temu-serasi

Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (305)

Kamis, 11 Januari 2024 | 09:00 WIB
cerbung Pahlawan Padang Gurun (Playground AI)

TINEMU.COM - Keruan mereka terkejut, baru saja mau meronta dan melawan, tiba-tiba terdengar orang itu berkata dengan tertawa, “Mengapa sekarang kalian baru pulang? Kemana kalian pergi? Lekas mengaku terus terang!”

Kiranya orang ini adalah Liu Tong-thian.

“Hahaha, kau membikin kaget kami,” ujar Ci In-hong dengan tertawa.

“Sudah lebih dua jam kutunggu kalian disini, ada tiga orang tamu ingin bertemu dengan kalian,” kata Liu Tong-thian.

“Tiga orang tamu? Siapakah mereka dan ada urusan apa?” tanya In-hong heran.

“Ya, tiga orang tamu, tamu yang tidak terduga-duga olehmu,” sahut Liu Tong-thian.

"Kalau sudah bertemu nanti tentu kau akan tahu sendiri siapa mereka dan urusannya.”

“Ah, kau memang suka jual mahal,” omel In-hong dengan tertawa.

Lalu mereka ikut Liu Tong-thian ke ruangan tengah. Sebelum masuk sudah terdengar suara ketua Kay-pang Liok Kun-lun sedang berkata, “Nona Beng jangan khawatir, aku sudah mengirim orang pergi mencari mereka, sebentar lagi tentu ada kabar.”

Terkejut juga Ci In-hong mendengar kata-kata “nona Beng” apakah Beng Bing-sia yang dimaksud? Demikian pikirnya.

Benar juga lantas terdengar suara Bing-sia sedang berkata, “Bukannya aku khawatir, namun tempat tujuan mereka adalah istana Yang thian-lui yang berbahaya itu, harap ayah...“

"Tunggu saja sampai pagi nanti, bila tetap tiada kabar, tentu Beng-tayhiap diharap bantuannya ikut keluar mencari mereka,” kata Liok kun-lun.

Maka dari luar Liu Toong-thian menanggapi, “Tidak perlu Beng-tayhiap turun tangan, aku saja sudah sanggup membawa mereka pulang ke sini!”

Lalu ia menoleh dan berkata kepada In-hong berdua, “Nah, aku tidak dusta bukan? Mereka kan tamu-tamu yang tidak kau duga bukan?”

Kiranya ketiga orang tamu yang dimaksud Liu Tong-thian itu selain Beng Siau-kang dan putrinya, orang ketiga adalah Giam Wan.

Halaman:

Tags

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB