Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (200)

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Kamis, 28 September 2023 | 09:00 WIB
Cerbung Pahlawan Padan Gurun (Istimewa)
Cerbung Pahlawan Padan Gurun (Istimewa)

TINEMU.COM - Nyo Wan menjadi murung mendengar mereka menyinggung diri Li Su-lam.

Minghui salah paham malah dan menyangka Nyo Wan masih merasa sirik padanya dan tidak ingin dia datang ke tempat Li Su-lam.

Segera ia berkata, “Nona Nyo, kami ingin mencari kalian, tapi aku pun tahu kalian tidak leluasa menerima kami, sebab itu aku tidak ingin mengganggu ketentraman kalian, kau jangan kuatir. Bangsa Mongol kami sudah biasa hidup berkelana, kami adalah suku bangsa yang hidup tidak menentu tempat tinggalnya, negeri Tiongkok seluas ini, kebetulan kami ada kesempatan untuk menjelajahi tempat-tempat yang terkenal. Bila suatu waktu kami sudah bosan, mungkin kami akan mencari suatu tempat menetap yang tenang. Aku membekal sedikit benda mestika yang berharga, rasanya tidak menjadi soal bagi biaya hidup kami.”

Baca Juga: KOPISISA Purworejo Luncurkan Buku Sekop(y)or Puisi Humor

Nyo Wan sangat terharu, tanpa terasa airmatanya berlinang, ia genggam kencang tangan Minghui dan berkata, “Kau salah paham, Tuan Putri. Kau sangat baik padaku, sekalipun badanku hancur lebur juga sukar membalas budimu. Hanya saja Su...Su-lam...”

Melihat Nyo Wan menangis, Minghui menjadi terkejut, ceopat ia bertanya, Kkenapa dengan Li Su-lam?”

Setelah mengusap airmatanya, lalu Nyo Wan menjawab dengan menahan perasaannya, "Dia tidak apa-apa, cuma dia sudah berpisah dengan aku.”

“Mengapa begini?” tanya Minghui bingung.

Nyo Wan tidak ingin menceritakan kisah sedihnya, secara singkat ia menjawab, “Tempo hari kami kepergok oleh pemanah sakti negerimu yang terkenal, yaitu Cepe, di tengah pertempuran gaduh itulah kami telah terpencar.”

Baca Juga: One More Time dari Blink 182 Sarat Emosi dan Personal

Minghui merasa lega, katanya dengan tertawa, “O, kiranya demikian, kusangka kalian berdua telah bertengkar. Nyo-cici, sungguh aku merasa malu, bangsaku yang telah membikin susah padamu sehingga suami istri kalian tercerai berai, yang memberi perintah penangkapan kalian juga ayahku. Cuma kau boleh tak usah khawatir, jika Li-kongcu sampai tertangkap atau mengalami sesuatu yang tidak baik, tentu Cepe akan menyampaikan laporan kepada kakakku yang ke empat. Namun selama aku di Holin tidak pernah mendengar sesuatu berita tentang diri Li Su-lam.”

“Dan sekarang nona Nyo sudah mendapatkan berita tentang Li-kongcu belum?” tanya Kalusi.

Setelah ragu-ragu sejenak, kemudian Nyo Wan baru menjawab, “Belum!”

“Kepandaian Li-kongcu sangat tinggi, aku yakin dia pasti akan aman dan selamat,” ujar Kalusi.

“Pantas juga kau merasa sedih, ketika aku berpisah dengan Akai dahulu, siang malam aku pun senantiasa terkenang kepadanya.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X