231 Penyair Indonesia dan Mancanegara Lolos Kurasi PPN XIII, Ini Daftar Lengkapnya

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Senin, 21 Juli 2025 | 17:39 WIB
Flyer Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIII (Instagram @ppnxiii.id)
Flyer Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIII (Instagram @ppnxiii.id)

11. Denok Ayu Uni Aisandi, judul puisi: “INFJ”
12. Devie Komala Syahni, judul puisi: “Syair Damai Ceh Daman”
13. Dyah Kencono Puspito Dewi, judul puisi: “Persaudaraan Rembulan dan Matahari”
14. Dyah Tinggeng, judul puisi: “Perdamaian Dunia”
15. Eki Thadan, judul puisi: “Sesaudara”
16. Emi Suy, judul puisi: “Rumput yang Sama Hijau”
17. Erna Wiyono, judul puisi: “Air Mata Anak Pulau”
18. Eva Yenita Syam, judul puisi: “ “Kehilangan Itu, Aku! “
19. Ewith Bahar, judul puisi: “Lukisan”
20. Fajar Timur, judul puisi: “Avalokitesvara”

21. Fanny J. Poyk, judul puisi: “Damai di Hati”
22. Fikar W. Eda, judul puisi: “Rebah Langit Biji Kopi”
23. Frans Ekodhanto Purba, judul puisi: “Seperti Mencintai Kota Ini”
24. Galeh Pramudianto, judul puisi: “Tahir”
25. Gilang Teguh Pambudi, judul puisi: “Dekat dan Mencintai”
26. Giyanto Subagio, judul puisi: “Perang”
27. Guntoro Sulung, judul puisi: “Belajar dari Masa Lalu”
28. H. Shobir Poer, judul puisi: “Secarik Surat”
29. Hasan Bisri BFC, judul puisi: “Anak-Anak Gaza”
30. Helvy Tiana Rosa, judul puisi: “Membaca Diri di Antara Sunyi”

31. Herman Syahara, judul puisi: “Sebuah Nama”
32. Idrus F. Shahab, judul puisi: “Simfoni ke Sembilan”
33. Ihwal Benz Satriadji, judul puisi: “Bukan Basa Basi”
34. Imam Ma’arif, dengan puisi tanpa judul
35. Iman Sembada, judul puisi: “Menelisik Rahasia Cuaca”
36. Zamzami, judul puisi: “Bagaimana Caranya Menghapus Perang”
37. Irawan Sandhya Wiraatmaja, judul puisi: “ Marih Al Hannun”
38. IRZI, judul puisi: “Membaca Puisi”
39. Jei Sobarry Buitenzorg, judul puisi: “Namaste”
40. Julia Basri, judul puisi: “MEJIKUHIBINIU”

41. Khairani Piliang, judul puisi: “Epos dari Dataran Gayo”
42. Kiai Cepu, judul puisi: “Israel dan Persaudaraan”
43. Kurnia Effendi, judul puisi: “Negeri Dengan Tujuh Ratus Bahasa”
44. Lily Siti Multatuliana, judul puisi: “Harapan Perdamaian Dunia”
45. Listio Wulan Nurmutaqin, judul puisi: “Sebuah Resep Perdamaian”
46. Muhamad Nadzir, judul puisi: “Jari-Jari yang Menghunus”
47. Mustafa Ismail, judul puisi: “Perempuan Merah”
48. Nanang R. Supriyatin, judul puisi: “Harta Karun”
49. Neneng Hendriyani, judul puisi: “Surat Untuk Guru dari Anak Gaza”
50. Nia Samsihono, judul puisi: “Pelangi di Langit”

51. Nila Hapsari, judul puisi: “Mimpi Siang Hari”
52. Nunung Noor El Niel, judul puisi: “Berdamai”
53. Nurhayati, judul puisi: “Sarang”
54. Nuyang Jaimee, judul puisi: “Sepucuk Surat tak Pernah Sampai”
55. Octavianus Masheka, judul puisi: “Penyerahan Diri”
56. Mulia Nasution, judul puisi: “Matahari dan Arloji”
57. Rini Intama, judul puisi: “Kita Satu Kita Batu”
58. Rintis Mulya, judul puisi: “Negeri Bernama Saudara”
59. Riri Satria, judul puisi: “Puisi Cinta dari La Seine”
60. Rissa Churria, judul puisi: “Ibu-Ibu Membaca Langit”

61. Roy Dabut, judul puisi: “Sekeping Roti Perjamuan”
62. Setiyo Bardono, judul puisi: “Sayur Besan”
63. Shantined, judul puisi: “Akan Ada Masanya”
64. Sihar Ramses Simatupang, judul puisi: “Tentang Mula Pertama”
65. Sin Za, judul puisi: “Di Manakah Damai?”
66. Sofyan RH Zaid, judul puisi: “Philia”
67. Sri Rahayu WPC, judul puisi: “Kedamaian untuk Fatimah”
68. Stangkai Kasih Putih Alghie Suwandi, judul puisi: “Kutemukan Kedamaian”
69. Sunu Wasono, judul puisi: “Nyali”
70. Syarif Hidayatullah, judul puisi: “Taman Pemakaman”

71. Tora Kundera, judul puisi: “Kita Satu dalam Semesta”
72. Tulus Wijanarko, judul puisi: “Lagu Gagak”
73. Vironika Sri Wahyuningsih, judul puisi: “Ratapan Damai”
74. Wahyu Toveng, judul puisi: “Juru Damai”
75. Washadi, judul puisi: “Kita Pernah Saling Melukai, tapi Bisa Saling Menyembuhkan”
76. Wig SM, judul puisi: “Pada Rumah Sakit”
77. Wijatmoko Bintoro Sambodo, judul puisi: “Puisiku tak Kan Tersulut Api”
78. Yahya Andi Saputra, judul puisi: “Tubuhmu, Aku Percaya”
79. Yudha Kurniawan, judul puisi: “Di Bawah Langit yang Sama”
80. Yusuf Susilo Hartono, judul puisi: “Ini Tanganku, Mana Tanganmu”
81. Zay Zabidi, judul puisi: “Jarak yang Menyimpan Kehangatan”

Penyair Indonesia dari Luar Jabodetabek
1. Abdul Khafi Syatra, judul puisi: “Saudara dalam Air”
2. Abmardha Kurniawan, judul puisi: “Sejarah”
3. Acep Syahrial, judul puisi: “Awal Menjaga Harapan”
4. Annisa Lesmana, judul puisi: “Pelabuhan Sorong”
5. Anwar Putra Bayu, judul puisi: “Kauseret Kepedihan Ini Sejak di Golgota”
6. Arthur Panther Olii, judul puisi: “Mapalus, 2”
7. Asmira Dieni, judul puisi: “Jangan Beri Tanda”
8. Asqo L. Fatir, judul puisi: “Sebuah Epilog Bagi Damai yang Tumbuh Jadi Suara”
9. Astrajingga Asmasubrata, judul puisi: “Suluk Ahimsa”
10. A'yat Khalili, judul puisi: “Bertetangga”

11. Badrul Munir, judul puisi: “Kidung Keemasan”
12. Bambang Widiatmoko, judul puisi: “Ki Pantun Ayah Anirah”
13. Cahaya Daffa Fuadzen, judul puisi: “Harmoni Pasir Mayang”
14. D Lesmana, judul puisi: “Narasi Baru”
15. Dahta Gautama, judul puisi: “Perdamaian di Negeri Penyair”
16. Daviatul Umam, judul puisi: “Ultimatum”
17. De Eka Putrakha, judul puisi: “Mempertahankan Kekosongan”
18. Dian Riasari, judul puisi: “Cinta Langit dan Ilalang”
19. Dian Rusdi, judul puisi: “Damai yang Hilang”
20. Didik Wahyudi, judul puisi: “Setelah Kami Mengungsi”

21. Dimas Indiana Senja, judul puisi: “Serat Centini, 1”
22. Doddi Ahmad Fauji, judul puisi: “Idulfitri”
23. Dwi Rahariyoso, judul puisi: “Tentang Tembok yang Mengelilingi Pohon Zaitun”
24. Eddy Pranata PNP, judul puisi: “Rantang Kosong di Gaza”
25. Eko Tunas, judul puisi: “Perempuan”
26. Fakhrunas MA Jabbar, judul puisi: “Setangkai Zaitun di atas Segenggam Peluru”
27. Firman Wally, judul puisi: “Binaiya Rumah untuk Firdaus”
28. Galang Suhastra, judul puisi: “Taman Runtuh”
29. Heni Hendrayani, judul puisi: “Perjamuan Tuhan”
30. Herry Lamongan, judul puisi: “Dalam Damai”

31. Iffatul Izzah, judul puisi: “Ibu-ibu yang Menjahit Langit”
32. Ihsan Subhan, judul puisi: “Menuju Padang Mahsyar”
33. Iin Zakaria, judul puisi: “Pagi dan Takdir”
34. Imam Budiman, judul puisi: “Yang Masih Tersisa Setelah Perang”
35. Imas Mulyat, judul puisi: “Dalam Darah yang Sama”
36. Irvan Syahril, judul puisi: “Tangan Kecil dari Palestina”
37. Isbedy Stiawan ZS, judul puisi: “Mulai Paham Arti Cinta”
38. Jasman Bandul, judul puisi: “Sepantun Langgam”
39. Joshua Igo, judul puisi: “Museum Hegemoni”
40. Karst Mawardi, judul puisi: “Dalam Demam”

41. Khoer Jurzani, judul puisi: “Ahimsa I”
42. Kurnia Hidayati, judul puisi: “Pertunjukan Orang-orang Berkelahi”
43. Latiedf Noor Rochmans, judul puisi: “Overture Kesadaran”
44. Lukman A. Sya, judul puisi: “Raga Mahakam”
45. M. Essage, judul puisi: “Teman Duduk”
46. Mahmud Elqadrian, judul puisi: “Sajak Peniti”
47. Marlin Dinamikanto, judul puisi: “Ikhtiar Damai di Belukar Tua Peradaban”
48. Mashuri, judul puisi: “Seikat Mawar Buat Reruntuhan”
49. Mh. Dzulkarnain, judul puisi: “Wajah Peradaban”
50. Mudri, judul puisi: “Kota yang Belajar Damai”

51. Muhammad Ade Putra, judul puisi: “Berceceran di Rumah Kita”
52. Muhammad Asqalani Eneste, judul puisi: “Perjalanan Menuju Satu Kata”
53. Muhammad Daffa, judul puisi: “Datang Sekaligus Pulang”
54. Muhammad Fadli Muslimin, judul puisi: “Waktu”
55. Muhammad Ibrahim Ilyas, judul puisi: “Isolasi, 7”
56. Muhammad Lefand, judul puisi: “Pelajaran Membuat Soal”
57. Muhammad Tauhed Supratman, judul puisi: “Biji Kurma di Lubang Peluru”
58. Mulyadi J Amalik, judul puisi: “Perantau Pulang Berdamai”
59. Ni Wayan Idayati, judul puisi: “Nama yang Tak Terlepas”
60. Nur Komar, judul puisi: “Tajam Lidah”

61. Nurul Ilmi Elbana, judul puisi: “Gita”
62. Petrus Saija, judul puisi: “Dari Luka Bangkit Persaudaraan”
63. Porman Wilson Manalu, judul puisi: “Di Gerbang Depan”
64. Pringadi Abdi Surya, judul puisi: “Seribu Romusha, Seribu Matahari, Satu Kamu”
65. Putra Niron, judul puisi: “Akarbilan di Tengah Meja”
66. RD Kedum, judul puisi: “Mediterania”
67. Ratna Ayu Budiarti, judul puisi: “Menjadi Payung”
68. Refdinal Muzan, judul puisi: “Mata Duka”
69. Rezqie A. Atmanegara, judul puisi: “Elegi Tanah Cendrawasih”
70. Ridwan Jampang, judul puisi: “Para Pejalan di Persimpangan”

71. Riki Utomi, judul puisi: “Senyap di Sela Langit, Riuh di Sela Tanah”
72. Rini Febriani Hauri, judul puisi: “Televisi”
73. Roso Tri Sarkoro, judul puisi: “Di Bawah Kubah”
74. Roymon Lemosol, judul puisi: “Nyanyian Damai”
75. S.H. Fashawi, judul puisi: “Sang Peserta”
76. Seruni Uni, judul puisi: “Kabari Ya Kalau Sudah Sampai”
77. Shafwan Hadi Umri, judul puisi: “Ajal pada Sebuah Kata”
78. Sigit Pristiyanto, judul puisi: “Jika Aku Boleh Menyampaikan”
79. Silvester Kiik, judul puisi: “Kabar dari Rumah Sebuah Puisi”
80. Sindu Putra Sugabadi , judul puisi: “Puisiku Akan Menua”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X