Konsep Kuratorial The Cats World karya Syakieb Sungkar, catatan Zay Zabidi

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Kamis, 19 Juni 2025 | 12:43 WIB
'The Cats World', karya Syakieb Sungkar, Instalasi seni, medium mixed media. patung poly resin, 4x5m2, 2025.
'The Cats World', karya Syakieb Sungkar, Instalasi seni, medium mixed media. patung poly resin, 4x5m2, 2025.

Di bawah cakrawala biru yang tenang, penonton mendongak ke arah sahabat raksasa mereka. Pada mural, digambarkan situasi antah berantah, lanskap yang sepi dengan beberapa rumah di padang rumput luas. Sementara di sudut lain, sosok manusia berkepala kucing duduk nyaman di atas batuan bergelombang warna-warni, membaur dengan lanskap, membuktikan bahwa perbedaan ukuran tak menghalangi hubungan antara manusia dan hewan.

Baca Juga: Buku 'The Jakarta Salon': Menyoroti Kiprah Kolektor dalam Sejarah Seni Rupa Indonesia

Di dunia yang semakin sunyi, manusia mencari kedekatan yang tak bisa diberikan oleh sesamanya. Mereka menemukan ketenangan dalam kehangatan bulu yang bisa dibelai, dalam kehadiran diam yang setia mendampingi, dalam tatapan yang seakan memahami tanpa perlu kata-kata. Dalam pelukan keajaiban ini, mereka tidak lagi sendiri.

Karya ini memiliki narasi visual yang kuat, dan melalui pameran ini bentuk instalasi menjadi cara yang sangat efektif untuk mengajak orang lain merasakan hubungan mendalam antara manusia dan kucing dari perspektif yang lebih emosional dan filosofis. Karenanya dibuatlah ayunan untuk orang duduk dan merasakan suasana imersif dari The Cats Worlds ini.

Disamping itu, sosok manusia dengan kepala kucing yang besar memberikan kesan bahwa identitas manusia dan kucing mulai menyatu, sementara interaksi dengan pengunjung menciptakan suasana yang penuh kehangatan, membuat kesan perpaduan antara realitas dan mimpi. Di dunia yang semakin bising, paradoksnya, manusia justru semakin terjebak dalam kesunyian. Kota-kota penuh cahaya, tetapi hati sering kali terasa gelap. Kita dikelilingi oleh teknologi, tetapi sentuhan emosional semakin menjauh.

Baca Juga: Yang Menyentil dari Seni Rupa

Dalam realitas yang seperti ini, manusia menemukan kenyamanan dalam sosok yang tak banyak bicara, dalam sepasang mata yang memahami tanpa menghakimi—dalam kehadiran seekor kucing. Karya ini adalah refleksi dari hubungan yang tak terucapkan itu. Dalam dunia yang digambarkan dengan warna-warna surealis dan simbolisme yang kaya, manusia dan kucing berbagi ruang yang sama, tetapi sering kali dalam skala yang berbeda. Kucing hadir sebagai sosok agung, penjaga emosi, bahkan metafora dari jiwa yang mencari tempat bernaung.

Ada yang menyandarkan kepala dalam kehangatannya, ada yang menatap ke atas dengan rasa hormat dan keterikatan, ada yang menemukan bagian dari dirinya sendiri dalam tatapan makhluk berbahan resin warna-warni itu. Kucing dalam kehidupan kota menjadi sahabat, tempat pulang, dan penjaga dari rasa sepi. Manusia dan kucing seolah menyatu, menunjukkan bagaimana kedekatan mereka bukan sekadar keakraban fisik, tetapi keterhubungan batin yang mendalam.

Pameran ini adalah perjalanan emosional yang mengajak kita merenungi makna kehadiran dan kesepian. Ini bukan sekadar tentang manusia yang memelihara kucing, tetapi tentang bagaimana kucing, dalam diamnya, justru sering kali yang ‘memelihara’ manusia. Dalam setiap tatapan, dalam setiap belaian, dalam setiap keheningan yang penuh arti —terdapat sebuah kisah tentang kasih sayang yang melampaui bahasa.**


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X