81. Siti Ramlah, judul puisi: “Dua Cerita Tentang Jalan”
82. Sukardi Wahyudi, judul puisi: “Merakit Jejak Cinta”
83. Suyadi San, judul puisi: “Sajak Perdamaian untuk Siapa”
84. Syaifuddin Gani, judul puisi: “Doa-doa Honai”
85. Tarman Effendi Tarsyad, judul puisi: “Desa yang Pernah Kuceriakan”
86. Tjahjono Widarmanto, judul puisi: “Rumah Perahu”
87. Toto St Radik, judul puisi: “Sabda Perawi”
88. Trie Astoto Kodari, judul puisi: “Berlayar ke Timur”
89. Ulfatin, judul puisi: “Dalam Berlayar”
90. Vito Prasetyo, judul puisi: “Sajak Perjalanan”
91. Wahdi Anwar, judul puisi: “Atlas dan Tangan-tangan Mungil”
92. Wayan Jengki Sunarta, judul puisi: “Kidung Capung”
93. Wildane, judul puisi: “Ekspedisi Kita Kira Kita Kata”
94. Wim Gemade, judul puisi: “Sulaman Tangan”
95. Winar Ramelan, judul puisi: “Serumpun Bunga”
96. Yana Risdiana, judul puisi: “Melankolia Aba-aba Lencang Kanan”
97. Yogira Yogaswara, judul puisi: “Pada Suatu Penempuhan Malam”
98. Yuditeha, judul puisi: “Kita Saling Ngopi di Kepala Masing-masing”
99. Zham Sastra, judul puisi: “Mengembalikan Nanar Kedekatan”
100. Zulfa Naurah Nadzifah, judul puisi: “Tenda-Tenda”
Artikel Terkait
Seabad Pramoedya Ananta Toer, Dari Sastra Hingga Perlawanan
Inilah Daftar Panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2025
Daftar Pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 Diumumkan
Pemenang Penghargaan Sastra 'Rasa' Diumumkan
MOCA Singapura Gelar ‘A Path to Glory’: Legenda Sastra Silat dan Patung Kontemporer