Kemendikbudristek Luncurkan Produk Pemodernan Sastra 2023

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Rabu, 20 Desember 2023 | 08:43 WIB
Kemendikbudristek meluncurkan Produk Pemodernan Sastra 2023 untuk menjaga eksistensi sastra di tengah masyarakat.  (kemdikbud.go.id)
Kemendikbudristek meluncurkan Produk Pemodernan Sastra 2023 untuk menjaga eksistensi sastra di tengah masyarakat. (kemdikbud.go.id)

TINEMU.COM - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berkomitmen serius dalam mengembangkan sastra, baik sastra Indonesia maupun daerah, baik tulisan tangan, lisan, cetak, maupun digital (daring).

Seiring tuntutan zaman, karya sastra harus menjaga eksistensinya di tengah masyarakat (pembaca, penikmat). Karena itu pada Senin, 18 Desember 2023 digelar Peluncuran Produk Pemodernan Sastra 2023 di Jakarta.

“Tujuan utama dari pengembangan sastra adalah untuk menjaga keberlanjutan apresiasi terhadap karya sastra, mendorong kreativitas, dan membuat sastra lebih dapat diakses oleh berbagai jenis audiens,” ujar Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan (Pusbanglin) Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, di hadapan 248 peserta yang hadir.

Baca Juga: Paul McCartney Sempat Ogah Jadi Pemain Bas The Beatles!

Sejak 2022, Pusbanglin Bahasa dan Sastra secara berkelanjutan menyusun produk pengembangan sastra berupa film animasi yang dialihwahanakan dari berbagai legenda Nusantara.

Pada 2023, Pusbanglin berkomitmen untuk melakukan pembuatan produk pengembangan sastra yang berupa 33 film animasi.

“Selama dua tahun berturut-turut Badan Bahasa membuat film animasi dan tahun depan rencananya akan membuat dalam bentuk komik yang mengangkat kisah mitos/legenda nusantara sehingga bisa dinikmati oleh generasi muda,” jelas Imam.

Baca Juga: Landscape Imajiner Ipe Ma'roef di Ruang Garasi

“Acara Pemodernan Sastra adalah bentuk upaya pemerintah mengetengahkan sastra dalam wujud modern sesuai dengan kondisi zaman ini,” imbuhnya.

Imam menyampaikan bahwa jika dulu tradisi lisan dalam mengangkat sastra biasanya dilakukan turun temurun dari guru dan orang tua namun kini bisa dinikmati dalam bentuk animasi.

“Kami ucapkan terima kasih kepada tim dan pakar Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI), guru dan kepala sekolah untuk hadir di acara ini yang akan berlanjut pada uji publik terhadap substansi terkait tata bahasa, materi yang ada dalam film animasi. Semoga hasilnya dapat diminati masyarakat secara lebih luas meskipun setelah ini akan kami bawa ke Lembaga Sensor Film (LSF),” terang Imam.

Baca Juga: Spin-off Money Heist Siap Tayang 29 Desember!

Sesuai dengan target Perjanjian Kinerja Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Tahun 2023, pada tahun 2023 ini telah ditetapkan jumlah produk pengembangan sastra tersusun sebanyak 33 produk.

Berdasarkan prinsip berkelanjutan, pada tahun ini, Pusbanglin akan kembali memproduksi 33 film animasi yang diadaptasi dari legenda nusantara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X