11. Denok Ayu Uni Aisandi, judul puisi: “INFJ”
12. Devie Komala Syahni, judul puisi: “Syair Damai Ceh Daman”
13. Dyah Kencono Puspito Dewi, judul puisi: “Persaudaraan Rembulan dan Matahari”
14. Dyah Tinggeng, judul puisi: “Perdamaian Dunia”
15. Eki Thadan, judul puisi: “Sesaudara”
16. Emi Suy, judul puisi: “Rumput yang Sama Hijau”
17. Erna Wiyono, judul puisi: “Air Mata Anak Pulau”
18. Eva Yenita Syam, judul puisi: “ “Kehilangan Itu, Aku! “
19. Ewith Bahar, judul puisi: “Lukisan”
20. Fajar Timur, judul puisi: “Avalokitesvara”
21. Fanny J. Poyk, judul puisi: “Damai di Hati”
22. Fikar W. Eda, judul puisi: “Rebah Langit Biji Kopi”
23. Frans Ekodhanto Purba, judul puisi: “Seperti Mencintai Kota Ini”
24. Galeh Pramudianto, judul puisi: “Tahir”
25. Gilang Teguh Pambudi, judul puisi: “Dekat dan Mencintai”
26. Giyanto Subagio, judul puisi: “Perang”
27. Guntoro Sulung, judul puisi: “Belajar dari Masa Lalu”
28. H. Shobir Poer, judul puisi: “Secarik Surat”
29. Hasan Bisri BFC, judul puisi: “Anak-Anak Gaza”
30. Helvy Tiana Rosa, judul puisi: “Membaca Diri di Antara Sunyi”
31. Herman Syahara, judul puisi: “Sebuah Nama”
32. Idrus F. Shahab, judul puisi: “Simfoni ke Sembilan”
33. Ihwal Benz Satriadji, judul puisi: “Bukan Basa Basi”
34. Imam Ma’arif, dengan puisi tanpa judul
35. Iman Sembada, judul puisi: “Menelisik Rahasia Cuaca”
36. Zamzami, judul puisi: “Bagaimana Caranya Menghapus Perang”
37. Irawan Sandhya Wiraatmaja, judul puisi: “ Marih Al Hannun”
38. IRZI, judul puisi: “Membaca Puisi”
39. Jei Sobarry Buitenzorg, judul puisi: “Namaste”
40. Julia Basri, judul puisi: “MEJIKUHIBINIU”
41. Khairani Piliang, judul puisi: “Epos dari Dataran Gayo”
42. Kiai Cepu, judul puisi: “Israel dan Persaudaraan”
43. Kurnia Effendi, judul puisi: “Negeri Dengan Tujuh Ratus Bahasa”
44. Lily Siti Multatuliana, judul puisi: “Harapan Perdamaian Dunia”
45. Listio Wulan Nurmutaqin, judul puisi: “Sebuah Resep Perdamaian”
46. Muhamad Nadzir, judul puisi: “Jari-Jari yang Menghunus”
47. Mustafa Ismail, judul puisi: “Perempuan Merah”
48. Nanang R. Supriyatin, judul puisi: “Harta Karun”
49. Neneng Hendriyani, judul puisi: “Surat Untuk Guru dari Anak Gaza”
50. Nia Samsihono, judul puisi: “Pelangi di Langit”
51. Nila Hapsari, judul puisi: “Mimpi Siang Hari”
52. Nunung Noor El Niel, judul puisi: “Berdamai”
53. Nurhayati, judul puisi: “Sarang”
54. Nuyang Jaimee, judul puisi: “Sepucuk Surat tak Pernah Sampai”
55. Octavianus Masheka, judul puisi: “Penyerahan Diri”
56. Mulia Nasution, judul puisi: “Matahari dan Arloji”
57. Rini Intama, judul puisi: “Kita Satu Kita Batu”
58. Rintis Mulya, judul puisi: “Negeri Bernama Saudara”
59. Riri Satria, judul puisi: “Puisi Cinta dari La Seine”
60. Rissa Churria, judul puisi: “Ibu-Ibu Membaca Langit”
61. Roy Dabut, judul puisi: “Sekeping Roti Perjamuan”
62. Setiyo Bardono, judul puisi: “Sayur Besan”
63. Shantined, judul puisi: “Akan Ada Masanya”
64. Sihar Ramses Simatupang, judul puisi: “Tentang Mula Pertama”
65. Sin Za, judul puisi: “Di Manakah Damai?”
66. Sofyan RH Zaid, judul puisi: “Philia”
67. Sri Rahayu WPC, judul puisi: “Kedamaian untuk Fatimah”
68. Stangkai Kasih Putih Alghie Suwandi, judul puisi: “Kutemukan Kedamaian”
69. Sunu Wasono, judul puisi: “Nyali”
70. Syarif Hidayatullah, judul puisi: “Taman Pemakaman”
71. Tora Kundera, judul puisi: “Kita Satu dalam Semesta”
72. Tulus Wijanarko, judul puisi: “Lagu Gagak”
73. Vironika Sri Wahyuningsih, judul puisi: “Ratapan Damai”
74. Wahyu Toveng, judul puisi: “Juru Damai”
75. Washadi, judul puisi: “Kita Pernah Saling Melukai, tapi Bisa Saling Menyembuhkan”
76. Wig SM, judul puisi: “Pada Rumah Sakit”
77. Wijatmoko Bintoro Sambodo, judul puisi: “Puisiku tak Kan Tersulut Api”
78. Yahya Andi Saputra, judul puisi: “Tubuhmu, Aku Percaya”
79. Yudha Kurniawan, judul puisi: “Di Bawah Langit yang Sama”
80. Yusuf Susilo Hartono, judul puisi: “Ini Tanganku, Mana Tanganmu”
81. Zay Zabidi, judul puisi: “Jarak yang Menyimpan Kehangatan”
Penyair Indonesia dari Luar Jabodetabek
1. Abdul Khafi Syatra, judul puisi: “Saudara dalam Air”
2. Abmardha Kurniawan, judul puisi: “Sejarah”
3. Acep Syahrial, judul puisi: “Awal Menjaga Harapan”
4. Annisa Lesmana, judul puisi: “Pelabuhan Sorong”
5. Anwar Putra Bayu, judul puisi: “Kauseret Kepedihan Ini Sejak di Golgota”
6. Arthur Panther Olii, judul puisi: “Mapalus, 2”
7. Asmira Dieni, judul puisi: “Jangan Beri Tanda”
8. Asqo L. Fatir, judul puisi: “Sebuah Epilog Bagi Damai yang Tumbuh Jadi Suara”
9. Astrajingga Asmasubrata, judul puisi: “Suluk Ahimsa”
10. A'yat Khalili, judul puisi: “Bertetangga”
11. Badrul Munir, judul puisi: “Kidung Keemasan”
12. Bambang Widiatmoko, judul puisi: “Ki Pantun Ayah Anirah”
13. Cahaya Daffa Fuadzen, judul puisi: “Harmoni Pasir Mayang”
14. D Lesmana, judul puisi: “Narasi Baru”
15. Dahta Gautama, judul puisi: “Perdamaian di Negeri Penyair”
16. Daviatul Umam, judul puisi: “Ultimatum”
17. De Eka Putrakha, judul puisi: “Mempertahankan Kekosongan”
18. Dian Riasari, judul puisi: “Cinta Langit dan Ilalang”
19. Dian Rusdi, judul puisi: “Damai yang Hilang”
20. Didik Wahyudi, judul puisi: “Setelah Kami Mengungsi”
21. Dimas Indiana Senja, judul puisi: “Serat Centini, 1”
22. Doddi Ahmad Fauji, judul puisi: “Idulfitri”
23. Dwi Rahariyoso, judul puisi: “Tentang Tembok yang Mengelilingi Pohon Zaitun”
24. Eddy Pranata PNP, judul puisi: “Rantang Kosong di Gaza”
25. Eko Tunas, judul puisi: “Perempuan”
26. Fakhrunas MA Jabbar, judul puisi: “Setangkai Zaitun di atas Segenggam Peluru”
27. Firman Wally, judul puisi: “Binaiya Rumah untuk Firdaus”
28. Galang Suhastra, judul puisi: “Taman Runtuh”
29. Heni Hendrayani, judul puisi: “Perjamuan Tuhan”
30. Herry Lamongan, judul puisi: “Dalam Damai”
31. Iffatul Izzah, judul puisi: “Ibu-ibu yang Menjahit Langit”
32. Ihsan Subhan, judul puisi: “Menuju Padang Mahsyar”
33. Iin Zakaria, judul puisi: “Pagi dan Takdir”
34. Imam Budiman, judul puisi: “Yang Masih Tersisa Setelah Perang”
35. Imas Mulyat, judul puisi: “Dalam Darah yang Sama”
36. Irvan Syahril, judul puisi: “Tangan Kecil dari Palestina”
37. Isbedy Stiawan ZS, judul puisi: “Mulai Paham Arti Cinta”
38. Jasman Bandul, judul puisi: “Sepantun Langgam”
39. Joshua Igo, judul puisi: “Museum Hegemoni”
40. Karst Mawardi, judul puisi: “Dalam Demam”
41. Khoer Jurzani, judul puisi: “Ahimsa I”
42. Kurnia Hidayati, judul puisi: “Pertunjukan Orang-orang Berkelahi”
43. Latiedf Noor Rochmans, judul puisi: “Overture Kesadaran”
44. Lukman A. Sya, judul puisi: “Raga Mahakam”
45. M. Essage, judul puisi: “Teman Duduk”
46. Mahmud Elqadrian, judul puisi: “Sajak Peniti”
47. Marlin Dinamikanto, judul puisi: “Ikhtiar Damai di Belukar Tua Peradaban”
48. Mashuri, judul puisi: “Seikat Mawar Buat Reruntuhan”
49. Mh. Dzulkarnain, judul puisi: “Wajah Peradaban”
50. Mudri, judul puisi: “Kota yang Belajar Damai”
51. Muhammad Ade Putra, judul puisi: “Berceceran di Rumah Kita”
52. Muhammad Asqalani Eneste, judul puisi: “Perjalanan Menuju Satu Kata”
53. Muhammad Daffa, judul puisi: “Datang Sekaligus Pulang”
54. Muhammad Fadli Muslimin, judul puisi: “Waktu”
55. Muhammad Ibrahim Ilyas, judul puisi: “Isolasi, 7”
56. Muhammad Lefand, judul puisi: “Pelajaran Membuat Soal”
57. Muhammad Tauhed Supratman, judul puisi: “Biji Kurma di Lubang Peluru”
58. Mulyadi J Amalik, judul puisi: “Perantau Pulang Berdamai”
59. Ni Wayan Idayati, judul puisi: “Nama yang Tak Terlepas”
60. Nur Komar, judul puisi: “Tajam Lidah”
61. Nurul Ilmi Elbana, judul puisi: “Gita”
62. Petrus Saija, judul puisi: “Dari Luka Bangkit Persaudaraan”
63. Porman Wilson Manalu, judul puisi: “Di Gerbang Depan”
64. Pringadi Abdi Surya, judul puisi: “Seribu Romusha, Seribu Matahari, Satu Kamu”
65. Putra Niron, judul puisi: “Akarbilan di Tengah Meja”
66. RD Kedum, judul puisi: “Mediterania”
67. Ratna Ayu Budiarti, judul puisi: “Menjadi Payung”
68. Refdinal Muzan, judul puisi: “Mata Duka”
69. Rezqie A. Atmanegara, judul puisi: “Elegi Tanah Cendrawasih”
70. Ridwan Jampang, judul puisi: “Para Pejalan di Persimpangan”
71. Riki Utomi, judul puisi: “Senyap di Sela Langit, Riuh di Sela Tanah”
72. Rini Febriani Hauri, judul puisi: “Televisi”
73. Roso Tri Sarkoro, judul puisi: “Di Bawah Kubah”
74. Roymon Lemosol, judul puisi: “Nyanyian Damai”
75. S.H. Fashawi, judul puisi: “Sang Peserta”
76. Seruni Uni, judul puisi: “Kabari Ya Kalau Sudah Sampai”
77. Shafwan Hadi Umri, judul puisi: “Ajal pada Sebuah Kata”
78. Sigit Pristiyanto, judul puisi: “Jika Aku Boleh Menyampaikan”
79. Silvester Kiik, judul puisi: “Kabar dari Rumah Sebuah Puisi”
80. Sindu Putra Sugabadi , judul puisi: “Puisiku Akan Menua”
Artikel Terkait
Seabad Pramoedya Ananta Toer, Dari Sastra Hingga Perlawanan
Inilah Daftar Panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2025
Daftar Pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 Diumumkan
Pemenang Penghargaan Sastra 'Rasa' Diumumkan
MOCA Singapura Gelar ‘A Path to Glory’: Legenda Sastra Silat dan Patung Kontemporer