Miliki Rumah-Rumah Berarsitektur Tahan gempa, Desa Wisata Penglipuran Destinasi Fieldtrip Delegasi GPDRR 2022

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Kamis, 26 Mei 2022 | 14:49 WIB
Wamenparekraf Angela Tanoesudibjo meninjau Desa Wisata Penglipuran, Bali, salah satu destinasi fieldtrip untuk delegasi GPDRR 2022. (kemenparekraf.go.id)
Wamenparekraf Angela Tanoesudibjo meninjau Desa Wisata Penglipuran, Bali, salah satu destinasi fieldtrip untuk delegasi GPDRR 2022. (kemenparekraf.go.id)

TINEMU.COM - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesudibjo meninjau Desa Wisata Penglipuran yang merupakan salah satu destinasi yang ditawarkan di paket fieldtrip untuk delegasi Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022.

Desa yang terletak di Kabupaten Bangli, Bali, itu dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Desa Wisata Penglipuran mengusung konsep pelestarian budaya dan tradisi, serta mengedepankan konservasi lingkungan. Di desa ini juga terdapat rumah-rumah dengan arsitektur tahan gempa

Berkat kebersihan dan kerapiannya, Desa Wisata Penglipuran seluas 112 hektare berhasil menyabet beberapa penghargaan. Diantaranya Kalpataru dan ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award) tahun 2017. Terbaru, destinasi ini masuk dalam Sustainable Destinations Top 100 versi Green Destinations Foundation.

Baca Juga: Kerja Sama Concave Indonesia dan Mezut Ozil, Buka Peluang Brand Lokal Kolaborasi dengan Bintang Dunia

Wamenparekraf Angela menjelaskan di Desa Wisata Penglipuran, delegasi GPDRR 2022 akan diperlihatkan rumah-rumah dengan arsitektur khusus, yakni arsitektur tahan gempa.

“Desa Penglipuran ini masuk ke dalam list destinasi pada program fieldtrip gratis yang difasilitasi oleh Kemenparekraf. Kita berharap delegasi bisa menikmati desain arsitektur khusus desa ini, yang bangunannya memiliki struktur, fungsi, dan ornamen yang digunakan turun-temurun,” ujar Wamenparekraf.

Desa Penglipuran mengusung patokan adat yang sudah turun-temurun, yakni dibangun dengan Konsep Tri Mandala, di mana tata ruang desa dibagi menjadi tiga wilayah yakni Utama Mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandala.

Baca Juga: Cerita Pendek Mesir : Yang Tak Bisa Dikenali

Pembagian wilayah tersebut diurutkan dari wilayah paling utara hingga paling selatan. Di wilayah utara, ada Utama Mandala. Wilayah ini merupakan tempat suci atau tempat para dewa. Di sini pulalah tempat beribadah didirikan.

Sedangkan, di bagian tengah, ada zona yang disebut sebagai Madya Mandala. Zona tengah merupakan pemukiman penduduk, di mana rumah-rumah penduduk dibangun berbanjar di sepanjang jalan utama.

Dan wilayah paling selatan disebut dengan Nista Mandala. Tempat ini adalah zona khusus untuk pemakaman penduduk.

Baca Juga: Tingkatkan Kapabilitas SDM Indonesia, BRIN Gagas Program Alumni Talenta Muda

Dalam kunjungannya ke Desa Wisata Panglipuran, Wamenparekraf Angela diterima oleh Kelian Desa Adat Panglipuran I Wayan Budiarta, Bandesa Madya Majelis Desa Adat Kabupaten Bangli I Ketut Kayana, dan Patajuh Bandesa Agung MDA Bali dan Penggerak Desa Wisata I Made Wena.

Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 yang bertema “Fostering Collaboration towards Sustainable Resilience” pada 23 hingga 28 Mei 2022 di Bali.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemenparekraf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X