Bakal Dicabut! Satu Naskah Sayembara Novel DKJ 2021 Ternyata Sudah Pernah Tayang di Platform Digital

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Rabu, 2 Februari 2022 | 19:40 WIB
Novel Gagarasuk
Novel Gagarasuk

TINEMU.COM -- Gelaran Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2021 baru beberapa hari telah dinyatakan usai. Dari sayembara tersebut, dewan juri telah menetapkan tiga pemenang dan enam judul novel yang menarik perhatian dewan juri.

Naskah novel "Kereta Semar Lembu" karya Zaky Yamani dinyatakan unggul dari 324 karya lainnya novel tersebut memaparkan mitos, sejarah, dan kecemasan yang biasa muncul pada masyarakat dalam cerita yang tidak biasa. Sebagai pemenang kedua adalah karya Amalia Yunus berjudul "Berat" dan pemenang ketiga adalah karya Beri Hanna alias Syawal Pebrian berjudul "Lantak La (Dramaturgi Anonim-Anonim)."

Selain itu, Dewan juri juga memilih enam judul novel yang menarik perhatian juri dan potensial diterbitkan. Keenamnya berjudul Mustika Zakar Celeng karya Adia Puja Pradana, Lauk Daun (Hartari), Gagarasuk dan Dunia Roh Seni (Bernardin Andara), Nona Jepun (Sinta Yudisia), Racun Puan (Ni Nyoman Ayu Suciartini), serta Rapai dan Jazz (Mellyan).

Baca Juga: Pakar ITS Sebut Ada Potensi Material Energi Hijau di Lumpur Sidoarjo

Namun, baru beberapa hari Sayembara Novel DKJ itu usai, ternyata masih menyisakan persoalan. Satu naskah karya Bernardin Andara, yaitu Gagarasuk dan Dunia Roh Seni, ternyata pernah dimuat secara utuh dan bisa dibaca pada situs karya tulis yaitu Kwikku, dengan link berikut.

Hal ini mengemuka dari Instagram, dimana akun @bukupalinghitz menyoal mengenai Gagarasuk dan Dunia Roh Seni sudah muncul di platform Kwikku dan meminta agar ke depannya jika memang novel tersebut tetap mendapatkan predikat pemenang, persyaratan tentang naskah belum dimuat di mana pun harus dihilangkan.

Saat redaksi Tinemu menyelidiki, rupanya novel ini sudah tidak bisa lagi diakses untuk dibaca. Dari tombol chapter atau bab yang menunjukkan jumlah bab yang sudah diunggah, tertera angka 0 yang artinya semua tulisan novel tersebut sudah dihapus.

Dari deskripsi yang ada pada halaman tersebut, kita bisa membaca bahwa Gagarasuk dan Dunia Roh Seni menceritakan petualangan seorang gadis bernama Toda yang ingin mendapatkan Roh Seni untuk membantunya membatik. Lucunya, Toda malah mendapatkan dua Roh Seni yang lebih cocok dengan bakat alaminya, yaitu pencak silat dan meramu jamu. Tidak puas dengan kemampuan mereka, sang gadis memaksa kedua Roh Seni membuat batik bersamanya.

Baca Juga: Benarkah Pamungkas Menulis Lirik dari Puisi Charles Bukowski?

Lalu, saat sesosok Roh Seni Seratus Bakat, yang bernama Gagarasuk, muncul di sebuah sayembara seni, Toda memilih untuk mengejar Roh Seni itu. Toda yakin Gagarasuk bisa memberikan bakat membatik kepadanya. Namun celakanya, Gagarasuk adalah Roh Seni yang penuh amarah sehingga bisa membuat siapapun yang menjalin hubungan dengannya menjadi gila.

Dikarenakan "Gagarasuk dan Dunia Roh Seni" sudah terbit dalam platform digital, agaknya menyalahi persyaratan sayembara novel DKJ 2021 poin ketiga yaitu "naskah belum pernah dipublikasikan dalam bentuk buku cetak, E-Book, dan atau platform digital."

Ketika dikonfirmasi pada Ketua Komite Sastra DKJ, Hasan Aspahani, membenarkan bahwa hal itu sudah dibahas dalam rapat antara dewan juri dan Komite Sastra DKJ dan akan segera dirilis beritanya. Dalam komentar singkatnya, Hasan menyatakan, "Ya. Dicabut. Lagi dicari gantinya." **

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Sumber: Instagram

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X