Reog Ponorogo Masuk 3 Besar Nominasi Tunggal Usulan Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Minggu, 20 Februari 2022 | 09:46 WIB
Reog Ponorogo masuk tiga besar nominasi tunggal usulan Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) atau Intangible Culteure Heritage (ICH) ke UNESCO. (ponorogo.go.id)
Reog Ponorogo masuk tiga besar nominasi tunggal usulan Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) atau Intangible Culteure Heritage (ICH) ke UNESCO. (ponorogo.go.id)

TINEMU.COM - Kabar gembira bagi seluruh masyarakat Ponorogo, Jawa Timur. Saat ini, Reog Ponorogo sudah masuk dalam tiga besar nominasi tunggal rekomendasi usulan Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) atau Intangible Cultural Heritage (ICH) dari Indonesia untuk didaftarkan ke UNESCO 2023.

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) merespons usulan agar Reog Ponorogo jadi WBTb UNESCO melalui lokakarya pengusulan ICH UNESCO tanggal 15-16 Februari 2022.

Selain kesenian Reog Ponorogo, tim Juri dan tim Dirjen Kebudayaan juga memberikan rekomendasi WBTb Indonesia untuk diajukan ke dalam daftar ICH UNESCO adalah Tempe dan Budaya Sehat Jamu sebagai nominasi tunggul.

Baca Juga: Berbakat  Melucu dan Membuat Film Pendek?  Yuk Ikutan Lomba Video Pendek dengan Total Hadiah  30 Juta Rupiah

Usulan selanjutnya adalah Tenun Ikat Sumba Timur dan Ulos diusulkan sebagai Tenun Indonesia. Sementara Kolintang diusulkan sebagai nominasi multinasional dengan negara lain.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyambut gembira terpilihnya Reog Ponorogo sebagai nominasi tunggal bersama tempe dan budaya sehat jamu. Bupati Sugiri pun menggelar doa bersama dengan para pegiat reog dan seluruh pemangku kepentingan yang ada pada Jumat 18 Februari 2022.

“Kami ini mencoba membakar semangat dan doa bersama, meminta kepada Allah upaya kami mengusulkan agar Reog Ponorogo menjadi nominasi tunggal WBTb terbuka lebar. Saat ini kita mendapatkan nominasi 3 besar, luar biasa tinggal selangkah lagi,” tutur Kang Bupati dikutip Tinemu.com dari laman ponorogo.go.id.

Baca Juga: Healing dengan Cara Liburan, Piknik ke Luar Demi Menjelajahi Diri

Untuk melengkapi pengusulan tersebut, pihaknya harus bekerja keras penuntasan naskah akademik dan pembuatan video singkat tentang reog secara komplit dan utuh untuk menuju seleksi berikutnya.

Ia menilai reog memang pantas untuk masuk satu-satunya calon dari Indonesia ke UNESCO di bidang budaya. Hal ini bisa dilihat dari adiluhungnya reog, paduan berbagai kesenian dan dampaknya bagi ekonomi masyarakat Ponorogo yang ternyata memang luar biasa namun tetap ramah lingkungan.

Selain itu, reog pernah diklaim oleh negara lain sehingga sudah seharusnya mendapatkan pengakuan dunia.

Baca Juga: Sarapan Belum Jadi Kebiasaan Bagi Anak-Anak Indonesia

“Dengan Tempe dan Budaya Sehat Jamu bersaing secara fair. Namun jika kita memandang value, di reog ada seni tari, seni topeng, drama, seni musik yang memadukan dua jenis harmonisasi not gamelan. Kami berharap tim juri mempercayakan Reog menjadi usulan,” tutur Kang Bupati Sugiri.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: ponorogo.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X