Georgius berharap ARCH:ID kali ini dapat menjadi ruang bagi para pemangku kepentingan khususnya di subsektor arsitektur untuk berbagi gagasan, pengalaman, serta membangun jejaring.
Baca Juga: Film Kukejar Mimpi Siap Ramaikan Bulan Ramadhan
Dan menjadi ruang dimana stakeholder arsitektur Indonesia dari hulu ke hilir bersama-sama membangun arsitektur sebagai bagian dari peradaban.
"Arsitektur itu adalah komponen dalam menggagas peradaban. Jadi peradaban yang tercipta itu juga terlihat dari seperti apa arsiteknya," kata Georg.
Dalam ARCH:ID 2024, Kemenparekraf berkesempatan menghadirkan instalasi arsitektur yang bertemakan kelokalan.
Baca Juga: Klinik Basa, Upaya Lestarikan Bahasa Sunda
Material yang digunakan berwarna alam yakni kayu. Benang merah dari arsitektur ini adalah bentuk atap tradisional Indonesia yang kemudian dieksplorasi menjadi bentuk yang unik dan berbeda.
Instalasi tersebut adalah hasil dari para peserta yang mengikuti program "Workshop Kolaborasi Arsitektur" Kemenparekraf pada 2023.***
Artikel Terkait
Rumah Batu Olak Kemang, Arsitektur Paduan Budaya yang Merana
Alumni Teknik Arsitektur UGM Raih Penghargaan Kompetisi Tugas Akhir
Jejak Hubungan India dan Turki dalam Arsitektur Bangunan di Aceh
Produk Ekraf Indonesia Hadir di Pameran Haji dan Umrah Terbesar di Arab Saudi
SPORTEL Rendez-vous, Pameran Broadcast Olahraga Internasional di Bali