TINEMU.COM - Keruan mereka terkejut, baru saja mau meronta dan melawan, tiba-tiba terdengar orang itu berkata dengan tertawa, “Mengapa sekarang kalian baru pulang? Kemana kalian pergi? Lekas mengaku terus terang!”
Kiranya orang ini adalah Liu Tong-thian.
“Hahaha, kau membikin kaget kami,” ujar Ci In-hong dengan tertawa.
“Sudah lebih dua jam kutunggu kalian disini, ada tiga orang tamu ingin bertemu dengan kalian,” kata Liu Tong-thian.
“Tiga orang tamu? Siapakah mereka dan ada urusan apa?” tanya In-hong heran.
“Ya, tiga orang tamu, tamu yang tidak terduga-duga olehmu,” sahut Liu Tong-thian.
"Kalau sudah bertemu nanti tentu kau akan tahu sendiri siapa mereka dan urusannya.”
“Ah, kau memang suka jual mahal,” omel In-hong dengan tertawa.
Lalu mereka ikut Liu Tong-thian ke ruangan tengah. Sebelum masuk sudah terdengar suara ketua Kay-pang Liok Kun-lun sedang berkata, “Nona Beng jangan khawatir, aku sudah mengirim orang pergi mencari mereka, sebentar lagi tentu ada kabar.”
Terkejut juga Ci In-hong mendengar kata-kata “nona Beng” apakah Beng Bing-sia yang dimaksud? Demikian pikirnya.
Benar juga lantas terdengar suara Bing-sia sedang berkata, “Bukannya aku khawatir, namun tempat tujuan mereka adalah istana Yang thian-lui yang berbahaya itu, harap ayah...“
"Tunggu saja sampai pagi nanti, bila tetap tiada kabar, tentu Beng-tayhiap diharap bantuannya ikut keluar mencari mereka,” kata Liok kun-lun.
Maka dari luar Liu Toong-thian menanggapi, “Tidak perlu Beng-tayhiap turun tangan, aku saja sudah sanggup membawa mereka pulang ke sini!”
Lalu ia menoleh dan berkata kepada In-hong berdua, “Nah, aku tidak dusta bukan? Mereka kan tamu-tamu yang tidak kau duga bukan?”
Kiranya ketiga orang tamu yang dimaksud Liu Tong-thian itu selain Beng Siau-kang dan putrinya, orang ketiga adalah Giam Wan.