TINEMU.COM - “Haha, kiranya cuma dua anak muda ingusan saja, apa susahnya membekuk mereka,” Him-cengcu melatah pula.
“Siapa nama kedua bocah itu?”
“Ci In-hong dan yang perempuan Beng Bing-sia,” tutur Kiu-kong.
Ciok-pangcu terkejut, ia menegaskan, “Beng Bing-sia? Bukankah dia puteri Beng Siau-kang, Kanglam-tayhiap yang termashur itu?”
“Benar,” sahut Kiu-kong.
Him-cengcu juga terkejut, seketika ia tidak dapat tertawa lagi. Katanya kemudian dengan ragu-ragu, “Kabarnya Ci In-hong adalah anak buah kepercayaan Yang Thian-lui, Koksu kerajaan Kim, entah sama tidak orangnya?”
“Benar, memang dia itulah,” sahut Kiu-kong pula. “Bukan saja dia anak buah Yang Thian-lui, bahkan Sutitnya.”
Ucapan ini membikin semua orang saling pandang, kata Ciok-pangcu, “Mengapa anak perempuan Beng-tayhiap bisa berada bersama Sutit Yang Thian-lui, sungguh aneh sekali. Untuk ini harap Kiu-kong sudi memberi penjelasan.”
Nyo Wan yang bersembunyi dibelakang patung itu pun terheran-heran. Pikirnya, “Orang she Ci itu ternyata benar mata-mata musuh. Tapi Beng Bing-sia yang bertemu dengan dia seharusnya melabraknya, entah mengapa mereka malah melanjutkan perjalanan bersama. Dan kenapa tua bangka she Ho ini hendak menangkap Bing-sia dan Ci In-hong berdua? Sebenarnya gerombolan orang she Ho ini membantu pihak mana?”
Dalam pada itu terdengar Ho Kiu-kong telah berkata dengan tertawa, “Urusan ini sedikit pun tidak perlu dibuat heran. Soalnya kalian belum tahu persoalannya. Dahulu Ci In-hong memang jagoan kerajaan Kim. Tapi itu sudah lalu. Kini dia sudah selisih paham dengan Yang Thian-lui. Maka kalian tidak perlu khawatir terhadap Yang Thian-lui, bahkan bila berhasil membekuk Ci In-hong kita akan mendapat hadiah malah.”
“Supaya kalian tidak sangsi, aku dapat memberitahu pula sesuatu,” sela laki-laki bermuka codet tadi. “Tadi Kiu-kong menyatakan dimintai bantuan orang, coba kalian terka siapa orang yang dimaksudkan?”
Orang ini bernama Him Cong, adalah pembantu Ho Kiu-kong.
“Saudara sanak, harap kau bicara terus terang saja, jangan main teka teki,” kata Him-cengu.
Kedua orang sama-sama she Him, termasuk sesama kerabat. Dengan pelahan Him Cong lalu menutur, “Orang yang dimaksud Kiu-kong adalah putra Yang Thian-lui sediri, tuan muda Yang Kian-pek. Yaitu Jay-hoa-cat yang akhir-akhir ini membikin geger seluruh kota itu."
Semua orang merasa bingung dan bertanya mengapa Yang Kian-pek tidak tinggal di kotaraja Kim, sebaliknya keluyuran kemari dan menjadi Jay-hoa-cat.
Artikel Terkait
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (186)
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (187)
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (188)
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (189)