlibat dengan gitaris Judas Priest, KK Downing, adalah beberapa nama yang juga berhasil sebagai “musisi cabutan”. Juga Jason Hook yang ketika pergi ke Los Angeles merantau dari Kanada, ia meniti karir sebagai “Hired Gun” ketika menjadi gitaris Mandy Moore dan Hillary Duff.
Kepiawaian Jason Hook sebagai gitaris rock baru ditemukan Alice Cooper. “Tidak melalui audisi, hanya wawancara singkat via email, dan saya takjub ternyata selama ini saya diawasi Alice Cooper,” jelas Hook. Hook termasuk beruntung apalagi menurut Alice Cooper, ia dan timnya sengaja berkeliling ke berbagai tempat mencari gitaris yang bagus.
Sebagai tontonan, Strine berhasil mengemas film ini menjadi menarik karena ia tak lantas hanya menonjolkan kisah-kisah indahnya. Sebutlah pemain bas Jason Newsted yang bergabung ke Metallica sejak 1986. Menjadi sosok pengganti Cliff Burton tentunya menjadi beban, apalagi ia sudah jadi fans Metallica sejak lama.
Baca Juga: Antara Lagu Bimbo dan Hadits Rasulullah tentang Keutamaan Berpuasa Bulan Ramadan
Meski cukup lama di Metallica, Newsted mengaku tak mendapat honor layak. Honornya bahkan kalah dibandingkan teknisi dram Metallica. Keputusannya pergi dari Metallica sejak 2001 sempat menggoyahkan grup yang juga menjadi tema penting film dokumenter lainnya, khusus tentang Metallica “Some Kind of Monsters”(2004).
Kemudian ada juga gitaris Toto, Steve Lukather yang pernah membantu sesi rekaman Michael Jackson, terutama di lagu “Beat it”. “Lagu itu terkenal sekali tapi sebagai pengisi gitar elektrik juga pemain bas saya sama sekali nggak disebut…Sudah itu kalau lagu ini dimainkan di panggung selalu orang lain yang membawakannya bukan saya!“ kenang Lukather sambil tertawa.
Ada juga Liberty Devitto, pemain dram yang sudah bergabung dengan Billy Joel sejak 1976. Beda dengan Jason Hook, Devitto bergabung tak hanya sebagai dramer. “Saat bergabung dengan Billy Joel saya dan kawan-kawan bukan sekedar mengiringinya. Kami bergabung sebagai anggota band. Billy tak percaya diri tampil sebagai solois. Kami juga muncul di video klip, disuruh berakting layaknya pemuda begajulan. Lebih dari itu saya juga tercatat di sampul album sebagai penulis lagu,” kenang Devitto yang di film ini juga ditampilkan berbagai footage-nya saat baru merintis karier di dunia musik.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan BLT Minyak Goreng Rp 300 Ribu Pada April 2022, Ini Penerimanya
Persahabatannya sejak 1976 bersama Joel retak. Salah satu penyebabnya adalah masalah royalti yang tak diterimanya sebagai penulis lagu selama 10 tahun dari Sony Music, label Billy Joel. Masalah hukum yang berat apalagi meskipun Billy Joel semula merekrutnya sebagai musisi tetap, di studio dan panggung, bukan cuma anggota band yang sekali main langsung dibayar.
Devitto kesal karena Joel tidak memperjuangkan haknya sehingga ia mundur dari manajemen Billy Joel sejak 2010. Rumor berkembang hanya karena masalah duit tatkala mereka bertikai. “Man, mungkin kalau aku bukan seorang superstar, kamu nggak bakalan menuntut aku,” komentar Billy Joel yang juga dimunculkan di film ini.
Untuk sesi ini Strine mengaku sampai berulangkali mewawancarai Devitto demi kebenaran faktual, apalagi ini sudah menyinggung masalah hukum, yang bisa saja menyeret pihak lain salah satunya Strine dengan beredarnya film ini sebagai “penyebar gosip”. Untungnya hal itu tak terjadi. Konon Devitto sampai bertahun-tahun tidak bicara dengan Billy Joel.
Artikel Terkait
Usmar, Sekali Lagi...
Lounge in The Sky Indonesia, Tempat Hangout Baru yang Menantang di Jakarta
Festival Tanjung Waka 2022, Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Maluku Utara
Yuk, Nikmati Sensasi Berbuka Puasa Ala Timur Tengah di Sentral Al Jazeerah