“Nona Lau itu masih terlalu muda hingga gampang tertipu, tapi jiwanya yang keras dan tegas itu harus dipuji. Kita tidak boleh membiarkan dia tewas di sarang iblis itu,” kata Beng Siau-kang.
“Ya, segera aku akan mengirim orang memberitahukan kakaknya di Pak-bong-san,” kata Liok Kun-lun.
“Biar kita bertindak dua jurusan,” ujar Beng Siau-kang. “Besok boleh silahkan Liu-hiantit memenuhi janji pertemuan dengan Yang Thian-lui.”
“Ya, besok adalah satu hari sebelum janji pertemuanku dengan Yang Thian-lui, akau akan pergi ke sana, cuma kita masih harus berunding lagi secara lebih masak,” kata Liu Tong-thian.
Setelah berunding, akhirnya diambil keputusan untuk tetap melaksanakan rencana semula, yakni Ci In-hong dan Kok ham-hi menyamar sebagai pengikut Cui Tin-san.
Di waktu lohor mereka akan bersama berangkat untuk menemui Yang Thian-lui. Sedangkan Beng Siau-kang dan Han Tay-wi akan menyelundup ke tempat musuh pada paginya dengan bantuan pihak Kay-pang, dengan begitu mereka dapat bertindak menurut keadaan.
Sudah tentu mereka harus berani menyerempet bahaya, tapi mengingat kesaktian Beng Siau-kang berdua, biarpun terjadi apa-apa rasanya mereka masih sanggup menghadapi.
Tidak lama kemudian fajar pun tiba. Segera mereka melaksanakan tugas masing-masing menurut rencana.
Artikel Terkait
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (299)
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (300)
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (301)