temu-serasi

Supergrup di Ambang Sukses dan Konflik, Bak Api dalam Sekam (7)

Jumat, 22 September 2023 | 14:51 WIB
Mike Tramp dan Vito Bratta dalam VHS Bonanza (Tangkap Layar YouTube VHS Bonanza)

TINEMU.COM- Buat pendengar rock era 1990-an nama grup ini tentu sulit dipisahkan dari lagu ballada  “You’re All I Need” dan “Till Death Do Us Part” yang hingga kini termasuk lagu  terbanyak dimasukkan di berbagai album kompilasi slow rock.

Lagu lainnya yang bertempo cepat macam “Broken Heart”, “Leave Me Alone”, “Lighs and Thunder”,  dan “Love Don’t Come Easy” juga makin mengukuhkan kemampuan gitaris utama Vito Bratta dalam membuat lagu.

White Lion “Mane Attraction” (1991)

Namun setelah itu tiada yang menyangka kesuksesan dan booming “Mane Attraction” sekaligus menandai pula akhir perjalanan grup yang sudah terbentuk sejak 1983 di New York.

Bukan saja karena awal 1990-an era glam metal dan hair band mulai meredup karena gempuran grup beraliran grunge yang mencuri perhatian banyak kalangan (Nirvana, Pearl Jam, Soundgarden) cenderung lebih membumi, melainkan setelah tur panjang album ini Vito Bratta menderita depresi berat karena kematian ayah kandungnya.

Baca Juga: Supergrup di Ambang Sukses dan Konflik, Bak Api dalam Sekam (1)

foto : koleksi pribadi Donny Anggoro

Bratta bahkan menghilang dari dunia musik sejak 1994 dan kondisi ini menyulitkan untuk melanjutkan White Lion, lantaran separuh “nyawa” White Lion bergantung pada kepiawaian Bratta menciptakan lagu.

Tramp pun cenderung lebih nyaman berkolaborasi dengan Bratta dalam membuat lagu. Personil lainnya Greg D’Angelo (bas) dan James Lomenzo (dram) akhirnya pun mundur dan bergabung di banyak grup, salah satunya pernah bersama gitaris Ozzy Osbourne Band,Megadeth, Zakk Wylde: Lynyrd Skinhead, dll.

 

Mike Tramp, vokalis utama pernah terpikir untuk menyelamatkan grup ini dengan mengganti Vito Bratta, sampai Paul Gilbert gitaris Mr.Big pernah dikontaknya pula.  Namun dari sekian banyak gitaris yang di audisi rata-rata menolak untuk menjadi epigon Bratta, sehingga Tramp mengubah konsep White Lion sebagai band nostalgia fans White Lion.

Tapi konsep ini pun juga menyulut kontroversi lantaran hak cipta menggunakan nama White Lion ternyata secara hukum dipegang sepenuhnya oleh Bratta. Tahu nama bandnya masih dipakai tanpa dirinya, Bratta keluar juga dari persembunyiannya dan menuntut label Atlantic Records yang mengedarkan album Lion-juga Tramp.

Baca Juga: Supergrup di Ambang Sukses dan Konflik, Bak Api dalam Sekam (6)

Tramp sempat mengajak Bratta reuni, tapi ditolak, sehingga untuk selanjutnya sebagai jalan tengah Tramp harus mencantumkan Mike Tramp’s White Lion jika menggelar konser membawakan lagu-lagu White Lion. Tramp sempat bangkrut, solo albumnya kurang sukses.

Halaman:

Tags

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB