temu-serasi

Sastra Reboan Menyingkap Banda Naira

Kamis, 13 Juli 2023 | 13:01 WIB
Diskusi buku Akulah Banda Naira karya Sekar Ayu Asmara di Sastra Reboan pada Rabu, 12 Juli 2023. (Setiyo)

TINEMU.COM - Bangsa Belanda menjajah nusantara selama 350 tahun karena keberadaan buah pala yang nilainya lebih mahal dari emas. Tanaman pala yang tumbuh di Banda Naira membuat banyak bangsa datang ke kepulauan di timur nusantara ini.

Untuk mengenalkan Banda Naira di tengah keindonesiaan, Sekar Ayu Asmara menulis novel berjudul “Akulah Banda Naira.” Novel ini mengisahkan cinta sejati dua pasang kekasih di lintasan waktu berbeda. Latar Banda Naira membuat novel ini juga sarat pengetahuan dan sejarah.

Berbagai hal menarik dalam novel “Akulah Banda Naira” terungkap pada sesi diskusi Sastra Reboan yang digelar di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Rabu, 12 Juli 2023. Diskusi ini menghadirkan Sekar Ayu Asmara, Kurnia Effendi, dan Kanti W. Janis, dengan moderator Dyah Kencono Puspito Dewi.

Baca Juga: Uji Coba Operasional Terbatas LRT Jabodebek Mulai Dilakukan

Sastrawan Kurnia Effendi mengaku terkesima saat membaca novel ini. Selain mengalir lincah, novel ini sangat gampang dipahami.

“Cara berkisah Sekar Ayu Asmara sangat efektif, tidak berbelit-belit, padat sekaligus berongga. Langgam puitik terbit dari peristiwa, bukan dari bahasa. Kalimat-kalimatnya pendek, enak sekali dan asyik,” tutur Keff, panggilan akrab Kurnia Effendi.

Sesuai tema Sastra Reboan bulan ini yaitu Menyingkap Banda dalam Dua Zaman, Keff menyampaikan, ada dua bentangan zaman yang berlangsung dan pada akhirnya berkelindan melalui novel Akulah Banda Naira.

Baca Juga: Jalani Aktivitas Seru Bersama OpenFit, True Wireless Earbuds Open-Ear Pertama dari SHOKZ

Dalam novel ini, konflik yang disampaikan antara dua bangsa yaitu Indonesia dengan Belanda, melaju dan tidak terburu-buru.

“Pengarang memadukan mitos dengan pengetahuan modern melalui ikatan buah pala, sejenis rempah yang membuat Indonesia dijajah secara ekonomi dan kemanusiaan,” imbuhnya.

Konflik tersebut dipadukan dengan gelora cinta yang melanda insan dua bangsa yang terjadi pada awal abad 20 dan abad 21. Jalinan cinta itu diikatkan dengan berbagai mitos yang ada di Banda Naira.

Baca Juga: Indonesia Terima 472 Koleksi Benda Bersejarah dari Pemerintah Belanda

Sekar Ayu Asmara telah lama menggeluti dunia film. Biola Tak Berdawai, Salah satu film karyanya meraih berbagai penghargaan. “Tak pelak jika novel ini menjadi filmis dengan plot maju mundur. Membaca novel ini seperti ketika menonton film, asyik sekali,” kata Keff.

Penulis Kanti W. Janis menyampaikan bahwa setiap kisah yang berhubungan dengan Banda Naira adalah kisah yang masih sangat kurang diketahui oleh orang Indonesia. Padahal sejarah yang ada di Banda bukan saja sejarah Indonesia tetapi sejarah dunia.

Halaman:

Tags

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB