Menurut Pahrur dalam sambutan di katalog menyebut ”karya Sohieb tak merupakan hanya dekorasi. Namun lebih pada semacam konektor yang mengingatkan bahwa Borobudur dan lukisan relief-relief itu bukanlah sekedar candi Buddha terbesar di dunia. Tapi tak diragukan Borobudur sejatinya membawa pesan mahakarya dari kebijaksanaan Indonesia kuno.
Dibangun disekitar pada 824 Masehi, Borobudur adalah Magnum Opus ayah dan putri kesayangannya, Maharaja Samaratungga dan Putri Mahkota Pramodhawardhani yang berasal dari dinasti Syailendra dan memimpin Mataram kuno sebagai Kerajaan Budha terbesar di Pulau Jawa.
Sementara itu, jurnalis senior sekaligus pemerhati budaya, Roso Daras menyatakan Sohieb dalam melukis meskipun secara intuitif tak melakoni metodologis ilmiah. Namun, ia secara strategis membedah buku ”1460 Buku Pandu Relief Naratif Mahastupa Borobudur” setebal 704 halaman itu secara mendetail dengan menerapkan justru langkah-langkah khusus dalam kanvas-kanvas lukisannya.
Baca Juga: MOCA Singapura Gelar ‘A Path to Glory’: Legenda Sastra Silat dan Patung Kontemporer
“Sohieb telah sejak awal membuat persiapan, melewati upaya inkubasi, selain akhirnya menemukan pencerahan dan seterusnya verifikasi, persis teori-teori kajian seni penciptaan visual," kata Roso menerangkan.
“Sohieb memilih relief yang jadi andalan utamanya, yang diberi juluk Samodra Raksa. Menggambarkan makna makna penting, baik dalam konteks sejarah, budaya maupun spiritual tentang penjelajahan samudera. Sebagai bukti peradaban maritim yang sudah ada pada leluhur kita sejak berabad-abad lalu. “ ujarnya menambahkan.
Karya lainnya masih menurut Roso adalah Manohara, yang memancarkan kisah moral yang terpancar dari relief tersebut adalah kisah cinta antara Pangeran Sudhana dan bidadari Manohara yang penuh rintangan dan ujian. Kisah ini mengandung nilai-nilai moral tentang cinta, kesetiaan, keberanian, dan pengorbanan.
Artikel Terkait
Siap Tayang 11 Juli, Ini Dia 'Orang Ikan' Film Monster Buatan Indonesia!
Penggemar Antusias Ketemu Cast WeTV Original 'Main Hati', Seru-Seruan Main Padel!
PAMDI Gelar Konser Amal Peduli Seniman Dangdut yang Terbaring Sakit
Maseja Kenalkan Lagu Baru Jelang EP nya yang Segera Dirilis September 2025!