Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (193)

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Kamis, 21 September 2023 | 09:00 WIB
cover cerbung (Istimewa)
cover cerbung (Istimewa)

TINEMU.COM - “Haha, kiranya cuma dua anak muda ingusan saja, apa susahnya membekuk mereka,” Him-cengcu melatah pula.

“Siapa nama kedua bocah itu?”

“Ci In-hong dan yang perempuan Beng Bing-sia,” tutur Kiu-kong.

Ciok-pangcu terkejut, ia menegaskan, “Beng Bing-sia? Bukankah dia puteri Beng Siau-kang, Kanglam-tayhiap yang termashur itu?”

“Benar,” sahut Kiu-kong.

Him-cengcu juga terkejut, seketika ia tidak dapat tertawa lagi. Katanya kemudian dengan ragu-ragu, “Kabarnya Ci In-hong adalah anak buah kepercayaan Yang Thian-lui, Koksu kerajaan Kim, entah sama tidak orangnya?”

“Benar, memang dia itulah,” sahut Kiu-kong pula. “Bukan saja dia anak buah Yang Thian-lui, bahkan Sutitnya.”

Ucapan ini membikin semua orang saling pandang, kata Ciok-pangcu, “Mengapa anak perempuan Beng-tayhiap bisa berada bersama Sutit Yang Thian-lui, sungguh aneh sekali. Untuk ini harap Kiu-kong sudi memberi penjelasan.”

Nyo Wan yang bersembunyi dibelakang patung itu pun terheran-heran. Pikirnya, “Orang she Ci itu ternyata benar mata-mata musuh. Tapi Beng Bing-sia yang bertemu dengan dia seharusnya melabraknya, entah mengapa mereka malah melanjutkan perjalanan bersama. Dan kenapa tua bangka she Ho ini hendak menangkap Bing-sia dan Ci In-hong berdua? Sebenarnya gerombolan orang she Ho ini membantu pihak mana?”

Dalam pada itu terdengar Ho Kiu-kong telah berkata dengan tertawa, “Urusan ini sedikit pun tidak perlu dibuat heran. Soalnya kalian belum tahu persoalannya. Dahulu Ci In-hong memang jagoan kerajaan Kim. Tapi itu sudah lalu. Kini dia sudah selisih paham dengan Yang Thian-lui. Maka kalian tidak perlu khawatir terhadap Yang Thian-lui, bahkan bila berhasil membekuk Ci In-hong kita akan mendapat hadiah malah.”

“Supaya kalian tidak sangsi, aku dapat memberitahu pula sesuatu,” sela laki-laki bermuka codet tadi. “Tadi Kiu-kong menyatakan dimintai bantuan orang, coba kalian terka siapa orang yang dimaksudkan?”

Orang ini bernama Him Cong, adalah pembantu Ho Kiu-kong.

“Saudara sanak, harap kau bicara terus terang saja, jangan main teka teki,” kata Him-cengu.

Kedua orang sama-sama she Him, termasuk sesama kerabat. Dengan pelahan Him Cong lalu menutur, “Orang yang dimaksud Kiu-kong adalah putra Yang Thian-lui sediri, tuan muda Yang Kian-pek. Yaitu Jay-hoa-cat yang akhir-akhir ini membikin geger seluruh kota itu."

Semua orang merasa bingung dan bertanya mengapa Yang Kian-pek tidak tinggal di kotaraja Kim, sebaliknya keluyuran kemari dan menjadi Jay-hoa-cat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X