TINEMU.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno optimistis Geopark Ijen yang berada di Jawa Timur, bisa ditingkatkan statusnya menjadi UNESCO Global Geopark (UGG).
Geopark Ijen terletak di 2 wilayah Kabupaten, yaitu Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso.
Nama Ijen diambil dari Gunung Ijen yang menjadi dasar pembentukan cerita geologi di keseluruhan kawasan Geopark ini, serta hubungannya dengan unsur biologi maupun budaya yang ada di sekitarnya.
Baca Juga: Hoaks Kartu Nikah Kembali Beredar, Ini Penjelasan Kemenag
Terdapat 21 situs geologi yang dikembangkan di Geopark Ijen, mulai dari skala lokal hingga skala internasional. Salah satu dari banyak situs geologi yang mempunyai fenomena luar biasa adalah Kawah Ijen, danau kawah paling asam di bumi dengan api biru yang muncul di daerah Solfatara.
“Kami mendorong, Banyuwangi menjadi destinasi pariwisata melalui peningkatan nilai tambah pariwisata dan juga meningkatkan lama kunjungan dan pengeluaran wisatawan yang lebih tinggi dengan ditetapkannya Ijen sebagai UGG,” kata Menparekraf Sandiaga saat virtual weekly press briefing di Kantor Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, pada Senin, 6 Juni 2022.
Menparekraf Sandiaga menjelaskan pengembangan Pariwisata Banyuwangi secara khusus bertumpu pada empat daya tarik wisata unggulan yaitu Kawasan Taman Wisata Alam Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, Taman Nasional Meru Betiri, dan Taman Nasional Baluran.
Baca Juga: Opini Bandung Mawardi: Indonesia Bergelimang Pisang
Jika Geropark Ijen ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark, maka akan melengkapi UGG yang ada di Indonesia sebelumnya seperti Geopark Batur pada 2012, Geopark Gunung Sewu pada 2015, Geopark Cileteuh tahun 2018, Geopark Rinjani tahun 2018, Geopark Kaldera Toba tahun 2020, dan Geopark Belitung tahun 2020.
“Saya harapkan semua pihak mendukung untuk ditetapkannya Ijen sebagai taman bumi dunia. Karena selain Ijen, tahun ini akan ada Geopark yang akan ditingkatkan statusnya seperti Geopark Maros Pangkep di Sulawesi Selatan, Raja Ampat, dan Merangin Jambi,” ujarnya.
Seperti diketahui, kriteria penilaian geopark menjadi Unesco Global Geopark antara lain 35 persen geologi dan lanskap (teritorial, geo-konservasi, warisan alam, dan budaya), 25 persen struktur pengelolaan atau manajemen, 15 persen pendidikan interpretasi dan lingkungan, 15 persen geowisata, dan 10 persen pembangunan ekonomi wilayah yang berkelanjutan.
Baca Juga: Tim BMKG CSIRT Siap Antisipasi Serangan Siber
“Harapan saya, kita semua dapat bersinergi untuk mengembangan Geopark Ijen dan bersama-sama dapat mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Banyuwangi,” ujarnya.***
Artikel Terkait
Desa Wisata Jatiluwih Tabanan Bali Representasi Wisata Berkelanjutan
Miliki Rumah-Rumah Berarsitektur Tahan gempa, Desa Wisata Penglipuran Destinasi Fieldtrip Delegasi GPDRR 2022
Ajang World Surfing League G-Land Pro 2022 Resmi Digelar di Pantai Plengkung Banyuwangi
Memburu Ombak Rahasia di Pantai Grajagan
Desa Wisata Klipoh, Saksi Sejarah Perkembangan Gerabah di Jawa Tengah